
Dikantor Marvin*
Tok...tok...
"Masuk!",perintah Marvin dengan tetap sibuk memeriksa berkas berkas dimejanya.
"Selamat pagi tuan Marvin",sapa Garend.
"Tidak perlu basa basi seperti itu cepat katakan saja maksudmu masuk keruangan ku",balas Marvin tanpa menoleh sedikit pun kearah Garend.
"Tante Anita baru saja menemuiku".
Seketika Marvin menghentikan pekerjaannya dan langsung menatap kearah Garend.
"Kapan?".
"Belum lama mungkin sekitar satu atau dua jam yang lalu",jawab Garend dengan menjatuhkan tubuhnya kekursi didepan meja kerja Marvin.
"Mama bilang kesini untuk apa?",tanya Marvin dengan menatap Garend sambil bersandar dikursi kerjanya.
"Untuk mencarikanmu sekretaris baru?".
"What?!".
Seketika Marvin tersentak mendengar itu.
"Untuk apa?!Apa dia pikir dikantor ini aku kekurangan orang sampai harus menambah sekretaris lagi?!",gerutunya kesal.
Garend mengedikkan bahunya mendengar kekesalan Marvin tentang niat Elena.
"Tapi kau kan tidak punya sekretaris pribadi setelah Luna tidak bekerja dikantor lagi".
"Itu tidak penting karena untuk urusan pribadiku akan tetap dia yang melakukannya meski sekarang dia pasti sedang sangat repot menghadapi sikap mama yang terlalu berlebihan padanya".
"Memangnya apa yang Tante minta lakukan pada Luna?",tanya Garend sedikit penasaran.
"Meminta Luna menjadi Asisten pribadinya selain itu dia juga meminta Luna tinggal dirumahnya",gerutu Marvin semakin kesal mengingat sikap Elena pada Luna yang juga berimbas padanya.
"What!!",kali ini Garend yang terkejut mendengar ucapan Marvin mengenai Luna.
"Maksudmu Luna harus bekerja untuk Tante Elena begitu?".
"Hemm",angguk Marvin" dan tinggal dirumahnya",tambah Marvin.
"Maksudmu Luna tidak tinggal bersamamu lagi tapi tinggal dirumah Tante?".
__ADS_1
"Iya!",balas Marvin semakin kesal mengingat hal itu.
Tiba tiba Garend terdiam lalu bergumam tapi masih bisa didengar oleh Marvin.
"Tadi Tante kemari bersama seorang perempuan muda yang cantik Dia sepertinya pekerja baru Tante karena aku baru pertama kali melihatnya ,kalau aku belum punya Sela aku pasti berniat mendekatinya tapi aku sudah memiliki Sela jadi aku hanya mengaguminya saja".
"Dia Luna",balas Marvin dengan menatap tajam kearah Garend membuat Garend langsung terdiam dengan mata terbelalak. Apa yang ingin dikatakannya semua tertelan ditenggorokan karena mendengar ucapan Marvin barusan.
"Kalau kau berani mendekatinya aku akan membunuhmu",ucap Marvin dengan berdiri dari duduknya bermaksud untuk mengusir Garend pergi karena kedatangan Garend semakin membuatnya kesal dan pujian Garend pada Luna membuatnya cemburu sebagai seorang pria dan suami tentu saja.
"Tunggu Vin sorry untuk kata kataku yang terakhir aku tidak serius,meski kuakui kalau Luna memang sangat cantik dan rasanya wajar saja kalau aku mengaguminya tapi kalau dia Lunamu tentu saja aku tidak berani dan sebenarnya maksudku menemuimu bukan membahas ini".
"Lalu apa?Kalau bukan masalah pekerjaan sebaiknya keluar karena aku repot hari ini".
"Tentu saja ini tentang pekerjaan".
"Cepat katakan aku tidak punya waktu berbasa basi".
"Masalah niat Tante Elena yang berniat mencarikan sekretaris untukmu".
"Lakukan saja seperti perintahnya karena dilarang juga percuma".
"Bukan itu masalahnya tapi syarat standar sekretaris yang diinginkannya itu yang ingin aku bicarakan denganmu".
"Tante Elena bilang dia ingin perempuan yang menjadi sekretarismu harus cantik kalau bisa sangat cantik,menarik dan tentu saja kompeten".
"Huffft!",Marvin menghela nafas keras mendengar itu.
