Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
56. Mencoba membuat Elena Fox mengerti.


__ADS_3

Marvin berjalan masuk kedalam rumah keluarganya.


Suasana rumah tampak sunyi membuat Marvin sedikit heran sementara mobil sang mama tampak terparkir digarasi.


Marvin bermaksud menuju kamar Luna yang ada dilantai satu tapi sebelum dia mencapai kamar Luna Elena Fox menegurnya.


"Vin mama ingin bicara denganmu sekarang".


" Luna dimana ma?",tanyanya dengan ekspresi sedikit cemas.


"Dia diatas tapi sebaiknya sebelum kau kesana ayo kita bicara dulu",ajak Elena dengan berjalan menuju ruang kerjanya yang diikuti Marvin dari belakang.


"Ada apa ma?Apa ini sangat penting?", tanyanya dengan duduk di hadapan Elena.


"Lihatlah",ucap Elena dengan memberikan amplop coklat pada Marvin.


Marvin menerima amplop itu lalu membukanya dan langsung mengerutkan keningnya waktu melihat isi didalam amplop itu.


"Ini".


"Hasil penyelidikan tentang GcG group",terang Elena.


"Aku tau itu tapi apa masalahnya kalau dia bekerjasama dengan perusahaan Thomson Grand?".


"Huffft,Inilah kenapa aku sulit melepaskan mu Vin,karena kau kurang peka".


"Bukan begitu ma .Dari hasil penyelidikan tentang kerjasama mereka ini tidak ada hal yang aneh sama sekali lalu apa yang harus aku khawatir kan selain itu untuk sementara ini perusahaan kita tidak punya hubungan bisnis langsung dengan mereka".


"Aku tau tapi berhati hati tidak ada salahnya kan apalagi kedua orang itu pernah punya masalah serius dengan kita".


"Mama yang membuat masalah itu menjadi sangat serius bukan?".


"Apa maksud ucapanmu barusan!",hardik Elena kesal.


"Waktu dengan pihak GcG aku ingin kita membicarakannya dulu baik baik tapi mama berkeras bahwa mereka pihak yang tidak bisa diajak bicara jadi mama mengambil jalan penghancuran membuat mereka banyak mendapat kerugian karenanya ".


"Itu karena selain mereka menyerobot beberapa proyek kita mereka juga mengkambing hitamkan kita pada masalah proyek yang bermasalah saat itu hingga perusahaan kita lumayan merugi. Selain itu nama baik perusahaan kita juga dipertaruhkan saat itu dan kau bilang mamamu ini pembuat masalah!".


"Ma bukan begitu maksudku semua masalah itu pasti bisa diselesaikan dengan kepala dingin jadi aku ingin...".


"Lalu bagaimana dengan istrimu yang dibawa kabur si brengsek anak Thomson Grand waktu itu apa kau bilang mama juga salah?!".


Marvin menghela nafasnya keras.


"Ma istirahatlah".


"Aku sudah beristirahat dari tadi jangan menyuruhku beristirahat terus!".


"Bukan itu,tapi berhenti ikut campur dalam urusan pekerjaan percayalah padaku dan nikmati masa tua mama. Lakukan hal positif yang mama suka jangan memikirkan lagi tentang perusahaan biar aku yang menanganinya".


"Kau belum bisa dipercaya!".

__ADS_1


"Karena itu beri aku kesempatan ma biar mama bisa percaya padaku".


Elena menghela nafas balik karena merasa kesal dengan sikap Marvin.


"Sulit",dengusnya dengan kesal.


"Baiklah akan aku buktikan ucapanku supaya mama percaya".


"Lalu apa kau sudah menyelidiki tentang sekretaris barumu yang pernah bekerja di GcG itu".


"Ya, mama tenang saja untuk urusan itu aku sudah mengatasinya".


"Kau selalu seperti itu tapi kemudian kalah selangkah dari musuh mu".


"Sebenarnya aku hanya lebih perhitungan itu saja ma".


" Itu hanya istilah mu dalam membela diri",gerutu Elena Fox.


"Itu pendapat mama tentang sikapku selama ini.Oh iya karena kita sedang bicara aku ingin meminta mama berhenti memaksa Luna ".


"Apa maksudmu kapan aku memaksanya?".


"Ma...berhentilah membuat Luna sibuk tidak jelas seperti itu karena aku tidak tega".


