
15 tahun kemudian
Darrel Pov
“ Papaaa ….. Mama …….. cepetan siniii “ teriak Raja
Raja adalah anak ketiga dari pasangan Ara dan Darrel
Dua tahun setelah Princess lahir , lahir lah seorang anak laki laki kami yang sangat tampan yang diberi nama Raja Athalla Pratama yang artinya Raja karunia allah yang pertama. Ya setelah diberikan karunia dua orang ratu, ini karunia raja yang pertama untuk kami.
“ Ya allah nak, ada apa sih kok teriak teriak gitu ? “ aku dan istriku berlari keuar rumah dengan wajah yang cemas
“ Lihat ma , kak inces gak mau satu mobil dengan kak queen. Kak queen di suruh naik taksi “ kata raja sambil menunjuk kakak nya yang sudah turun dari mobil di depan pagar rumah kami
“ Benar itu inces ? “ Tanyaku dengan suara tegas.
“ Enggak kok pah, raja salah sangka. Queen turun karna tadi lupa hp queen sepertinya ketinggalan, tapi ternyata di tas hehehe. Kamu gak boleh begitu ja, ntar kak inces jadi di marahi papa loh “ yang menjawab pertanyaan ku bukan nya inces, tapi malah queen.
Syukur lah kalau begitu kejadian nya aku lega. Aku belakangan ini memang sering melihat inces memandang tak suka ke arah queen entah apa sebab nya. Tapi mungkin aku salah
“ Benar Ma pa, raja aja sook tauuu huu dasar tukang ngadu. Udah ayo kak buruan masuk lagi ke mobil kita udah hampir telat nih “ kata inces ketus
“ Ya sudah hati hati kalian, yang akur ya nak. Raja kamu sekolah yang bener jangan suka mengadu domba kakak kakak mu “ peringatan yang diberi istriku membuat ketiga anak ku mengangguk
“ Iya maa “ jawab mereka bertiga kompak
Mereka bertiga selalu pergi bersama karena kebetulan sekolah Raja dan inces sama sedang kan Queen bersebelahan dengan sekolah mereka. Mereka diantar oleh supir pribadi yang sudah lama bekerja dengan kami.
Queen yang saat ini sudah menduduki kelas 3 SMA , Inces kelas 3 SMP sedang kan Raja kelas 1 SMP. Anak anak ku selalu mendapat juara di sekolah, tetapi queen yang lebih unggul. Dia selalu mempertahan kan juara umum nya sejak di bangku sekolah dasar.
Seperti janji ku dulu, walau pun sudah ada darah daging ku namun aku tak pernah membedakan queen dengan anak ku yaang lain. Malah aku terlihat lebih menyayangi queen. Aku menyayangi nya karna aku merasa dia yang sangat butuh sosok ayah, sejak bayi ayah nya sudah meninggal kan dia untuk selamanya.
“ Pa, ayo masuk kok bengong sih “ istriku menegur ku yang sedang melamun
“ Eh iya sayang ayo… “ aku merangkul bahu istriku membawa nya ke halaman belakang. Kami duduk memandang ke arah kolam renang.
Hari ini aku sedang libur, jadi bisa menikmati waktu berdua dengan istriku
“ Pa, belakangan ini mama sering lihat inces marah marah terus sama queen. Kira kira kenapa ya? Mama takut mereka jadi gak akur. Dan seperti nya tadi raja gak bohong” kata istriku dengan mata yang mulai berkaca kaca
“ Mungkin inces lagi badmood mah, sudah jangan teerlalu di fikir kan. Kita cukup mengawasi nya saja, kalau mereka sudah kelewat batas baru kita menegur nya. Jangan sedih yaa “ aku mengusap tangan istriku sambil ter senyum dan dibalas dengan anggukan
__ADS_1
——
Inces Pov
Di sekolah
Hari ini aku kesel banget, kenapa sih mama papa selalu saja belain kak queen. Mereka terlihat selalu lebih mengutamakan queen. Padahal aku dan Raja juga anak mereka, ini semua gak adil…..
