
Luna berjalan turun dari taksi yang dinaikinya.Waktu akan berjalan masuk kedalam Restoran Luna terkejut karena ada yang memanggilnya.
"Nona Luna apa khabar?",sapa Peter ramah pada Luna.
"Pe...eh maaf siapa anda? apa kita saling kenal?",tanya Luna terkejut karena orang kepercayaan Daddynya itu masih mengenalinya meski dia sudah merubah penampilannya sekarang
"Nona Luna anda pasti tau siapa saya dan sekarang anda hanya sedang pura pura tidak kenal pada saya".
"Kurasa kau salah orang aku memang bernama Luna tapi....".
"Saya adalah salah satu orang yang paling tau siapa anda selain Mery yang sudah mengasuh anda dari kecil".
Mendengar itu reflek Luna menarik Peter menjauh dari depan restoran.
"Mari kita bicara Peter",pintanya yang diangguki oleh pria setengah baya itu.
Setelah sampai ditempat agak sepi Luna mematikan ponselnya karena khawatir Marvin atau mamanya akan menghubunginya sebelum dia membereskan urusannya dengan Peter.
"Apa kau kemari karena perintah dari Daddyku Peter?",tanya Luna to the poin dengan menatap Peter tajam.Meski dia marah pada Daddynya yang telah tega memaksa menjodohkannya dengan pria yang tidak dikenalnya tapi kalau dengan Peter dia tidak pernah tega karena pria ini dan Mery adiknya yang sudah menggantikan posisi kedua orang tuanya selama ini, terutama kekosongan sang Daddy yang terlalu sibuk dengan bisnisnya selama ini.
"Benar nona,tapi selain itu saya juga mengemban pesan dari Mery yang mengkhawatirkan anda karena kabur begitu saja hari itu".
"Terimakasih untuk rasa perdulimu dan Mery Peter tapi kau tau apa alasanku sampai kabur bukan?",ucap Luna pada Peter.
"Saya tau nona tapi banyak hal yang belum Anda tau tentang identitas pria yang akan menikah dengan anda waktu itu tapi anda sudah memutuskan untuk langsung kabur".
"Itu kulakukan karena aku yakin Daddy akan menjualku ke rekan bisnisnya dan aku tidak ingin melakukan pernikahan terpaksa seperti itu Peter".
__ADS_1
"Sebenarnya saya ingin mengatakannya semuanya sekarang tapi saya rasa saya tidak punya hak untuk itu karena saya hanya pegawai tuan Dion jadi maukah anda ikut pulang dengan saya secara baik baik nona karena tuan Dion sangat mengkhawatirkan kondisi anda".Luna menghela nafas mendengar itu.
"Kau tau aku tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan itu Peter jadi maukah kau mengatakan pada Daddyku kalau aku tidak ingin pulang lagi kerumah sekarang".
"Tapi nona...".
"Peter kumohon...biarkan aku bebas tanpa harus berada dalam kekangan Daddy".
"Nona...tuan Dion melakukan ini karena beliau sangat mencintai anda meski cara yang beliau lakukan tidak sesuai dengan.pemikiran anda".
"Peter...Daddyku sudah lama tidak perduli padaku, bahkan kau tau sejak mamaku meninggal lebih 15 tahun yang lalu kau dan Mery yang sudah menggantikan posisinya dihidupku,jadi sekarang jangan memintaku untuk menuruti keinginan pria yang hanya statusnya saja sebagai Dadyku tapi tidak pernah melakukan perannya itu".
Mendengar apa yang diucapkan Luna wajah Peter berubah antara bingung dan sedih tapi Luna tidak perduli karena dia tau kalau kali ini dia mau ikut baik baik kembali kerumah bersama Peter maka kesempatannya untuk bebas selamanya akan hilang jadi setelah mengatakan itu dia berjalan bermaksud pergi meninggalkan Peter.
