
Sudah lewat tengah malam tapi Luna masih belum juga bisa tidur karena memikirkan apa yang tadi dikatakan oleh Sela padanya tentang hubungannya dengan Marvin.
Entah sudah berapa kali dia membolak balikan badannya mencari posisi ternyaman agar bisa segera memejamkan matanya tapi tetap saja seolah matanya tidak mau diajak bekerja sama malam ini.
Pikiran Luna terlalu penuh oleh Marvin bahkan bayangan apa yang mereka lakukan malam pertama mereka bertemu kembali jelas tergambar diingatannya,sampai rasa sentuhan pria itu kembali bisa dia rasakan membuat Luna semakin sakit kepala dibuatnya.
Karena kesal dengan semua pikiran tidak jelasnya tentang semua hal yang berhubungan dengan Marvin lalu Luna bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamar bermaksud untuk mengambil air minum karena merasa tenggorokannya kering.
Dengan langkah gontai Luna berjalan kedapur minimalis yang ada di Apartemen yang mereka tempati itu lalu tanpa menyalakan lampu Luna langsung membuka kulkas.
Di awal dia bermaksud hanya ingin minum air dingin saja tapi waktu melihat banyak bir dingin ada didalam kulkas Luna memutuskan mengambilnya dan langsung membuka tutupnya karena dia merasa malam ini,itu yang lebih dibutuhkannya untuk menghilangkan semua pikiran tidak menentunya tentang pria yang sekarang sedang berada diluar kota itu.
Selesai menghabiskan kaleng pertama Luna mengambil lagi satu kaleng bir dingin yang ada dikulkas lalu mulai meminumnya lagi.
Setelah hampir habis kaleng bir kedua yang diminumnya Luna merasa kepalanya terasa mulai ringan sekarang.
Dengan sisa bir yang ada ditangannya Luna berjalan keruang tengah bermaksud untuk menonton televisi disana sebelum dia pergi tidur.
Dalam kondisi mulai setengah melayang karena pengaruh alkohol yang diminumnya Luna bingung melihat televisi diruangan itu ternyata sudah menyala sebelum dia berada disana.
'Siapa yang sudah menyalakan televisi disini apa ada penghuni lain dirumah ini bukannya Marvin sekarang sedang keluar kota dan belum pulang atau jangan jangan ?',gumamnya seorang diri dengan bermaksud duduk disofa tapi dia terkejut sampai berteriak keras waktu melihat Marvin yang ternyata sedang tertidur nyenyak disofa yang akan didudukinya.
"Aaaaa!!!",pekiknya dan membuat kaleng bir yang dipegang nya sampai terlempar mengenai tubuh Marvin yang sedang terlelap membuat Marvin seketika langsung terbangun karena terkejut merasa ada sesuatu yang basah mengenai tubuhnya yang hanya mengenakan piyama tidur.
"Apa ini!",teriaknya dengan sangat terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.
"Ma..maaf tuan Marvin saya tidak sengaja!".
Dengan gugup Luna mendekat kearah Marvin dan segera mengambil tisu dari meja lalu tanpa peringatan karena bingung juga terkejut karena membasahi baju yang dipakai pria itu Luna secara reflek langsung membuka kancing piyama yang dipakai pria itu dengan maksud untuk membersihkan tumpahan bir yang mengenai tubuh dan pakaian Marvin.
"Lu..Luna apa yang sedang kau lakukan?!".
Marvin terkejut dengan gerakan reflek yang dilakukan Luna sekarang padanya tanpa memperdulikan penampilannya yang hanya memakai atasan tanktop dan hotpan sangat pendek dan sedang membungkuk sangat rendah dihadapan Marvin hingga bagian depan tubuhnya bisa dilihat jelas oleh Marvin meski ruangan itu sekarang hanya menggunakan cahaya dari televisi yang menyala saja.
" Saya A..akan membersihkan badan anda dengan tisu agar tidak lengket tuan Marvin",jawab Luna tanpa mengindahkan tatapan Marvin yang fokus ke hal lain yang dilihatkan Luna didepan matanya.
__ADS_1
"Sepertinya tidak perlu Luna aku akan....".
"Biar saya lakukan tuan Marvin karena saya yang membuat anda lengket seperti ini.
