Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
24.Terpaksa Setuju.


__ADS_3

Luna menarik nafas keras dan akhirnya mengangguk.


"Baiklah ayo kita coba",jawabnya dengan lemah.


"Apa yang kita coba?",tanya Marvin lagi.


"Vin!berhenti membuatku kesal atau aku akan membatalkan persetujuanku sekarang!",ancam Luna dengan menatap Marvin tajam.


"Kau tidak akan punya kesempatan itu sekarang",jawab Marvin dengan bangkit dari duduknya lalu mengangkat tubuh Luna tanpa aba aba membuat Luna kembali terpekik terkejut dengan apa yang dilakukan Marvin.


"Vin apa yang kau lakukan?!".


"Menghentikanmu berubah pikiran",jawab Marvin lalu berjalan menuju kearah kamarnya dengan Luna masih tetap dalam gendongannya.


"Kau membawaku kemana?",tanya Luna terkejut waktu Marvin mulai membuka pintu kamar miliknya.


"Kekamar kita",balas Marvin.


"Kenapa tidak tidur dikamar ku saja".


"Dikamarku lebih nyaman karena tidak ada bajumu jadi kau tidak punya alasan untuk tetap memakai baju waktu kita tidur nanti".


"Dasar mesum!",hardik Luna kesal.


"Tapi kau pasti akan suka dengan kemesumanku nanti",balas Marvin dengan memagut bibir Luna masih dengan Luna dalam gendongannya dan dengan terpaksa Luna harus mengeratkan pegangannya dikedua bahu Marvin agar tidak jatuh karena Marvin semakin memperdalam pagutannya sambil melangkah kedalam kamarnya dan tidak berhenti sampai mereka tiba didekat ranjang besar milik pria itu.


"Vin...stop..",pinta Luna karena merasa nafasnya mulai tersengal sengal akibat ciuman bibir mereka barusan.


"Bagaimana kalau aku bilang tidak bisa Luna",balas Marvin dengan menarik paksa sweater tebal yang dipakai Luna dibalik kemeja kerjanya.


"Tapi kau bilang hanya akan tidur bersamaku saja malam ini".


Mendengar itu Marvin menegakkan tubuhnya dari posisinya dan menghela nafas keras.


"Baiklah kalau begitu buang semua pakaian menyebalkanmu itu sekarang sebelum kita tidur",perintah Marvin dengan nada kesal tapi menuruti keinginan Luna.

__ADS_1


Meski Luna tau Marvin sedang kecewa tapi Luna tidak belum ingin mengalah dengan mengiyakan keinginan Marvin yang ingin bercinta dengannya malam ini,sebelum dia yakin dengan ketulusan Marvin padanya.


"Baik lah aku akan melepaskannya dikamar mandi sekarang",ucapnya dengan segera bangkit dari ranjang sebelum Marvin menerkamnya lagi.


Marvin membiarkan Luna masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sementara dia memilih keluar kebalkon untuk sekedar mencari udara segar karena rasa pengap yang dirasakannya akibat harus menahan hasratnya pada Luna sekarang.


Marvin menghidupkan sebatang rokok sambil menunggu Luna membersihkan diri sambil bersandar dipagar balkon Apartemen mereka dan mencoba berpikir tentang Luna.


'Sepertinya ada rahasia yang membuatnya harus melakukan penyamaran konyol itu dan mungkin juga alasan kenapa dia tiba tiba mengajak pria asing yang baru ditemuinya untuk tidur dengannya malam itu ada hubungannya dengan penyamarannya sekarang,batin Marvin dengan menghisap rokok miliknya dan menghembuskan asapnya keudara.


"Vin aku sudah selesai"panggil Luna dari pintu balkon tanpa berani mendekat kearah pria itu yang sekarang hanya mengenakan celana panjangnya tanpa kemejanya lagi .


Marvin menoleh"Kau ingin mengobrol sebentar dengan ku sebelum kita tidur",tawar Marvin dengan mematikan rokok ditangannya sebagai bentuk undangan pada Luna agar mendekat kearahnya.


"Kau tidak membersihkan diri dulu bukankah kau juga sudah bekerja seharian tadi".


"Nanti saja kemarilah sekarang",pinta Marvin lagi dengan berjalan mendekat kearah Luna yang hanya mengenakan jubah mandi sekarang.


Luna perlahan berjalan mendekat kearah Marvin dan ikut berdiri dipagar balkon bersama pria itu.


