Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
25.Dalam Keadaan Sadar.


__ADS_3

Mendengar persetujuan Luna Marvin tidak ingin menunda lagi khawatir Luna akan kembali berubah pikiran seperti tadi.


"Aku tidak akan berhenti lagi sekarang",ucapnya dengan mulai mengecup bibir Luna lembut sementara tangan mulai menarik lepas batrobe yang dipakai oleh Luna sekarang.


Luna memilih memejamkan matanya menikmati sensasi berdesir dari kecupan Marvin dibibirnya.


Kecupan Marvin yang semula lembut perlahan berubah menjadi semakin menuntut dan panas sementara tangannya sibuk menyentuh bagian bagian tubuh Luna dengan sentuhan seorang ahli membuat Luna semakin dibuat terbuai oleh apa yang dilakukan Marvin padanya dan tanpa bisa ditahan bibirnya mengeluarkan erangan kecil yang membuat Marvin semakin liar menciumi Luna bukan hanya dibibir tapi juga diselangka leher dan tulang belikatnya dengan sekali kali memberikan gigitan kecil yang membuat Luna semakin terbuai dan terlena dengan apa yang dilakukan Marvin padanya.


"Vin....."desisnya lagi waktu tangan Marvin memberikan sentuhan dibagian dadanya dengan meremas dan setengah mencubit yang membuat Gairah dalam tubuh Luna semakin meningkat dan tanpa sadar dia semakin kuat mencengkramkan kedua lengannya dipundak pria itu menahan sensasi yang diakibatkan apa yang dilakukan tangan pria itu ditubuhnya sekarang yang seperti terbakar hebat.


"Luna....aku ingin memilikimu sekarang...",ucap Marvin dengan menatap wajah Luna yang berkabut dan nafas sedikit terengah karena gairah yang dirasakannya.


Mendengar ucapan Marvin Luna hanya mengangguk tanpa ada niat sedikit pun untuk menolah karena itu juga yang diinginkannya sekarang dari pria itu.


Menerima anggukan dari Luna Marvin segera melepaskan sisa pakaian yang masih menempel ditubuhnya lalu kembali menundukan wajahnya dan mulai memagut lagi bibir Luna tapi kali ini bukan pagutan lembut seperti diawal tapi pagutan penuh tuntutan yang meminta Luna membalas apa yang dilakukannya sekarang.


Luna mencengkram kuat rambut pria itu waktu Marvin mulai menyesap kedua puncak dadanya secara bergantian dengan sangat rakus seperti seorang bayi yang sedang meminum asi pada ibunya sementara tangannya menyentuh dan membelai semua Bagian tubuh Luna tanpa terkecuali,membuat Luna benar benar menggila dan hanya bisa mendesis keras sebagai balasan dari apa yang dilakukan Marvin padanya.


"Vin...",desis Luna dengan nafas tertahan waktu Marvin menyentuh bagian paling bawah tubuhnya dengan mulutnya dan mulai bermain disana tanpa perduli Luna yang berusaha menutupkan kedua pahanya karena merasa malu dengan apa yang Marvin lakukan sekarang padanya.


"Kenapa?....",tanya Marvin dengan mendongakkan wajahnya kearah Luna yang terlihat menahan nafasnya.

__ADS_1


"Itu....aku merasa malu....",jawabnya dengan membuang wajahnya kesamping agar Marvin tidak melihat wajah merahnya.


"Tapi aku suka...Luna jadi biarkan aku melakukannya...",pinta Marvin dengan perlahan kembali membuka kedua kaki Luna dan mulai melakukan lagi apa yang tadi sudah dilakukannya dibagian itu.


Awalnya Luna masih berusaha menolak apa yang Marvin lakukan tapi dengan rayuan seorang ahli Marvin bisa membuat Luna membuka kedua kakinya sendiri dan membiarkan Marvin dengan leluasa menciumi bagian tubuh Luna yang paling pribadi itu.


"Vin...."desisnya lagi dengan nafas yang terengah keras waktu Marvin mulai memposisikan tubuhnya bersiap untuk mulai melakukan penyatuan mereka malam itu.


