Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
6.Kantor Marvin.Corp


__ADS_3

Seorang pria berusia sekitar 30 tahun terlihat sedang sangat kesal didalam ruangannya setelah seorang perempuan tua yang dipanggilnya ibu keluar dari dalam ruangan itu dengan kembali memberi ultimatum baru yang tidak masuk akal lagi untuknya.


"Oh Shittt!!!,sebenarnya apa lagi kemauannya sekarang dengan memberikan syarat tambahan gila itu!", gerutunya dengan menekan pelipisnya yang terasa sangat sakit sekarang.


"Ada apa dengan mu Vin kenapa kau seperti orang sedang patah hati?",tanya Garend dengan berjalan masuk kedalam ruangan Marvin.


Marvin mengangkat kepalanya lalu menatap Garend dengan tatapan kesal.


"Bisakah kau mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk kedalam ruangan ku.Bagaimanapun aku ini bosmu kalau dikantor",hardiknya kesal.


"Sorry tuan Marvin aku hanya kebetulan lewat didepan ruanganmu yang tidak tertutup rapat dan sempat mendengar perdebatan mu dengan tante Elena barusan".


"Tidak usah berpura pura kebetulan lewat bukankah kau memang sengaja ingin mengetahui apa yang sudah terjadi padaku kemarin".


"Oh..iya aku memang ingin menanyakan hal itu karena aku sangat penasaran dengan saudara iparku.Bagaimana apakah dia cantik atau...?".


"Dia kabur..",jawab Marvin dengan mendengus kesal mengingat apa yang sudah terjadi kemarin dirumah keluarga Lancaster dengan anak perempuan pria tua itu.


"Kabur?Apa maksudmu dia kabur dimalam pertama kalian karena itu kau terlihat seperti singa terluka".


"Bukan,tapi dia kabur didetik detik sebelum kami mengucapkan sumpah pernikahan kemarin".


"Jadi kalau begitu pernikahan bisnis yang sudah susah payah diatur oleh Tante Elena gagal ?",tanyanya semakin penasaran .


Karena Garend tau tantenya itu sudah bersusah payah membuat Marvin menyetujui pernikahan gila yang diatur nya ini dengan dalih kerjasama.


"Tidak",jawab Marvin dengan tanpa semangat.


"Maksudmu?".


"Aku tetap dipaksa melakukan janji pernikahan meski tanpa ada pengantin perempuannya kemarin diAltar",terang Marvin dengan kembali merasa marah pada Dion Lancaster juga putrinya yang tidak sempat ditemuinya tapi tetap harus menjadi istrinya sekarang.


"What!!!,A...apa itu serius Vin.Kau tidak sedang berbohong padaku bukan?!".


Garend betul betul terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Marvin padanya.Dia tidak menyangka tantenya itu tega memaksakan kehendaknya sampai seperti itu .


"Kau pikir aku apa!.Aku bahkan masih merasa sangat marah dan kesal pada keluarga Lancaster karena apa yang sudah mama lakukan padaku kemarin",gerutu Marvin.


"Aku tidak menyangka ternyata Tante Elana benar benar berhasil memaksamu untuk menikah".

__ADS_1


"Aku terpaksa menurutinya karena dia berjanji akan menyerahkan perusahaan ini padaku seratus persen kalau aku mau melakukannya dan kurasa itu cukup sepadan dengan rasa malu yang aku dapat karena mengucapkan ikrar tunggal kemarin".


"Ini benar benar menjadi sejarah baru dalam hidupmu dan mungkin saja itu karma karena selama ini kau terlalu suka mempermainkan perempuan sampai mamamu saja terpaksa harus menikahkan mu paksa karena khawatir kau akan punya anak haram dengan salah satu perempuan mainanmu diluar sana nantinya".


"Apa kau pikir meski dia memaksaku menikah sampai seperti ini itu akan menghentikan ku untuk terus bermain main dengan mereka.Itu salah Garend pernikahan gila ini tidak bisa membuatku terikat apa lagi sang pengantin perempuan tidak ada.Aku akan menunggu beberapa saat terutama sampai serah terima jabatan kami selesai dan perusahaan ini 100 persen berada dibawah kendaliku".


"Hufft...aku benar benar tidak pernah mengerti jalan pikiranmu Marvin meski sudah bertahun tahun kita menjadi teman".