"Bukankah sekarang sudah ada",jawab Marvin dengan mendekat kearah Luna dan memeluk perempuan itu dari belakang lalu mulai mengendus leher Luna yang harum Karena baru selesai mandi.


"Vin hentikan apa yang kau lakukan?",protes Luna merasa geli juga sedikit gugup merasakan apa yang dilakukan Marvin pada tengkuknya.


"Kau harum aku suka",jawab Marvin dengan memutar tubuh Luna menghadap kearahnya.


"Aku baru selesai mandi tentu saja masih harum",balas Luna berusaha tidak menatap kearah dada Marvin yang telanjang.


"Tapi kau memang selalu harum parfum apa yang biasa kau pakai?",tanyanya Lagi dengan kembali mengendus leher Luna dan mulai mengecupnya.


"Itu...hanya parfum biasa yang selalu aku pakai bukan dari merek terkenal",jawab Luna karena mulai merasa berdesir dengan apa yang dilakukan Marvin padanya.


"Harum dan lembut",gumam Marvin dengan mulai menyesap dan menjilat kulit leher Luna membuat Luna harus menggigit bibirnya untuk menahan rasa gelenyar aneh yang menjalari tubuhnya sekarang.


"Vin..."Desis Luna dengan tanpa sadar sudah mendongakkan kepalanya membuat bibir Marvin semakin leluasa menciumi leher putih jenjang milik Luna dengan sesekali sengaja memberikan tandanya disana.

__ADS_1


"Hemmm... Luna....",panggilnya dengan suara setengah mendesis karena gairahnya yang mulai naik sekarang.


Marvin menatap wajah Cantik Luna yang juga mulai diliputi Gairah sama sepertinya.


" Kau cantik....",pujinya dengan mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah mulus Luna dengan lembut dan gerakan pelan membuat Luna tanpa sadar memejamkan matanya untuk menikmati sensasi aneh dari gerakan jemari Marvin yang ada diwajahnya.


"Vin...",desis Luna dengan tangan tanpa sadar juga mulai menyusuri dada telajang Marvin.


"Kau suka?",tanya Marvin dengan mengecup sudut bibir Luna dan sedikit menggigit tepi bibir perempuan itu dengan gemas.


"Hah....".


Luna terlalu fokus dengan rasa dari gerakan tangan mereka hingga otaknya seolah tertutup kabut tebal jadi tidak bisa mencerna ucapan Marvin dengan benar.


"Kalau kau suka kau boleh terus merabanya dan aku akan melakukan hal yang sama padamu karena aku benar benar menyukai apa yang kau lakukan sekarang".


"Iya ...",jawabnya Lirih dengan terus menggerakkan jari jari lentiknya didada Marvin dengan gerakan semakin berani membuat Marvin tanpa sadar mendesis pelan.


"Luna....",desisnya dengan menekankan erat tubuh mereka hingga tak berjarak lagi sekarang.


"Aku menginginkanmu dan tidak bisa menahannya lagi",bisiknya dengan suara mulai parau ditelinga perempuan itu dengan sengaja. memberikan gigitan gemas waktu mengatakannya.


Luna sedikit terhenyak mendengar apa yang diucapkan Marvin ditelinga nya tapi Marvin tidak ingin menunggu lagi tanpa menunggu persetujuan Luna Marvin mengangkat tubuh Luna lalu membawanya ke ranjang.


Kali ini Luna membiarkan Marvin melakukan itu padanya dan tidak berniat menolaknya karena apa yang diucapkan Marvin itu juga sebenarnya juga yang diinginkannya sekarang bersama pria itu.


Marvin meletakkan tubuh Luna diranjang dengan sedikit kasar seolah tidak sabar ingin segera bisa menyentuh tubuh Luna.


"Aku tidak ingin berhenti sekarang Luna",ucapnya dengan menarik lepas tali jubah mandi yang dipakai Luna sengaja dengan gerakan sedikit pelan sambil menunggu reaksi Luna.


Luna diam dengan pandangan fokus kearah Marvin yang juga fokus menatapnya seolah sedang menunggu persetujuan darinya tentang apa yang akan dilakukannya sekarang pada tubuhnya.


Setelah cukup lama terdiam akhirnya Luna memberikan jawabannya.


"Ya...jangan berhenti Vin...karena. aku juga menginginkannya sekarang",jawabnya dengan sengaja menarik tubuh Marvin keranjang.

__ADS_1


Tinggalkan Like kalian dan Komentar kalian juga reader 🥰🥰


__ADS_2