"Itu bukan sibuk tidak jelas, tapi aku berusaha membuatnya bisa menjadi istrimu yang sebenarnya".


"Aku tidak ingin Luna menjadi istri yang seperti itu ma tapi aku ingin....".


"Bukan, tapi aku ingin dia melakukan apa yang dia sukai agar dia bahagia ma".


"Apa maksudmu yang dia sukai apa dia tidak suka menjadi istri yang pantas untukmu?".


"Dia selalu pantas untukku hanya tidak perlu memantaskan diri biarlah dia tetap menjadi Luna yang sekarang karena itu yang kucintai darinya ma".


"Isi otak yang sulit",gerutu Elena Fox kesal.


"Yang pasti berhenti memaksanya menuruti keinginan mama lagi dan kalau mama tidak mau mendengarkan aku kali ini aku akan membawa Luna kembali kerumahku!",ancam Marvin lalu keluar dari ruang kerja Elena Fox.


"Dasar anak keras kepala",gerutunya dengan mengambil berkas yang tadi dilihat Marvin.


"Kenapa dia sama sekali tidak khawatir dengan hal ini",gumam Elena Fox pada dirinya sendiri lalu menutup berkas itu dan menyimpannya dilaci.


lalu menguncinya baru setelah itu keluar dari ruang kerjanya.


***


Marvin membuka pintu kamarnya dan mendapati Luna ternyata sudah tidur diranjang.Mungkin kelelahan karena harus mengikuti Elena Fox kesana kemari setiap hari.


Marvin mendekat keranjang lalu membungkuk untuk mengecup dahi Luna baru bermaksud mandi, tapi belum sempat dia beranjak dari tempat nya Luna tiba tiba bangun.


"Vin kamu sudah pulang?",tanyanya dengan suara parau khas bangun tidur.

__ADS_1


"Iya kalau aku lelah tidurlah lagi karena aku akan mandi sekarang",jawab Marvin dengan melepas baju kerjanya.


"Tapi aku tidak ingin tidur lagi sekarang",jawab Luna dengan duduk diranjang.


"Lalu apa yang ingin kau lakukan?".


"Aku lapar tapi seperti nya waktu makan malam sudah lewat sekarang".


"Kalau begitu mari kita makan setelah aku selesai mandi",ajak Marvin dengan masuk kekamar mandi.


Marvin segera menyelesaikan mandinya karena khawatir Luna kelaparan.


"Kau ingin makan apa ?",tawar Marvin dengan mengajak Luna keluar dari kamar.


"Apa saja",jawab Luna.


"Kalau begitu kita pergi kerestoran 24jam. bagaimana ?".


Luna hanya mengangguk.


Kemudia mereka keluar dengan mengendarai mobil.


"Sudah lama ya kita tidak pergi berdua seperti ini sayang",ucap Marvin dengan menatap kearah Luna.


"Ya, terakhir kali bahkan aku lupa kapan".


"Sepertinya akhir akhir ini waktu kita terlalu tersita untuk hal yang tidak berguna".


"Maksudmu Vin?".


"Pekerjaan pekerjaan dan pandangan orang, bahkan karena hal itu kita sampai tidak berpikir untuk pergi berlibur seperti pasangan pada umumnya".


Luna terdiam dan memilih menatap kejalan yang mereka lewati.


"Aku sudah bicara dengan mama tadi".


"Masalah apa?",tanya Luna dengan menoleh kearah Marvin.


"Aku meminta mama untuk berhenti memaksamu menuruti keinginannya terus menerus".


"Tapi aku tidak terpaksa Vin".


Marvin mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Luna.


"Sayang sudah kukatakan aku mencintaimu bukan? Dan aku tidak main main dengan pernyataan ku padamu jadi berhenti menjadi baik didepan orang lain jadilah Luna ku sendiri apa kau mengerti".


Luna terdiam dia tidak menyangka ternyata selama ini Marvin sangat memikirkannya dalam segala hal sementara dia hanya sibuk berpikir bagaimana caranya bisa diterima dikeluarga Marvin,terutama oleh sang mama Elena Fox.Sampai dia lupa kalau dia adalah istri Marvin.


"Terimakasih kamu begitu perduli padaku Vin,Aku juga mencintaimu",ucap Luna tiba tiba dengan memeluk lengan Marvin.


Maaf baru Up ya 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2