Marvin sedikit kesal karena Luna memaksa melakukan hal itu dengan pemandangan menggoda yang diberikannya didepan mata Marvin sekarang membuat Marvin mulai tidak nyaman.
"Apa kau selalu seperti ini biasanya !?".
Luna yang lupa kalau sekarang dia tidak memakai kaca mata tebalnya dan tidak berpenampilan seperti Luna yang biasa langsung menatap Marvin yang juga sedang menatap kearahnya dalam jarak sangat dekat hingga membuat Marvin bisa melihat jelas wajah Luna meski dalam keremangan cahaya ruangan itu.
"Tidak saya orang yang teratur dalam segala hal tapi tadi adalah sebuah kecelakaan",terangnya dengan mencoba memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah sekarang.
"Apa kau baru minum alkohol?".
Kembali Marvin bertanya tanpa melepaskan tatapannya kewajah cantik Luna dan memang dia tidak bermaksud melepaskan tatapannya karena sekarang Luna menunjukan wajah aslinya yang tidak disadari oleh perempuan itu.
"Hanya sedikit tuan karena saya tadi tidak bisa tidur jadi waktu melihat ada alkohol didalam lemari es saya mengambilnya dan meminumnya.
"Pantas saja wajahmu terlihat merah",balas Marvin dengan menaikkan tangannya bermaksud menyentuh pipi Luna yang terlihat bersemu merah karena pengaruh alkohol yang baru saja diminumnya tadi dan terlihat sangat cantik seperti malam itu...
Deg
Juga kenyataan bahwa dia adalah pria pertama yang sudah bersama perempuan yang masih mencoba membersihkan tumpahan minuman ditubuhnya sekarang dengan gerakan sedikit slow motion.
"Maaf saya bermaksud hanya minum satu kaleng bir tapi ternyata itu tidak cukup jadi saya minum lagi tadi sambil menunggu rasa kantuk saya bermaksud ".
"Bagaimana kalau kita minum bir bersama sekarang karena kebetulan aku juga sedang butuh itu sekarang".
"Hah anda ingin minum dengan saya?!".
"Iya...tunggulah biar aku mengambilnya kebelakang".
"Tapi baju anda?!".
"Biarkan saja akan kulepas sendiri".
__ADS_1
Luna masih merasa sedikit bingung tapi Marvin sudah bangun dari sofa dan berjalan kebelakang untuk mengambil bir di kulkas.
Tak berapa lama Marvin kembali lagi keruang tengah dan melihat Luna sudah duduk disofa dengan sangat nyaman sambil menatap layar televisi yang sedang menayangkan film horor.
"Ini birnya".
"Oh...iya saya mengganti tayangannya apa anda keberatan tuan".
Marvin menggeleng dengan menjatuhkan tubuhnya disamping Luna.
"Aku tidak terfokus pada satu genre waktu menonton film karena yang penting bagiku itu bisa menghibur dan menarik".
"Sepertinya anda juga termasuk orang yang plin plan",jawab Luna dengan membuka satu kaleng bir dan mulai meminumnya.
Marvin juga melakukan hal yang sama seperti Luna dengan berusaha fokus menatap layar televisi karena setiap kali dia melirik kearah Luna pemandangan indah dari siluet tubuh Luna yang tebalut pakaian pas badan benar benar membuat darahnya sebagai pria berdesir.
"Apa itu sebuah kejahatan?".
Luna langsung menoleh kearah Marvin mendengar pertanyaan pria itu.
"Apa maksud anda?",tanyanya balik.
"Mempunyai sikap plin plan".
Luna menggeleng", Tidak tapi akan terlihat tidak profesional saat anda berbisnis".
Mendengar jawaban Luna Marvin tersenyum miring.
"Kau tau kadang itu menyenangkan".
"Maksud anda ?".
"Menjadi orang yang tidak baik,saat lelah aku perlu melakukannya karena itu membuatku tetap jadi orang normal".
"Jadi anda selama ini tidak normal begitu maksud anda?!".
__ADS_1
Mendengar itu tiba tiba Marvin mendekatkan wajahnya kearah Luna.
"Bagaimana menurutmu bukankah kau yang tau tentang kenormalan ku itu ".