
"Kau istirahatlah Luna",perintah Elena setelah dokter keluarga Fox selesai melakukan pemeriksaan dan memberikan vitamin untuk Luna yang membuat kondisi Luna yang semula lemas sudah lebih membaik tapi masih perlu istirahat hari itu sesuai saran dokter.
"Tapi pagi ini Marvin bilang akan pulang nyonya dan saya berniat menjemputnya ke Bandara".
"Sebaiknya jangan karena kau sekarang masih sangat lemah kau beristirahat saja sekarang supaya kau cepat pulih dan untuk urusan Marvin biar Garend atau yang lain yang menjemputnya,jawab Elena yang terpaksa disetujui oleh Luna.
Meski Luna ingin menolak tapi seperti kata Elena kondisinya memang sedang tidak terlalu sehat sekarang dan kalau dia memaksakan diri dia khawatir akan membahayakan janin kecil yang ada dalam kandungannya sekarang jadi meski kecewa karena tidak bisa menjemput Marvin Luna tapi Luna tidak melawan perintah Elena Fox.
"Baiklah ma",jawabnya dengan merebahkan tubuhnya yang lemas keranjang.
"Istirahatlah aku akan keluar sekarang",ucap Elena dengan berdiri dari duduknya berniat keluar dari kamar Luna.
Luna mengangguk lalu memejamkan matanya yang terasa mengantuk dan tak lama tertidur.
Melihat hal itu Elena Fox keluar dari kamar Luna.
Sampai dibawah dia memerintahkan seluruh pelayan dirumahnya untuk melayani Luna dengan lebih baik dan berhati hati karena sekarang Luna hamil anak Marvin calon cucunya lalu dia segera menghubungi Garend.
"Halo Tante",jawab Garend pada Elena Fox.
"Rend kapan Marvin kembali dari dinas nya?".
"Pagi ini sekarang dia sudah keluar dari hotel menuju Bandara. Ada apa Tante?".
"Aku ingin kamu menjemputnya ke Bandara kalau begitu".
"Iya akan saya lakukan Tante".
''Ya",lalu panggilan mereka diakhiri oleh Elena Fox.
****
Beberapa jam kemudian Garend menghubungi Elena Fox kembali.
"Ada Rend?".
"Tante ada masalah dengan Marvin",ucapnya membuat ELena Fox langsung tersentak.
"Ada apa?!", tanya nya dengan nada terkejut.
"E...itu tante Marvin tidak ada dipesawat yang seharusnya membawanya pulang dan nomor ponselnya tiba tiba saja tidak bisa dihubungi Tante".
Mendengar itu Elena Fox langsung terhenyak dan terdiam tidak bisa lagi mengatakan apa apa!".
"Tante,apa Tante baik baik saja sekarang?",tanya Garend cemas karena Elena Fox diam diseberang telpon tapi kalau dia tidak mengatakan yang sebenarnya pada Elena Fox dia khawatir akan dimarahi oleh perempuan paruh baya itu kalau tau berita ini dari orang lain.
"Dimana kau sekarang?",tanya Elena Fox dengan suara pelan.
"Saya masih berada di bandara Tante".
"Tunggu aku disana .Aku akan kesana sekarang".
"Baik Tante",jawab Garend lalu mengakhiri panggilannya dengan Elena Fox.
__ADS_1
Setelah panggilan berakhir Elena Fox segera memanggil kepala Pelayan nya.
"Ada apa nyonya?",tanya Kepala pelayan padanya.
"Ada sesuatu yang terjadi tapi tolong rahasiakan ini dari Luna".
"Baik nyonya besar".
"Kalau Luna bertanya padamu tentang aku katakan saja aku sedang pergi".
"Baik nyonya".
Setelah mengatakan hal itu Elena langsung menghubungi seseorang.
"Halo nyonya",sapa orang dari seberang telpon.
"Seseorang sudah berani mengganggu ku dengan sengaja menculik Marvin sekarang".
"Maksud anda tuan muda diculik?!",tanya seseorang diseberang telpon sana.
"Iya,dan tugasmu mencari tau siapa itu secepatnya lalu beritau aku khabarnya".
"Baik akan saya lakukan nyonya".
"Hemmm".