"Tidak lelahkan mama membuat hidupku repot seperti ini ,aku saja merasa lelah",keluh Marvin dengan menekan pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Jadi bagaimana Vin apa harus kulakukan sesuai permintaan Tante Elena atau...".
"Terserah kalian saja,aku tidak perduli",jawab Marvin lalu menggerakkan tangannya sebagai pertanda menyuruh Garend keluar dari ruangannya.
"Baiklah aku pergi sekarang Vin",balas Garend dengan berjalan keluar dari ruangan Marvin.
Marvin menghempaskan tubuhnya kekursi kerjanya dengan menyandarkan kepalanya kebelakang karena merasa kesal dan lelah menghadapi tingkah sang mama yang aneh padanya dan Luna.Ingat Luna Marvin segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi Luna.
Beberapa kali panggilan telponnya belum juga tersambung membuat Marvin memaki kesal.
"Oh shitt kemana sebenarnya nenek tua itu membawa Luna ku sampai tidak bisa dihubungi seperti ini",gerutunya.
Makian Marvin terhenti waktu mendengar ponselnya berdering balik dengan cepat Marvin melihat siapa yang menghubunginya saat melihat Luna yang menghubunginya Marvin bergegas mengangkat panggilan itu.
"Oh sayang....kemana saja nenek tua itu mengajakmu pergi kenapa kau sulit sekali dihubungi",ocehnya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Maaf Vin aku baru mendengar ponselku berdering Didering terakhir dan waktu tau kau yang menghubungi aku segera menghubungimu balik".
"Dimana dirimu sekarang bersama mama sayang?",tanya Marvin terdengar cemas.
"Tenanglah aku dan mamamu baik baik saja.
"Garend tadi bilang kau dan mama baru Dari sini lalu kenapa kau tidak masuk kedalam kantorku sayang?".
"Aku kesitu bersama mamamu Vin jadi tidak mungkin aku menemuimu dikantor karena sekarang aku masih bekerja sebagai asisten pribadinya".
"Tapi kamu istriku Luna dan ini kantorku tidak bisakah kau berhenti bersikap seolah kau hanya pegawai mamaku",gerutu Marvin kesal.
"Tentu saja bisa Vin tapi hanya kalau malam hari",balas Luna yang membuat Marvin memaki mendengarnya.
"Vin kenapa kau malah memakiku?!",balas Luna ikut kesal.
"Maaf sayang tapi apa yang kau katakan barusan membuatku menjadi merindukanmu dan jadi ingin bertemu denganmu sekarang".
" Gombal", balas Luna.
"Aku serius Luna katakan dimana kalian?Aku akan kesana sekarang",pinta Marvin yang langsung ditolak oleh Luna.
"Jangan Vin kau lupa kau sudah janji padaku untuk membuatku bisa membuktikan diriku pada mamamu.Kita bertemu nanti malam seperti kesepakatan kita oke".
Marvin ingin bilang tidak tapi tidak tega pada Luna yang terlihat bersungguh sungguh dengan niatnya jadi dengan terpaksa dia setuju.
"Baiklah sampai jumpa nanti malam sayang.Aku mencintaimu",ucap Marvin.
"Terimakasih Vin.Aku juga mencintaimu",balas Luna lalu panggilan itu berakhir.
Setelah selesai menerima telpon Luna Marvin langsung menghubungi Garend meminta pria itu untuk bertemu dengannya lagi.
"Kekantorku sekarang Rend", perintahnya yang membuat Garend bingung tapi tetap mengiyakan perintah Marvin.
Tak lama Garend sudah berada dikantornya lagi.
"Ada apa kau memanggilku lagi Vin?",tanya Garend bingung.
"Tentang keinginan mama yang menyuruhmu mencari sekretaris baru untukku lakukan secepatnya dan Carikan aku sekretaris yang sangat cantik juga tambahkan syarat sebagai sekretarisku harus memakai pakaian yang sexy dan menarik",perintah Marvin yang membuat Garend semakin bingung dengan perubahan Marvin.
"Bukannya tadi kau tidak suka lalu kenapa sekarang kau malah memintaku cepat melakukannya? Dan kenapa harus ada syarat seperti itu? Bukankah kau sudah menikah apa itu pantas Vin kalau sekretarismu berpenampilan seperti itu?".
"Lakukan saja dan jangan banyak protes!",jawab Marvin dengan tersenyum smrik karena dia punya rencananya sendiri untuk melawan sang mama sekarang.
Tinggalkan Like dan komen kalian setelah membaca ya reader 🥰🥰
__ADS_1