
Plakkkkkk
Suara tamparan menggema di dalam kamar inces , putri kedua ku.
Bukan Darrel pelaku nya, tapi aku π₯Ί
β Jaga mulut kamu. Mama melahirkan dan mendidik kamu dengan baik dari kamu bayi . Kenapa sekarang menjadi seperti ini ? Queen darah daging ku, aku yang mengandung melahirkan membesarkan nya. Sakit rasanya mendengar dia di sumpahi oleh saudara kandungnya sendiri. Queen, kamu, dan raja itu sama. Sama sama mama yang mengandung melahirkan dan membesarkan. Kenapa kamu tega begitu dengan nya? Bagaimana dengan raja? Apa kamu juga membenci nya ? Atas dasar apa INCES ? JAWAB !!!!!!!!!!!!!!! β Aku yang sejak tadi menjadi pendengar di luar kamar, aku takut terjadi kekerasan malah aku yang melakukan kekerasan itu. Kenapa ? Kenapa anak ku tega bicara seperti itu kepada kakak kandung nya?
β Mama menampar aku hanya karena dia ? Aku ini anak mama dan papa. Lihatlah dia, golongan darahnya saja tidak sama dengan mama dan papa. Jangan bawa bawa raja ma, raja itu adik aku. Keluarrr sekarang dari kamar ku β kata inces berteriak
β Ayo sayang kita keluar dulu. Biar dia sendiri β suamiku mengajak ku dan raja keluar
β Pa gimana keadaan kakak ? β raja menanyakan kondisi kakak nya
β Berdoa saja yang terbaik untuk kak queen ya nak. Semoga segera mendapatkan pendonor β kata suamiku menepuk pundak anak bungsu ku itu
β Rel, aku mau ke rumah sakit. Kamu mau ikut gak? β tanyaku ke suamiku
β Iya ayo kita berangkat. Raja , kamu jagain kakak inces ya. Telfon papa mama kalau ada apa apa ya nak β suamiku pamit ke raja
β Iya pa, hati hati ya ma pa β kata anak bungsu ku
Di dalam mobil aku hanya menangis, merutuki apa yang terjadi. Kenapa bisa inces membenci queen? Apa yang terjadi dengan anak anakku.
β Sayang, kamu sakit hati ya dengan perkataan inces tadi ? Jangan fikirin dulu ya, kita fokus ke queen dulu untuk saat ini β suamiku menenangkan ku
β Rel, aku sakitβ¦. Kacau melihat keadaan queen, sakit ketika queen di sumpahi mati, dan lebih sakit nya yang menyumpahi itu orang yang pernah berbagi perut dengan nya. Astaghfirullahhh rel aku ga kuat hiks hiksss β darrel langsung membawa ku ke pelukan nya
β Sudahβ¦. Aku tau perasaan kamu, aku juga sama sakit nya raβ¦. Tapi plis untuk saat ini kita buang semua perasaan sakit itu. Kita cari solusi nya nanti kalau queen sudah sembuhβ aku hanya bisa menangis terisak mendengar penjelasan darrel
Sesampai nya di rumah sakit ku lihat pemuda itu masih setida duduk di depan ruang ICU.
Ya
__ADS_1
Setelah di UGD queen di pindahin ke ruang ICU sampai ia mendapatkan pendonor yang tepat.
β Bangunβ¦. Nak β aku menyentuh pundak pemuda itu, sementara Darrel hanya menatap nya saja
β Eh maaf tante saya ketiduran, tadi mama sama papa kesini tapi karna tante sama om lagi pergi jadi mereka makan dulu ke kantinβ kata pemuda itu
β Pulang lah dulu ganti baju mu, setelah itu bisa kembali lagi kesini kalau mau menunggu queen β kataku
β Iya tan bentar ya aku telfon mama papa dulu, nanti setelah mereka disini aku pulang ganti baju sebentarβ
Tak lama setelah dia menelfon orang tua nya, akhir nya mereka datang.
β Pak bu , saya mama nya haikal dan ini papa nya haikal . Maaf kan atas kelalaian putra kami. Kami berjanji akan bertanggung jawab penuh sampai anak bapak dan ibu sehat kembali seperti semula β kata mama pemuda itu, yang baru ku ketahui nama nya haikal
Seperti nya dia memang anak baik, terbukti dari kedua orangtua nya sangatlah sopan
β Ah iya bu saya mama nya queen. Ini suami saya β kata ku membalas perkenalan mama papa nya haikal
β Bukan seperti itu maksud kaβ¦.β
β Tanggung jawab apa yang pantas di lakukan haikal untuk queen yang dinyatakan lumpuh ? β Suamiku memotong ucapan mama haik dan menekan kan kata lumpuh
Haikal dan orang tua nya nampak terkejut mendengar itu semua .
Aku tahu saat ini suamiku sangatlah tidak baik baik saja. Aku bisa melihat dari cara dia menatap lawan bicara nya. Hanya tatapan kosong dan sesekali tatapan amarah nya yang ia tampak kan.
β Sudah rel, gak baik ini di rumah sakit. Jangan terus mencari kesalahan orang lain β kataku memperingati
β Sudah haikal kamu pulang lah dulu ganti baju mu, nanti kita bicarakan lagi β kataku
β Baik tanteβ
Setelah sedikit rileks, kami akhir nya mulai akrab dengan kedua orang tua haikal. Benar Mereka orang orang baik.
__ADS_1
Yang gak habis fikir apa yang menyebabkan queen berlarian sampai hujan deras. Kenapa dia tidak minta jemput anak naik taksi ?
β Ara , Darrel β ternyata mama papa nya Razqa sudah sampaiβ¦.
β Ma , pa β¦. Maaf ara lalai β aku langsung memeluk kedua mertua ku itu
β Sudah tak apa. Yaudah antar mama ke ruangan periksa. Biar mama donorin darah untuk queen . Jangan nangis ra, queen anak kuat pasti dia baik baik saja β kata mama membalas pelukan ku
Setelah mengantar mama periksa , akhirnya mama mendonorkan darah nya untuk queen. Aku lega , semoga queen lekas sadar.
β Rel, queen sudah makan ? β samar ku dengar papa bicara ke darrel
β Belum paa β kata darrel
β Ajak dulu dia makan. Biar mama sama papa disini nungguin queen β kata papa mertua ku
β Ayo sayang, kita ke makan dulu. Kamu nangis terus. Nanti queen sudah sadar gantian kamu yang di rawat mau ? β Darrel mengajak ku untuk makan. Aku hanya diam mengikuti langkah nya
β Rel, pinjam hp kamu dong, aku belum telfon mama papa ku β kataku yang baru sadar belum ngabari orangtua ku.
Dia menyerahkan hp nya, aku langsung ngabarin mama papa ku . Mereka terkejut mendengar itu semua dan langsung bergegas kesini.
β Udah hp nya? Sini aku telfon mama papa dan kak davina ?β Kata darrel meminta hp nya
β Gak usah rel, aku gak mau ngerepoti mereka . Queen kan anakku β kataku lirih
β Kenapa kamu bicara begitu ra? Apa kurang kasih sayang mereka dari queen kecil? Mereka gak pernah mengaggap queen itu orang asing β Dari sorot mata nya sepertinya darrel kecewa denganku
Aku hanya bisa menunduk dan berkata β Maafβ
β Sudah kamu makan dulu biar kita lekas balik jagain queen lagi β
Aku memakan nasi ku, dengan perasaan yang campur aduk. Tak ada sedikit pun seleraku untuk makan, tapi aku tetap harus makan agar aku gak sakit. Aku harus kuat demi anak anakku.
__ADS_1