Sepulang sekolah aku menunggu raja di dekat gerbang sekolah
“ Kak …. Ayooo “ kata raja menghampiri ku
Aku mengikuti nya memasuki mobil
“ Pak, ayo langsung pulang. Kak queen ada kerja kelompok katanya pulang sore naik taxi aja “ kata ku bohong
“ Kok kak queen tadi ga bilang sama raja kak? “ kata raja menatapku heran
“ mana kakak tau, tadi dia telfon kakak “ kataku acuh
Supir kami pun menuruti kataku langsung melajukan mobil mengarah ke rumah.
“ Assalamualaikum “ Ucap ku dan raja saat memasuki rumah
Lagi dan lagi queen yang di tanya. Aku muak.
“ Kata kak inces tadi kak queen telfon mau kerja kelompok “ kata raja menjawab pertanyaan papa
“ Bener begitu kak ? “ papa menatap ke arahku
“ I… iya paaa “ kataku sedikit gagu karna papa menatapku
“ Yasudah kalian masuk sana ganti baju terus makan “ kata papa yang membuatku bernafas lega
———
Di sekolah Queen
Ya allah sudah sore aku menunggu tapi tidak ada yang jemput. Mana handphone ku lowbath lagi. Gimana ini ? Apa aku jalan aja ya ke rumah ….. mau naik taksi tapi dompetku ketinggalan di rumah
Huhffftttt
__ADS_1
Aku menyusuri jalan yang menuju kerumah, perlahan hujan mulai mengguyur tubuh ku.
Dingin
Tapi tak ku hiraukan agar aku segera sampai kerumah.
Saat aku berjalan melewati pohon rindang yang sepi aku seperti mendengar suara kaki , langkah orang berjalan. Aku berlari kencang saat mengetahui ada dua orang lelaki yang mengejar ku. Tak ku hiraukan lagi kemana aku melangkah asal cepat dapat rumah warga. Tiba tiba di depan ku ada sebuah mobil melaju sangat kencang, aku tak sempat mengelak
Braaaaakkkkkkk
Aku sempat melihat orang yang menabrak ku turun , dia menggendong ku lalu aku merasakan sakit di kepala ku dan darah yang sudah mengalir deras dari hidungku. Lalu aku merasakan pandangan ku kabur
Gelap
Dan akhirnya aku tak sadarkan diri
—-
Saat ini di rumah, ada sepasang suami istri yang mondar mandir melihat ke arah jendela , cemas akan keadaan anak sulung nya. Sedangkan inces merasa puas karna sudah berhasil membuat kakak yang di benci nya kesusahan untuk pulang, entah lah entah apa salah queen kepadanya sampai sampai dia sangat membenci gadis lugu itu.
“ Ma, kamu di rumah ya? Papa mau cari queen. Telfon nya belum aktif juga. Hujan sudah sangat deras “ kata Darrel pamit ke istri nya
“ Mama ikut ya pa ? “ kata ara
“ Kamu di rumah aja sayang. Jaga anak anak oke ? Aku pasti bawa queen pulang dengan keadaan baik “ kata darrel meyakinkan
Saat Darrel mulai melangkah, ternyata hp darrel berdering. Tapi
Bukan dari Queen, melainkan dari letting nya
“ Hallo ada apa yan ? “ tanya darrel
“ …………. “
“ Bicara yang jelas yan…. Aku gak ngerti kamu bicara apa. Tenang dulu atur nafas “
“ ……….. “
“ Astaghfirullah…. Oke oke aku kesana sekarang. Tolong jaga dia sampai aku tiba ya yan aku mohon jangan biarin dia sendirian. Aku langsung kesana yaaa “
Darrel memutuskan sambungan telfon dengan mata yang berkaca kaca.
__ADS_1
“ Ada apa pa ? Siapa ? Papa mau kemana ? “ tanya Ara yang sudah ikutan panik melihat gelagat suaminya