
Ara pov
Hp ku berdering… ku lihat ada panggilan masuk dari orang yang selama ini sangat kuharafkan namun kehadiran nya sudah terlambat. Ya… Darrel lah yang menelfon ku
“ Assalamualaikum “ ucapku
“ Waalaikumussalam… Ra … kamu dimana ? Jadi kapan aku boleh kerumah ra ? Aku pengen ceritain semua ke kamu. Pengen meminta kamu ke orang tua mu. Plisss kasih aku waktu ra untuk ngejelasin semua nya “ kata Darrel
“ Rel… aku .. aku memang dari dulu sangat mengharafkanmu. Bahkan aku menunggu mu berbulan bulan bahkan sampai setahun lebih. Jangan kan untuk kepastian , hanya sekedar kabar pun kamu gak pernah sempat kan kasih aku kabar? Lantas sekarang kenapa kamu datang lagi dengan bangga nya akan meminta ku ke orangtua ku. Aku punya perasaan rel bukan pakaian yang kapan kamu butuhkan bisa kamu ambil dari lemari. Aku bukan figura yang hanya dipajangkan saja” jawabku dengan air mata yang sudah mengalir di pipiku
__ADS_1
“ Maaf ra … hanya maaf yang bisa ku ucapkan. Beribu maaf untuk mu wanita yang selalu sabar menunggu ku. Aku ingin memperbaiki semua ra. Ku akuin aku salah “ jawab Darrel
“ Kamu datang disaat yang gak tepat. Kalau aja kamu selalu kasih aku kabar pasti sekarang kita udah sama “ jawabku dengan nada tinggi
“ Kalau sekarang aku dateng kenapa memang nya ? Gak ada kata terlambat untuk cinta Ra” jawab darr
“ Ya aku punya alasan kenapa aku gak bisa sama kamu rel… aku mohon kasih aku waktu sampai aku siap untuk ngejelasin semua ke kamu.”
Ku dengar hp ku berdering lagi…
__ADS_1
“ Hallo… ya maa “ ternyata panggilan itu dari mamaku
“ Ara .. sudahlah kamu pulang aja sini ke desa. Kamu tinggalin aja Razqa. Kamu ngapain sih sama dia apa yang kamu pertahankan. Gimana masa depan kamu nanti sama dia? “ ucap mama ku di seberang sana
“ Astaghfirullah ma.. mama apaan sih. Mama tau kan ara lagi hamil? Anak ara butuh Razqa ma. Mama kenapa sih belum bisa terima razqa? Razqa baik banget sama Ara ma. Semua kebutuhan ara dipenuhi bahkan dia kasih semua yang ara mau” jawabku
“ Ya ampun Ara, dengan gaji karyawan yang hanya 5 juta sebulan kamu bilang bisa menuhi segala kebutuhan kamu? Fikirkan anak kamu ara… dia butuh untuk kesejahteraan hidupnya. Razqa gak akan bisa penuhi itu” ucap mama ku
“ Udah cukup ma.. mama ini udah tua tapi kenapa pemikiran mama seperti itu. Bg razqa itu baik ma bertanggung jawab. Ara yakin kok kita bisa jalani rumah tangga kita dengan baik. Tugas mama hanya perlu mendoakan kami agar kami rukun aman dan bahagia “ jawabku
__ADS_1
“ Terserah kamu. Dasar keras kepala” tut tut tut
Hadeh mama memang gak pernah berubah. Ya allah buka kan lah pintu hati mama hamba