Polisi Dan Akuntan

Polisi Dan Akuntan
106


__ADS_3

Hari sudah mulai sore , kami bersiap siap untuk pulang. Queen yang masih nyaman main bersama mama nya darrel dan kak davina.


“ Tante , kak , makasih ya sudah mau terima ara dan queen di keluarga ini. Padahal ara hanya lah seoranf janda beranak satu “ kataku memulai pembicaraan


“ Janda itu bukan pilihan sayang, tidak ada orang yang mau menjadi janda. Itu sudah takdir. Mama tidak pernah memilih siapa yang harus menjadi pasangan nya darrel, asal anak mama bahagia mama pun ikut bahagia “ kata mama darrel membuat ku terharu


“ Darrel itu sulit untuk jatuh cinta ra, kakak tau dia sangat mencintai mu bahkan dari dulu kalian masih kuliah. Kakak tau semua ceritanya , maaf kan adek kakak kalau dulu dia menyakiti mu” kata kak davina


“ Tidak kak, salah ara juga. Ara yang gak paham kalau semua perkataan darrel itu serius. Ara malah ninggalin dia menikah dengan yang lain “ kata ku merasa bersalah


“ Sudah tak apa. Yang ter penting sekarang kalian bertemu lagi. Allah itu tau waktu yang tepat untuk kalian berjodoh “ kata kak davina mengelus bahu ku


“ Sayang, udah ayo kita pulang. Queen masih seru ya sama eyang ? “ Darrel menghampiri kami


“ Iya om , kita mau pulang ya ? “ kata queen


“ Iya , nanti kalau mama queen sama om sudah menikah kita nginep disini ya ? “ kata darrel

__ADS_1


“ Oke deh om , iyang win pulang dulu ya. Mami, win pulang ya ? “ queen pamitan ke mama dan kakak nya darrel. Kak davina yang meminta di panggil mami Dan mas arga meminta dinpanggil pagi


“ Padahal eyang senang ada teman di rumah jadi rame, nanti kapan kapan nginep ya sayang ? “ kata mama darrel seraya mencium pipi gembul nya queen


“ Iya cantik , hati hati ya sayang. Doakan anak mami yang di dalam perut cantik sepertimu ya “ kata kak davina yang ikut mencium queen


“ Oke iyang Oke mami …. “ kata queen mengacung kan jempol


“ Ayo sayang pamit sama eyang kung dan papi “ kata darrel menggendong queen


Setelah pamitan selesai, kami memasuki mobil .


“ Siapppp bos “ kata darrel hormat


Perlahan mobil melaju keluar dari halaman rumah orang tua darrel.


“ Gimana orang tua aku ? Gak seserem yang kamu bayangin kan ? “ Tanya darrel

__ADS_1


“ Hehe iya , makasih ya keluarga kamu sudah baik banget menerima ku dan queen “ jawabku


“ Sama sama sayangggg . Eh queen bobok lagi ya ? Hemmm dasar gembul kebo nih “ kata darrel seraya mencubit gemas pipi queen


“ Nikah kantor ribet gak rel ? Aku kan janda , gimana ? “ tanyaku


“ Tidak kok, kamu terima beres saja. Aku yang siapin semua ya Ibu Bhayangkariku “ kata darrel seraya mencium tangan ku yang sedari tadi di genggam nya


“ Hemmm mulai deh genit, sudah kamu fokus nyetir saja biar kita cepat sampai terus istirahat besok kerja lagi hufftttt “ kataku mengeluh


“ Nanti kalau sudah nikah kamu masih tetap kerja ra ? “ tanya darrel


“ Kalau kamu izinin ya kerja kalau enggak ya sudah aku di rumah saja jadi team rebahan dan shopping hahahah “ kata ku terkekeh aku jadi teringat ajakan mama dan kak davina


“ Kalau gak repot nanti ya kamu kerja gak papa kok biar gak bosen di rumah, tapi kalau sudah repot dan kamu hamil nanti gak usah kerja aja deh “


“ Idih udah pengen ngamilin aja pak ? “ hahahahha

__ADS_1


Bahagia itu sederhana


Di terima dan di hargai orang terdekat saja rasanya sudah bahagia sekali


__ADS_2