Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
60.Dinas keluar kota.


__ADS_3

"Berapa hari kau akan pergi untuk dinas Vin?",tanya Luna dengan masuk kedalam pelukan Marvin.


"perkiraan selama satu Minggu tapi bisa juga lebih cepat kalau pekerjaanku selesai sebelum waktu itu",terang Marvin dengan mengecup puncak kepala Luna.


"kenapa mendadak seperti ini Vin",ucap Luna dengan nada setengah merengek karena merasa tidak rela kalau akan ditinggal Marvin pergi meski hanya seminggu lamanya.


"Sebenarnya ini sudah ada dijadwal tapi aku baru sempat memberitaumu sekarang sayang karena banyaknya pekerjaanku akhir akhir ini".


"Huffft,aku pasti akan merasa sangat bosan kalau kau tidak ada dirumah selama seminggu ini".


"Bersenang senang lah bersama temanmu Sela atau pergilah bersama mama sayang".


"Lalu apa kau akan sering menelponku nanti waktu disana?",tanya Luna dengan wajah semakin muram.


"Tentu saja aku akan menelponmu kalau aku ada waktu tapi setiap hari akan aku usahakan menelponmu meski tidak lama karena perjalanan bisnis kali ini sangat penting".


Luna terdiam dan semakin menyerusukkan wajahnya kedada Marvin.


"Ini perpisahan kita yang cukup lama sejak kita bertemu dan aku merasa sangat berat Vin".


"Sayang...",bujuk Marvin dengan meminta Luna menatap kearahnya.


"Aku tidak kemana mana".


"Iya aku mengerti dan aku mengijinkan meski berat",jawab Luna dengan mengerucutkan bibirnya membuat Marvin menjadi gemas dibuatnya dan langsung mengecup bibir Luna bermaksud hanya untuk menjahilinya saja tapi dia terkejut karena saat bibir mereka menempel Luna langsung menyambar bibir Marvin dan memagutnya panas membuat Marvin langsung membalasnya dengan sama panasnya hingga akhirnya malam itu berakhir dengan percintaan panas mereka berdua sebelum besok pagi mereka berpisah.


"Tidur lah sayang",ucap Marvin dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Luna setelah percintaan panas yang baru saja mereka lakukan.


"Hemm",balas Luna dengan memejamkan matanya yang terasa mulai berat dan tidak lama langsung tertidur dalam pelukan Marvin.


***


"Bagaimana berkas berkas yang kuminta padamu Rend?",tanya Marvin dengan berjalan menuju area keberangkatan di bandara.


"Sudah kukirimkan lewat emailmu,kau bisa memeriksanya dalam perjalanan kesana".


"Baiklah kalau begitu,oh iya ingat kalau mamaku atau Luna bertanya tentang perjalanan ku kali ini katakan seperti pesanku".


"Baik akan aku lakukan kau tenang saja Vin".


"Untuk sementara urusan kantor aku serahkan padamu dan kalau ada perkembangan baru dalam masalah ini segera khabari aku".


"Baik Vin".

__ADS_1


Lalu Marvin mematikan panggilannya karena pesawat yang membawanya akan segera berangkat.


***


Dikediaman Dion Lancaster.


"Kau yakin Marvin mengajakku bertemu Peter?",tanya Dion terdengar bingung dan tidak percaya mendengar laporan Peter padanya.


"Iya tuan,orang kepercayaan Marvin Fox sendiri yang menghubungi saya meminta bertemu dengan Anda besok".


Dion terdiam dan mencoba berpikir alasan Marvin untuk bertemu dengannya,karena setelah masalah Luna selesai dia sama sekali tidak pernah berhubungan lagi dengan keluarga Marvin dan memilih fokus pada pemulihan perusahaannya.


"Ada masalah apa? kenapa sangat mendadak sekali?",gumamnya penasaran dan heran.


"Mungkin masalah nona Luna tuan",ucap Peter membuat Dion langsung mengerutkan keningnya.


"Luna?kenapa dengan Luna apakah dia bermaksud mengembalikan Luna padaku setelah dia melakukan semua itu".


"Entahlah tuan tapi sebaiknya kita tunggu saja besok sampai tuan Marvin Fox datang agar masalah nya menjadi jelas".


