
“ Sayang …. Kamu di kamar aja dulu istirahat ya. Mama mau nyolatin jenazah Razqa. Kalian sholat atau engga ? “ kata mama mertuaku
“ Iya tan Deta ikuttt “ kata deta
“ Eva juga tan “
“ Darrel juga tan “
“ Lala nemenin ara ya tan, soal nya lagi bocor nih “ kata lala
“ Oh ya sudah…. Kalau haus atau mau apa ambil saja di dapur ya la…. Ayuk yang lain ambil wudhu kita “
__ADS_1
“ Hayuk La kita ke kamar sambil lihat queen” Ajakku
“ Iya ra…”
Sesampai nya di kamar, kulihat anakku masih terjaga dari tidur nya. Aku menyuruh lala duduk di sofa kamar.
Masih belum percaya rasanya suamiku meninggal. Kalau aku tahu umur nya bakalan sependek ini, aku tak akan meninggalkan nya sendirian di kota sampai berbulan bulan. Pasti akan ku habiskan waktu bersama nya. Itulah kata pepatah Nasi Sudah Menjadi Bubur ……
“ Ra …. Lu tahu, gue sempat kecewa banget saat tahu lu udah nikah tapi gak cerita ke gue. Tapi di sisi lain gue bahagia karna lu muveon dan gak ngarepin si dunguk darrel itu lagi. Sakit ra saat ngelihat lu seperti terkatung katung menunggu dia yang gak pasti. Baru aja lu ngerasain kebahagiaan yang lengkap dengan kehadiran queen, lu malah di hadapkan dengan situasi seperti ini. Diantara kita berempat lu lah yang selalu manja kekanakan, tapi sekarang lu yang paling mikul beban berat kayak gini. Lu harus yakin ra lu harus percaya jalan hidup yang di takdirkan allah tentu yang terbaik buat lu. Yang kuat yaa “ kata lala menasehatiku
“ Iya iya gue tau, percaya lah Ra bg razqa pasti sudah bahagia dengan kamu sudah mencintai nya. Maka nya dia pergi karna dia sudah merasa tenang. Dia masih ngelihatin lu loh, gak suka dia pasti ngelihat lu nangis begini. Udah ah gak boleh meratapi, kasihan dia” kata lala menenangkan ku
__ADS_1
“ Thanks banget la…. Lu udah nenangin hati dan fikiran gue. Gue butuh kalian banget di saat seperti ini “ kataku
“ Jadi lu butuh kita hanya di saat seperti ini ? Mck…. “ kata lala ketus
“ Hehee enggak lah, selamanya gue butuh kalian di samping gue “ kataku
“ Nah gitu dong ketawa lagi…. Semangat mama queen “ kata lala
Di depan orang orang yang kusayangi aku bisa tertawa bisa membuat mereka yakin bahwa aku baik baik saja, padahal hatiku sangat rapuh. Aku gak tau berapa lama aku bisa hidup dengan berpura pura bahagia seperti ini.
Jujur aku gak kuat… boleh gak sih aku menyerah saja? Aku rapuh benar benar rapuh ya allah.
__ADS_1
Boleh gak sih aku minta di bangunkan dan saat aku bangun ternyata ini semua hanya mimpi? Hanya itu yang bisa kuharafkan. Tapi seperti nya That is impossible ……
Inilah kenyataan nya, kenyAtaan pahit yang memang sudah terjadi …..