Polisi Dan Akuntan

Polisi Dan Akuntan
69


__ADS_3

Di Ruang TV


“ Ra , sini nak …. “ Papa memanggil ku


“ Ya pa, kenapa ? “ tanya ku sambil menghampiri papa


“ Besok kan kamu tujuh bulanan , kamu gak mau ngundang mama papa mu? “ tanya papa


“ Iya pa ara lupa hehe … ntar deh ara telfon. Itu pun kalau mereka mau datang “ ucapku sambil menunduk menahan kesedihan ku mengingat mama papa yang tidak pernah menanyakan kabar kehamilan ku selama ini


“ Nak, datang atau enggak nya mereka itu hak mereka. Kewajiban kamu itu memberitahu . Gimana pun mereka orang tua mu. Kamu yang muda kamu yang mengalah “ sambung mama yang baru datang dari dapur sambil membawa cemilan


“ Iya mah nanti Ara coba bilang ke mama dan papa . Makasih ma pa udah ingetin ara “ ucap ku


“ Yaudah makan dulu nih cemilan nya… kasihan cucu oma udah lapar tu di perut kamu “ kata mama sambil tertawa

__ADS_1


Kami memakan cemilan sambil sesekali becanda . Aku merasa seperti aku anak kandung mereka dan aku anak satu satu nya mereka. Padahal kenyataan nya aku hanyalah menantu… Aku bersyukur banget di pertemukan dengan mertua yang sangat menyayangiku . Walaupun aku sadar ini bakalan berakhir sebentar lagi… ya seperti rumah tangga ku dan anak kandung mereka .


Aku tak pernah membayang kan akan menjadu seorang janda anak satu. Hal yang paling ku bencu, perpisahan yang di sebabkan orang ke tiga. Tidak akan pernah ada kesempatan buat lelaki yang telah mendua. Bagiku… sekali di lakukan akan menimbulkan perasaan penasaran akan keingingin tahuan yang lebih dari yang di lakukan. Maka dari itu sebelum aku jatuh terlalu dalam aku harus segera bertindak tegas. Aku bukan perempuan yang lemah …


* Tok Tok Tok


“ Eh ada tamu tu mah “ kata papa


“ Udah ma Ara aja yang bukain. Mama sama papa lanjut aja ngobrol nya “ tawar ku


“ Siapp bosss “ dengan gaya tangan ku memberi hormat kepada papa


“ Iya seben…. tar” ucap ku terhenti saat mengetahui siapa orang yang datang


“ Ra …. “ Dia memanggil ku dan akan memeluk ku, tapi aku segera berbalik langsung naik ke atas untuk masuk ke kamar

__ADS_1


Sedih… itu yang kurasa saat pertama kali melihat nya setelah enam bulan ini gak pernah bertemu…


Dia jadi seperti tak terurus. Ya allah… segitu stress nya dia kutinggalkan. Ku lihat pandangan nya yang sayu. Ingin rasanya aku memeluk nya menangis mengatakan kalau aku merindukan nya.. sangat rindu …


Tapi …


Rasa sakit ku mengalahkan segala rasa rindu, rasa cinta, dan rasa empati ku terhadap nya. Akan dibawa kemana rumah tangga kami ini ?


Di Ruang Tamu


Razqa Pov


“ Mah , Pah … Razqa hancur , terpuruk , gak sanggup lagi …. Kenapa tuhan memberi cobaan yang tak ada habis nya? Razqa gak mau rumah tangga razqa sama ara hancur “ ucap ku terduduk lesu


“ Qa, kamu harus perjuangin ara. Dia jauh lebih sakit menerima ini semua terlebih dia lagi hamil sejauh ini tidak kamu dampingi. Walau semua hanya salah paham tetap aja dia merasakan sakit lebih dari yang kamu rasa sekarang ini” ucap papa menasehatiku

__ADS_1


“ Bener nak, wanita hamil sangat ingin didampingi suaminya , tapi lihat karna kecerobohanmu. Ara dan Calon anakmu yang merasakan kesedihan ini. Mama gak tau harus gimana, kamu paham kan istrimu kalau sudah A akan sangat sulit berubah jadi B. Berusaha lah lebih kuat lagi. Mama yakin kalian akan bersama selamanya . Mandi, istirahat… ” sambung mama


__ADS_2