Polisi Dan Akuntan

Polisi Dan Akuntan
88


__ADS_3

Dunia kita tak lagi sama…


Kau telah berada di tempat yang jauh …


Dan aku terbujur dalam sepi dan menanti untuk bertemu dirimu


Namun entah kapan kita bisa bertemu kembali


Dan bersama lagi seperti sedia kala


Aku sangat merindukan dirimu yang selalu menghangatkan hatiku


Senyummu dan canda tawamu


Yang selalu menghiasi hari-hari’ku dengan ceria…


Namun…


Tuhan mempunyai takdir dan rencana lain


Kita berpisah untuk selama-lamanya


Hanya sebongkah nisan yang tertulis namamu


Dan hati’ku berkecamuk tak menentu…

__ADS_1


Dalam ruangan kosong dan hampa


Aku terduduk di bangku yang kau duduki itu


Hati Ku menahan isak dan tangis


Dan berderai air mata yang terjatuh bergelimpangan


Sebulan sudah kepergian nya…. Aku hanya bisa menangisi setiap kali mengingat nya. Hanya bisa menatap nanar figura yang menggambarkan senyum ceria nya. Pergerakan queen membuyarkan lamunan ku.


“ Anak mama udah bangun ? Senyum senyum mau apa nih ? Kita turun ya ke kebun opa “ Aku berbicara ke queen untuk sesekali menghilangkan kesedihan ku


“ Loh udah bangun cucu oma ? “ tanya mama ketika melihat kami keluar dari kamar


“ Sudah ni oma, queen mau ke kebun opa mau petik buah untuk dijual ke pasar hihihi “ kataku seolah olah menjadi queen


Aku berjalan ke kebun mencari keberadaan papa, ternyata papa sedang panen timun


“ Hallo opaaa, queen mau ikut berkebun nih” kataku meniru suara anak kecil


“ Eh cucu opa sini sayang kita panen” kata papa mertua ku


“ Banyak pa timun nya ? “ tanya ku


“ Alhamdulillah nak, tolong ambilin keranjang yang di sana dong ini gak cukup sepertinya ra” papa meminta bantuanku

__ADS_1


“ Iya pa, bentar yaa nak quen di stroller dulu mama mau bantu opa “


“ Ini pa keranjang nya … “


“ Makasih ra, kamu sama queen liatin papa aja disini” kata papa


“ Queen… sini oma gendong. Mama mu biar bantu opa tuh ambil timun” kata mama mengambil queen di stroller


“ Oke deh oma, mam queen bantu opa dulu yaa”


Aku mengambil keranjang untuk wadah timun yang ku panen. Ku lihat papa sedang istirahat minum teh buatan mama yang baru di bawa, dengan sesekali tertawa menganggu queen. Rasa nya bahagia sekali, andai bg razqa masih ada.


Ah tak terasa air mata ku sudah lolos saja…. Bisa bisa nya dia jatuh tanpa permisi hemmm


Oh ya melihat raut wajah bahagia mama papa mertuaku, aku jadi tidak tega mau pergi meninggalkan rumah ini . Tapi mau sampai kapan aku disini ? Aku masih harus melanjut kan hidupku. Lagian aku juga masih mempunyai keluarga, sudah tak ada alasan ku untun lebih lama disini. Walau pun darah mereka mengalir kental di tubuh queen.


Cepat atau lambat aku harus keluar dari rumah ini, meninggalkan semua kenangan yang pernah aku dan razqa lalui ….


“ Ma, pa…. Ara titip queen bentar boleh ? Ara mau ke supermarket depan bentar” pamitku


“ Ya sudah sana sayang, hati hati. Kamu naik apa ? “ tanya papa mertuaku


“ Ara naik motor aja pah cuma ke depan doang kok “ kataku


“ Oh ya sudah … “

__ADS_1


“ Jangan ngebut nak…. “ lanjut mama


Author Kasih bonus up nih… minta like nyaaa dong


__ADS_2