Polisi Dan Akuntan

Polisi Dan Akuntan
EKSTRA PART 7


__ADS_3

Sinar mentari pagi membangunkan ku dari nyenyak nya tidur malam ku


Tidur yang membuatku lupa akan masalah yang sedang ku hadapi


——-


Aku mengambil tongkat ku, berjalan keluar kamar. Ku temukan oma yang sedang memasak di dapur


“ Good morning omaaa “ kata ku menghampiri nya


“ Morning sayang. Sudah bangun? Nyenyak kah tidur nya? “ Oma tersenyum menatap ku


“ Alhamdulillah nyenyak oma ….. Opa dimana ? “ tanyaku


“ Itu opa di kebun belakang, kebun yang dulu sengaja di buat nya untuk menyambut kehadiran cucu tersayang nya ini. “ Kata oma


“ Queen ke opa dulu ya oma? Kalau oma perlu bantuan panggil saja queen “ kataku dan langsung berlalu menuju kebun belakang rumah


“ Heiiii cucu opa sudah bangun ? “ suara opa mengagetkan ku


“ Udah dong opa. Opa lagi ngapai ? “ tanyaku sambil berjalan ke arah opa


“ Ini panen Strawberry… sini kamu bantu opa “


“ Wahh banyak banget opa” kata ku berbinar


“ Ini dulu opa buaat saat mama mu sedang hamil. Biar cucu opa senang mengambil buah sendiri di kebun. Saat kamu bayi, kita sering kumpul duduk di gazebo itu sambil bercanda ria. Opa nyiapin ini semua khusus buat kamu cucu pertama opa , dan ternyata kamu menjadi cucu tunggal opa sama seperti papa mu “ kata opa bercerita seakan merindukan semua momen yang pernah terjadi disini


Andai waktu bisa di putar, andai papa masih ada pasti aku bahagia banget di sini.


Aku meneteskan air mata ku, kata kata inces selalu terngiang ngiang di telinga ku. Sakit rasanya saat hinaan itu keluar dari mulut saudara sendiri. Tapi aku berusaha untuk gak dendam , biar gimana pun juga kami terlahir dari rahim wanita yang sama . Mama 💓


Opa langsung memeluk ku, seakan paham apa yang sedang ku rasakan saat ini .

__ADS_1


“ Jangan bersedih. Opa dan oma akan selalu ada untuk kamu sampai kapan pun. Tinggal lah disini selamanya sayang, bila kehadiran mu disana tak di inginkan tahukah kamu kehadiranmu di sini sangat kami harapkan. Kami sudah sangat tua. Bahkan bisnis almarhum papa mu pun sekarang kami yang urus, tahu sendiri kan mama mu tidak mau karna takut di bilang serakah. Padahal almarhum merintis itu semua untuk sekolah dan cita cita anak nya. Opa harap kamu mau berusaha untuk meneruskan nya “ kata opa


“ Iya opa, queen janji akan belajar sungguh sungguh agar bisa meneruskan usaha papa. Eh iya opa, queen kan sudah kelas tiga. Gimana sekolah queen? Queen gak mau lanjut sekolah disana “ kata ku menunduk


“ Mulai besok kamu sudah bisa sekolah di sini, opa tadi sudah daftarin. Kebetulan kepala sekolah nya itu teman opa “ kata opa yang membuat wajah ku berseri


“ Heiii lagi ngobrol apa sih? Oma gak di ajak nih ? “ tiba tiba oma datang membuat aku dan opa terkekeh


“ Sini oma, kita ngobrol bareng. Emmm maaf ya oma, queen gak bisa bantu oma bersih bersih soal nya queen kan …… “ belum selesai aku bicara tapi sudah terpotong oleh opa


“ Jangan katakan itu nak, kamu pasti sembuh. Soal bersih bersih tenang saja. Uang almarhum papa mu gak akan habis kalau hanya untuk membayar pembantu hahaha “


Kami tertawa bersama, bercanda ria sampai hari sudah terik…..


“ Ayo masuk, anak gadis jam segini belum mandi. Katanya mau ke makam papa ? “ oma mengajak ku ke makam papa


Seingatku terakhir kali aku kesana saat masih SD. Mama bukan tak mau ke makam papa, tapi tidak sempat. Aku memahami nya .