Setelah itu Elena Fox keluar dari rumah.
"Anda mau kemana nyonya besar?",tanya supir pribadinya.
**
"Tante Elena",sapa Garend begitu melihat Elena Fox tiba di Bandara.
"Bagaimana?",tanya Elena Fox yang dijawab gelengan oleh Garend.
"Belum ada Khabar Tante karena sepertinya mereka menculik Marvin sebelum dia naik ke pesawat".
"Dimana dia Dinas?",tanya Elena Fox dengan menatap tajam kearah Garend.
Garend menarik nafas keras sebelum menjawab pertanyaan perempuan paruh baya itu karena kalau dia tau pasti perempuan ini akan sangat marah padanya.
"Kekota tempat asal Luna".
Elena langsung terdiam mendengar itu.
"Ternyata dia kerasa kepala sepertiku", gumam Elena yang membuat Garend terdiam.
"Lalu apa urusannya disana berjalan lancar?".
"Iya Tante meski....".
"Meski...ada apa?".
__ADS_1
"Marvin harus mengorbankan proyek Hotel Stradivarius untuk membuat keinginan nya kali ini terwujud".
Elena Fox menarik nafas keras.
"Dasar anak keras kepala",gerutu Elena Fox sedikit kesal dengan sikap Marvin yang keras kepala ingin menyelesaikan masalah secara damai.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Tante?",tanya Garend karena melihat ekspresi Elena Fox yang tidak cemas sedikit pun dengan menghilangnya Marvin.
"Menunggu sampai mereka menghubungi kita kurasa itu yang bisa kita lakukan".
"Lalu bagaimana kalau mereka mencelakai Marvin Tante apa yang akan kita katakan pada Luna?".
"Kalau itu benar terjadi maka mereka tidak akan lagi melihat matahari besok pagi",jawab Elena Fox lalu menelpon seseorang.
"Ya nyonya".
"Bagaimana?Apa sudah ada Khabar sekarang?".
"Iya nyonya menurut informasi terbaru tuan Marvin diculik waktu berada di bandara oleh dua orang asing".
"Baiklah lakukan terus penyelidikan mu dan temukan Marvin secepatnya beserta para penculiknya".
"Baik nyonya".
Setelah itu Elena Fox memutuskan sambungan telpon dengan orang suruhannya itu.
"Apa itu berarti Tante sudah bisa menduga siapa yang menculik Marvin?",tanya Garend.
"Tentu saja musuh musuh kami lalu siapa lagi dan menurutmu siapa kemungkinannya?",tanya Balik Elena Fox.
"Mungkin kah pihak GcG Tante karena Marvin pergi kali ini untuk membatalkan proyek dari GcG".
"Ya kurasa".
"Lalu apa kita perlu menemuimu mereka untuk menanyakan keberadaan Marvin".
"Kau pikir sibrengsek Carlos itu bodoh langsung mau mengatakan bahwa dia yang melakukannya".
"Maksud Tante?".
"Manusia licik seperti dia pasti akan menggunakan orang lain untuk membereskan pekerjaannya bukankah dia selalu begitu".
"Tante benar,jadi...".
"Kita diam saja dan tunggu dia bergerak yang pasti jangan sampai Khabar ini tersebar keluar maupun ke Luna".
"Tapi bagaimana kalau Luna menanyakan hal ini Tante?".
"Itu urusanmu karena kau yang sudah merahasiakan hal ini dari kami jadi kau harus bisa membuat alasan pada Luna kalau dia menanyakan tentang Marvin".
Mendengar ucapan Elena Garend harus menarik nafas karena ternyata dia yang harus menyelesaikan masalah yang dibuat Marvin.
"Lalu berapa lama Kita bisa menemukan Marvin Tante karena aku khawatir kalau mereka akan menyakiti Marvin".
__ADS_1
"Kalau dia berani menyentuh Marvin maka itu berarti mereka sudah bosan hidup Garend",jawab Elena Fox.
Ya mereka memang sudah bosan hidup karena berani menculik Marvin,bukan Elena Fox yang lebih mengerikan dari putranya itu,batin Garend dengan menatap kearah perempuan paruh baya yang terlihat tenang meski sekarang nyawa putra semata wayangnya dalam bahaya.