"Kau benar tapi tetap saja aku cemas apalagi sejak kejadian itu pihak Thomson langsung memutuskan hubungan denganku Peter".


" Sekarang saya dengar dia menjalin kerjasama dengan GcG.Corp tuan",terang Peter membuat Dion terkejut.


"Itu benar tuan jadi saya sedikit merasa aneh waktu mendengar berita pihak Thomson bekerja sama dengan GcG .Corp dan saya curiga mereka melakukan nya karena ingin menghancurkan Marvin.Corp tuan".


"semoga saja bukan Peter karena kalau benar berarti itu karena masalah Luna yang waktu itu.Oh sial aku lupa memprediksi hal ini karena terlalu fokus dengan masalahku saat itu".


"Mungkin tuan Marvin meminta bertemu anda karena masalah ini juga tuan".


"Kalau benar jadwalkan pertemuanku besok dengannya supaya aku tidak merasa sangat penasaran seperti sekarang".


"Baik tuan akan saya lakukan".


"Kalau mereka berdua bergabung karena ingin menghancurkan Marvin berarti Luna sekarang dalam bahaya Peter",ucap Dion dengan nada cemas.


"Semoga saja perkiraan kita salah tuan jadi kita tunggu saja sampai bertemu dengan tuan Marvin Langsung".


"Iya kali ini aku tidak ingin bertindak gegabah seperti waktu itu yang akhirnya merugikan banyak pihak seperti sekarang".


"Sepertinya karena masalah nona Luna waktu itu tuan Thomson sangat marah".


"Dia memang sangat marah karena putranya Carles hampir jadi impoten gara gara Elena yang menghajarnya tanpa ampun".

__ADS_1


"Sejujurnya saya setuju dengan apa yang dilakukan oleh nyonya Elena karena sikap putra tuan Thomson itu benar benar keterlaluan andai saya ada disana saya juga pasti akan melakukan hal yang sama pada pria brengsek itu",ucap Peter dengan marah.


Dion hanya diam mendengar gerutuan kekesalan Peter karena semua berawal dari dia.


"Katakan pada Mery untuk memasak yang enak besok",perintah Dion.


"Apa anda bermaksud mengundang tuan Marvin kerumah ini tuan?",tanya Peter terlihat senang.


"Iya aku berencana berbicara dirumah karenakau rasa ini tempat teraman kalau memang Yanga kan dibicarakannya sangat penting besok".


"Baik akan saya katakan hal itu pada pihak tuan Marvin ".


"Hemm lakukanlah",jawab Dion dengan menyuruh Peter keluar dari ruangannya.


Setelah Peter keluar Dion lalu menghubungi seseorang.


"Halo",jawab orang diseberang telpon dengan nada dingin.


"Thomson ini aku Dion".


"Aku tau itu kau. Lalu untuk apa kau menelponku sekarang setelah membuat aku malu dan sakit hati waktu itu?!".


"Maaf untuk masalah yang sudah aku timbulkan waktu itu".


"Percuma aku sudah terlajur kecewa padamu Dion kau sama sekali tidak memandang persahabatan kita selama puluhan tahun waktu mempermainkan ku saat itu".


"Jujur aku menyesal karena masalah itu tapi aku menghubungimu karena aku mendengar Khabar yang sedang beredar".


"Khabar apa maksudmu?".


"GcG,kau sedang menjalin hubungan kerjasama dengan pihak mereka Thomson?".


"Itu bukan urusanmu Dion jangan bersikap sok baik padaku karena hubungan kita sudah putus sekarang".


"Aku tau tapi aku tetap mencoba memperingatkanmu Thomson karena kalau sampai kau melakukan kerja sama. dengan GcG perusahaanmu yang tidak terlalu besar itu akan hancur tidak bersisa".


"Ha...ha..haha".


Thomson tertawa mendengar apa yang dikatakan Dion.


"Aku bukan kau Dion jadi jangan pura pura baik lagi padaku dengan mencoba memberiku peringatan tidak penting seperti ini".


"Mereka bukan perusahaan baik Thomson.Mereka setuju membantumu pasti karena mereka punya rencana jahat sendiri pada pihak Marvin karena dulu gagal menghancurkannya".

__ADS_1


Like dan koment reader 🥰🙏.


__ADS_2