“ Iya oma ini queen mau mandi” aku berjalan memakai tongkat ku


Sehabis shalat dzuhur , kami pergi ke makam papa mengendarai mobil yang di kemudikan oleh supir kepercayaan opa.


Sesampai nya di TPU , aku mencari gundukan tanah dengan nisan bertulisan - Andrean Atharazqa-


Aku duduk di sebelah gundukan tanah itu, perlahan ku elus batu nisan yang bertulisan nama papa ku. Dalam hati aku bercerita seolah dia sedang berada dihadapanku. Aku mencoba menahan tangisan ku agar tak terlihat sedih dihadapan oma opa dan papaku, tapi ternyata aku rapuh ……


“ Hiks hiks hiks …. Papaaaaa …… kenapa harus papa pergi secepat itu ? Tahukah papa, aku sangat ingin seperti mereka yang punya keluarga lengkap, suatu saat jika di beri kesempatan dan ada lelaki yang menerima ku aku ingin ijab qabul ku langsung di ucapkan oleh papa. Bukan wali “ kata ku dalam hati


Aku ingin berteriak, tapi cukup aku dan tuhan yang tau segala kesedihan yang kurasakan


Oma dan opa mengelus bahu ku , memberi kekuatan agar aku tabah. Tapi nyata nya semua terasa semakin menyesak kan.


Saat kurasa sudah cukup aku melepaskan beban dihatiku dengan cara bercerita ke papa walau hanya dari dalam hati, aku mengajak oma dan opa pulang.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah, aku mandi dan langsung rebahan sambil memainkan hp ku yang entah sejak kapan ku biarkan berada di dalam kamar


Kalau remaja lain tak bisa luput dari hp, sangat berbeda dengan ku. Aku orang yang paling tidak suka bermain hp kalau tidak ada hal yang penting.


Ya aku memang aneh …..


Begitu banyak panggilan tak terjawab dari mama papa raja dan haikal. Aku hanya mengabaikan nya.


Ku simpan hp ku di nakas sebelah tempat tidur. Aku merasakan ngilu di sekitar kaki ku, diluar hujan sangat deras . Mungkin cuaca dingin sangat berpengaruh di kaki ku yang patah. Apa aku akan cacat seumur hidup ku ? Aku akan menyusahkan oma dan opaku saja :(


Tok tok tok


“ Queen…. Boleh oma masuk ? “ ketukan pintu kamar membuyarkan lamunan ku.


“ Iya oma masuk saja lah “ kataku sedikit berteriak agar oma mendengar nya


“ Besok sekolah tak apa kan ? Jangan insecure ya dengan keadaan seperti ini. Oma yakin kamu pasti sembuh . Kalau ada yang ngeledekin langsung telfon oma biar oma suruh kepala sekolah nya DO siswa begituan “ kata oma panjang lebar


Aku menanggapi nya dengan kekehan


“ Lah kok ketawa sih ? Oma serius ini queen “ kata oma yang mulai kesal


“ Idihhh oma ini tau ya bahasa insecure. Gawl juga oma gue nih… hahahha . Oma oma , tenang aja queen itu gak akan sakit hati kalau orang lain menghina apalahi sekedar meledek karna kaki queen begini. Queen udah terbiasa sakit hati jadi udah gak mempan. Oma tenang aja ya queen bisa jada diri baik baik kok. Queen strongg 😁 “ kataku sambil tertawa, padahal di hatiku sangat miris sekali.


“ Haduh syukurlah kalau begitu, oma itu sayang banget sama kamu. Semangat untuk sembuh ya nak “ kata oma memelukku.


——-


Ketika kita akan melakukan sesuatu


Kalau mau menunggu sampai kita siap kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya untuk menunggu dengan sia siaa.


Ketika kita melakukan sesuatu yang mulia dan indah tapi tak seorang pun memperhatikan, jangan bersedih….

__ADS_1


Karena matahari pun tampil cantik setiap pagi meski sebagian besar penontonnya masih tidur.


__ADS_2