"Itu tidak penting karena sekarang ada yang lebih penting dan aku ingin kau melakukannya agar Minggu depan nenek sihir itu benar benar pergi dari perusahaan ini"


"Bantuanku?Bantuan apa Vin?kalau kau memintaku untuk melawan Tante Elena aku tidak tertarik Vin karena aku sudah menganggap Tante Elena seperti ibuku sejak dia mengajakku tinggal dirumah kalian 15 tahun yang lalu".


"Ini bukan untuk perlawanan karena waktu datang tadi dia kembali mengeluarkan ultimatum anehnya lagi dan menyuruh aku secepatnya menuruti perintahnya".


"Ultimatum aneh apa itu?".


Garend tidak bisa menahan rasa penasarannya pada Marvin.


"Dia ingin aku mengganti posisi Sasa sebagai sekretaris ku dengan orang lain".


"Sasa...Sasa sekretarismu yang sangat cantik dan sexy itu?!".


"Meski terkejut kurasa kau tidak perlu berteriak sekeras itu bukan,membuatku semakin kesal saja",gerutu Andreas.


"Tentu saja aku terkejut karena Tante Elena sampai berniat menyingkirkan si sexy Sasa dari sampingmu sebelum dia menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan ini ditanganmu".


"Karena itu kami sempat bertengkar tadi".


Marvin kembali menekan pelipisnya yang kembali terasa sakit akibat ibunya akhir akhir ini.


"Jadi...apakah itu berarti kau akan memberhentikan Sasa dari kantor ini dan mencari sekretaris baru?".


"Tidak,aku hanya perlu mencari sekretaris baru sesuai kriteria yang diinginkan oleh mama dan meminta Sasa pindah kebagian lain untuk sementara".


"Maksudmu?".


"Bantu aku cari seorang sekretaris dengan penampilan sangat jelek sampai mamaku tidak mungkin curiga dengan niatku itu".


"perempuan yang sangat jelek, sejelek apa?".

__ADS_1


Kali ini Garend yang bingung dengan maksud jelek menurut versi Marvin karena Sasa sekretarisnya yang sekarang saja dia tidak pernah bilang itu cantik hanya lumayan untuk cuci mata,itu istilah Marvin menilai Sasa.


"Sejelek mis Betty",jawab Marvin asal pada Garend.


"Mis Betty diBetty Boob maksudmu?".


"Ya anggap saja seperti itu".


"Sejujurnya aku heran Vin apakah dimatamu ada perempuan yang menurutmu cantik dengan arti sebenarnya karena selama ini meski kau sering bersama perempuan dari berbagai kalangan tapi kau tidak pernah menyebut mereka cantik hanya lumayan dan cukup menarik.Contohnya saja Sasa,mamamu saja sampai khawatir kalau kau terlalu lama bersamanya dia bisa menggodamu meski itu benar".


Marvin menatap Garend tajam.


"Apa maksud dari ucapanmu?",tanyanya mulai kembali kesal.


"Ya.. well hanya penasaran apakah kau pernah bertemu perempuan cantik yang sesuai versimu dan membuatmu tidak bisa melupakannya".


"Tentu saja ada dan aku baru bertemu dengannya tadi malam".


Seketika Garend membelalakkan matanya terkejut dan penasaran.


"Ka..kau bertemu dengan siapa?Apakah dia artis atau....".


"Kurasa bukan tapi dia sangat cantik dan....menarik.Sayang aku harus meninggalkannya dikamar hotel sendirian karena mama menelponku tadi pagi menanyakan keberadaan ku dengan segala interogasinya".


"Stop!apa maksudmu meninggalkannya dikamar hotel?Apa itu berarti kau?maksudku kalian baru saja menghabiskan malam panjang bersama dimalam yang seharusnya menjadi malam pengantin mu dengan istrimu yang kabur itu?".


"Anggap saja seperti itu...".


Marvin bicara sambil mengingat lagi tentang perempuan yang sudah bersamanya tadi malam dengan senyum tersungging dibibirnya.


"Lalu siapa dia?".


Seketika Marvin tersadar dari lamunannya yang sedang membayangkan tentang Luna barusan.


"Siapa?".


"Perempuan cantik yang sudah bersamamu tadi malam.Siapa namanya atau apa pekerjaan nya".


"Aku tidak tau".

__ADS_1


Mohon tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya reader 😊.


__ADS_2