"Nona Luna",panggil Peter membuat Luna berbalik bermaksud memberi pria itu penjelasan lagi tapi sebelum itu terjadi tiba tiba Peter menariknya kemudian membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah diberi sesuatu membuat Luna terkejut dengan apa yang dilakukan Pria itu sebelum akhirnya jatuh pingsan dalam pelukan Peter.
Setelah mengatakan hal itu pada Luna Peter lalu membopong tubuh Luna kedalam mobilnya yang berada tidak jauh dari tempat mereka bicara sekarang untuk membawa nona mudanya kembali kekediaman Dion Lancaster.
***
Luna terbangun dengan kepala terasa pusing.
"Nona Luna anda sudah bangun?",sapa suara lembut seorang perempuan yang sangat dikenalnya membuat Luna langsung membuka matanya.
"Mery!",panggilnya waktu melihat perempuan setengah tua yang selama ini menjadi pengasuhnya sedang duduk disamping tempat tidurnya.
"Iya ini saya senang bisa melihat anda baik baik saja lagi seperti sekarang",jawabnya dengan meraih tangan Luna dan menggenggamnya dengan perasaan sayang seperti biasanya.
__ADS_1
Perlahan Luna bangkit dari posisi tidurnya dan duduk dengan bersandar disandaran ranjangnya.
"Apa Peter yang membawaku kemari Mery?", tanya Luna dengan mengamati sekelilingnya yang disadarinya sekarang dia sedang berada dikamarnya sendiri.
"Benar dan anda tenang saja nona Luna saya sudah memarahi Peter karena Peter sudah tega melakukan hal gila itu untuk membawa anda kembali".
Mendengar apa yang dikatakan Mery tanpa sadar Luna tertawa karena dia tau bagaimana biasanya Mery kalau sedang mengomel pada saudara laki-lakinya itu.
"Pasti dia sangat merasa bersalah padaku benar begitu Mery?".
"Anda benar karena itu dia tidak berani muncul disini sekarang tapi sejujurnya beberapa kali dia bertanya pada saya apakah anda sudah sadar karena khawatir dia terlalu banyak memberikan obat bius disaputangan yang dipakai nya untuk membekap anda kemarin".
"Dia pasti terpaksa melakukannya karena perintah Daddy Mery jadi jangan terlalu marah padanya.Ini juga bukan murni kesalahannya aku yang sudah membuatnya kesusahan sampai dia tega melakukan itu padaku".
"Jadi anda tidak marah pada Peter nona?",tanya Mery dengan ekspresi lega.
Luna menggeleng,"Tapi aku tetap marah karena dia mau menuruti perintah gila Daddy dan Daddy melakukan ini padaku apa karena masih berniat akan menikahkan ku dengan rekan bisnisnya seperti waktu itu Mery".
Meri menggeleng,"Saya tidak tau nona dan saya harap tidak",jawab Mery dengan nada tidak suka.
"Tapi kau tau bagaimana Daddy bukan Mery dia tidak pernah mau mendengarkan pendapat orang lain siapapun itu",ucap Luna dengan sendu mengingat bagaimana sikap Daddynya selama ini padanya dan pada para pegawai setianya seperti Peter dan Mery yang selalu ada untuk keluarganya.
Mendengar apa yang dikatakan Luan perempuan setengah baya dengan tubuh sedikit berisi itu sedikit berdiri dari duduknya disamping ranjang Luna lalu memeluk tubuh Luna.
"Kali ini saya akan membela anda dengan seluruh kemampuan saya kalau tuan Dion tetap memaksa anda melakukan pernikahan paksa hanya demi perusahaan beliau nona Luna",ucap Mery dengan ekspresi penuh semangat yang membuat Luna langsung membalas pelukan perempuan itu dengan sama eratnya.
"Terimakasih Mery karena selalu berada dipihakku",jawab Luna dengan membelai sayang punggung perempuan itu.
__ADS_1
Maaf baru Up reader๐๐๐