"Aku akan melakukannya sekarang....",ucapnya dengan nafas tak kalah terengah seperti Luna karena tidak sabar ingin merasakan penyatuan mereka lagi seperti malam itu.


Luna tidak bisa berpikir lagi waktu Marvin mengatakan itu padanya karena otaknya sudah kosong melayang dipenuhi kabut tebal dengan rasa tubuh berdesir dan berdebar tidak karuan dan hanya bisa mengeluarkan era*an kerasnya saat merasakan Marvin mulai menyatukan bagian bawah tubuh mereka berdua.


Ada rasa perih dan sedikit sakit tapi tidak teramat sangat, tapi tetap saja dia harus mencengkram kuat bahu Marvin sebagai tumpuannya waktu Marvin menyatukan tubuh mereka semakin dalam dengan setengah memaksa mungkin karena miliknya sedikit kesulitan menebus masuk karena milik Luna baru dua kali dimasuki benda sebesar miliknya itu.


Marvin memilih menciumi lagi bibir Luna agar perempuan itu bisa melupakan rasa tidak nyaman dibagian bawah tubuhnya dan tidak bergerak dulu sampai Luna melupakan rasa itu agar mereka berdua bisa sama sama menikmati apa yang mereka lakukan sekarang.


Benar saja Luna mulai melupakan rasa sakit itu dengan mulai membalas lagi ciuman yang diberikan pria itu membuat Marvin perlahan mulai berani menggerakkan bagian bawah mereka yang sudah terasa berkedut akibat pijatan yang dirasakannya dari milik Luna.


Awalnya Marvin masih berusaha menahan diri dengan bergerak perlahan agar Luna tidak merasakan sakit tapi dia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya lagi dan kalah oleh hasratnya yang ingin bergerak semakin cepat dibagian itu.


Gerakan Marvin sudah tidak terkendali lagi seolah sekarang dia ingin memakan habis Luna yang seperti sebuah makanan ternikmat baginya yang ingin dilahapnya sampai habis.

__ADS_1


Luna sudah membuatnya candu sejak pertemuan pertama mereka malam itu sampai dia yang biasanya rasional juga kehilangan akal sehatnya dengan menawarkan melakukan one night stand dengan Luna yang menurutnya sangat cantik dan dia harus memilikinya itulah isi otaknya malam itu dan juga malam ini.


"Luna...",erang Marvin dengan mempercepat gerakan penyatuan mereka hingga tubuh mereka berguncang hebat setiap kali Marvin menghentakkan tubuhnya maju mundur.


"Vin...aku....".


Luna tidak bisa lagi mengatakan apa yang dirasakannya tapi memilih mencengkram erat bahu Marvin sebagai tumpuan waktu merasa sesuatu akan meledak dari dalam dirinya.


"Kita keluarkan bersama....",balas Marvin dengan semakin mempercepat tempo gerakannya karena merasa miliknya juga mulai berkedut menandakan akan meledak seperti milik Luna.


Tubuh mereka berdua mengejang hebat saat merasakan ledakan hebat yang menyembur keluar dari penyatuan yang mereka lakukan sekarang.


Marvin kembali memagut dalam bibir Luna saat milik mereka keluar secara bersama dan baru melepaskan pagutannya dengan nafas memburu waktu akhirnya gelombang ledakan besar itu berakhir.


Marvin menggulingkan tubuhnya dan menarik Luna keatasnya lalu memeluknya erat sebagai akhir dari pelepasan yang baru saja mereka berdua lakukan.


"Terimakasih sayang",ucapnya dengan mengecup lama dahi Luna dan tetap memeluknya seperti itu meski gelombang huforia dari tubuh mereka berdua perlahan lahan menghilang.


"Vin",panggil Luna dengan bermaksud bangkit dari posisinya sekarang tapi ditolak Marvin dengan semakin mengeratkan pelukannya ketubuh perempuan itu.


"Biarkan saja seperti ini karena rasanya sangat nyaman",ucapnya dengan kembali mengecup puncak kepala Luna.

__ADS_1


Mohon tinggalkan like kalian reader 🥰


__ADS_2