Polisi Dan Akuntan

Polisi Dan Akuntan
115


__ADS_3

Razqa Pov


Dengan langkah gontai dan sedikit ragu aku mengikuti dokter ke ruangan nya.


“ Selamat ya pak, ini hasil Usg nya bu Alesha sedang mengandung dan usia kandungan nya sudah 5 minggu “ kata dokter itu tersenyum sambil menyerah kan hasil Usg nya kepadaku


Aku menerima hasil usg tersebut dengan perasaan campur aduk dan tak percaya


“ Dok …. Ini serius kan dok ? Ya allah alhamdulillahh “ Tak hentinya ku ucapkan syukur akhir nya yang di tunggu tunggu hadir juga


“ Iya sekali lagi selamat ya pak …. Dan di usia segini kehamilan nya masih rentan dengan keguguran maka dari itu harus di jaga dengan benar ya pak “ kata dokter menjelaskan


“ Baik dok… terimakasih kalau begitu saya permisi dulu yaa “ kata ku bersemangat


Aku keluar dari ruangan dokter, di luar sudah ada ketiga teman ku dan ara menunggu jawaban dari ku.


“ Kasih selamet dong untuk gue woyyy “ kata ku yang tak bisa menahan senyum sedari tadi


“ Gilak lu, binik lagi sekarat lu senyam senyum gitu. Udah gak waras kali lu ya “ kata eva ketus


“ Dan tadi apa lu bilang kasih selamet? Selamet kalo ara sakit dan lu bisa kawin lagi gitu? “ lala pun tak kalah ketus


“ Eh wait wait… selamet ? Jangan bilang….. “ Deta menatap ku senyam senyum. Kayak nya dari ketiga teman ku cuma deta yang paham maksud ku


“ Iya ta lu bener . Ara hamil anak gue “ kataku tersenyum


Setelah berbincang bincang dengan mereka bertiga, kami masuk ke ruang IGD, kata suster si ara sudah sadar.


“ Loh kamu kok di sini rel ? “ Ara yang bingung karna kedatangan ku


“ Kamu nih keluar bukan nya izin suami. Dasar istrii bandel “ kata ku pura pura merajuk


“ Maaf :( “ seperti nya ara merasa bersalah dan menunduk. Huuftttt sulit sekali rasanya marah ke ara . Apa mungkin ini semua karna aku terlalu mencintai nya.


“ Sudah jangan sedih, nanti adek nya queen ikut sedih loh “ kataku yang sengaja keceplosan


“ Apaaaaaaa ? A … adek nya queen rel ? “


Istriku memandang ku dengan tatapan penuh tanya


“ Iya sayang, jangan lasak lasak lagi ya. Ada dedek di dalam sini “ kataku mengelus perut istriku tercinta….


————-

__ADS_1


Pulang …….


“ Assalamualaikum maa , paaa ….. Queen …… “ Istriku memasuki rumah mertuaku dengan tak sabar


“ Waalaikumussalam …… loh kalian kok sampai malam begini baru balik ? Queen sudah tidur ra, sebaik nya jangan di bawa pulang deh kasihan dia “ kata mama mertuaku


“ Iya ma, tadi ara sempat pingsan di bawa ke klinik. Makanya baru sekarang bisa pulang, ngabisin cairan infus nya dulu tadi “ kata ku menjawab pertanyaan mama


“ Ya allah sakit apa kamu ra? Sekarang udah sembuh ? Nginep disini aja deh kalian “ kata mama yang mulai khawatir


“ Ara gak papa kok ma, kita gak bisa tidur sini soal nya baju kerja ara sama darrel di rumah. Queen aja yang disini ya ma, ara titip queen “ kata istriku


“ Yasudah deh kalian mau langsung pulang ? “ tanya mama


“ Iya ma “ kataku dan ara


“ Yasudah kalian hati hati dijalan “ kata mama


Setelah pamitan, kami pun pulang .


Di Mobil


“ Kok gak kasih tau mama kalau kamu hamil ? “ aku memulai pembicaraan


“ Oke kita kasih surprise buat mereka… Eh iya ra , soal pekerjaan gimana? Masih mau kerja atau resign aja ? “ kataku bertanya hal yang takut menyinggung dia


“ Kalau aku tetap kerja boleh gak ? Nanti kalau sudah mau melahir kan aku resign deh “ kata istriku


“ Yasudah tak apa, asal kamu jaga diri baik baik. Aku gak mau kamu kelelahan dan kejadian kemaren terulang lagi” kataku memperingati


“ Assiiaaappp papa “ kata istriku dengan wajah yang menggemaskan


Karna keasyikan ngobrol, tiba tiba mobil ku sudah sampai di halaman rumah saja hihi


Aku menggendong istriku untuk masuk rumah


“ Kamu lebay banget deh, malu tuh di lihati tetangga “ kata istriku cemberut


“ Halah biarin aja kok syirik mereka, nama nya juga pengantin baru. Sah sah aja dong “ kataku cuek


“ Sudah sana bersihin badan, ganti baju. Aku mau buat susu hamil yang di kasih bidan tadi. awas kepeleset ya sayang “ lanjut ku setelah menurunkan nya di tempat tidur


“ Iyaaa bawelll “ kata istriku

__ADS_1


Dengan suasana hati yang gembira aku ke dapur membuat susu untuk istriku agar anak yang ada di dalam kandungan nya sehat. Kalau boleh request aku mau nya laki laki , biar sepasang. Tapi kalau perempuan juga gak papa biar queen ada teman main nya. Ah gak sabar deh , ternyata sudah mau punya dua anak aja aku nih hihihi


Masih dengan wajah sumringah aku membawa nampan berisi susu ke kamar


“ Sayang…. Minum dulu ini “ kataku sambil memberikan segelas susu Untun istri tercinta ku


“ Iya sini “ kata istriku menerima nya dan langsung meminum dengan sekali teguk


Aku berbaring di samping istriku, mengelus perut nya yang masih sangat rata.


“ Geli rel, kamu nih elus elus mulu dari tadi. Nanti kalau anak nya udah mulai nendang di suruh ngelus malah bobok “ kata istriku protes


“ Widih… aku suami siaga. Jam berapa pun aku siap ngelus ngelus ra. Kamu gak ngidam ra ? “ tanyaku penasaran


“ Ih ya belum rel. Sabar…. Ada giliran nanti kamu frustasi nuruti ngidam ku. Sekarang santai dulu jangan terburu buru gaisss “ kata istriku tertawa


“ Oke siapp Ny. Darrel “ kataku hormat hahah


“ Rel, kalau anak ini udah lahir queen masih boleh tetap disini gak ? “ istri ku memberi pertanyaan yang aku sangat gak suka


“ Kamu kenapa bicara begitu ? Aku sudah pernah bilang, queen itu anak ku. Mau kamu lahirin darah daging ku 10 orang pun tak akan merubah kasih sayang ku terhadap queen. Dia tetap anak pertama kita. Kemana pun kita , dia harus ikut kita. Aku tak akan membedakan nya. Perumpamaan Jika anak kandung ku kuberikan uang jajan 50 ribu, maka queen juga harus segitu” kataku kesal


“ Maaf kan aku rel, aku hanya takut semua berubah setelah kamu mempunyai anak darah daging mu sendiri “ kata istriku menangis


“ Tidak… kamu bisa percaya kata kataku. Aku sangat menyayangi queen dan juga kamu “ kata ku sambil memeluk nya. Aku takut dia sedih berlarut larut.


______


Cinta hadir saat kita siap menerimanya.


Tak ada yang bisa mempercepat dan jika sudah waktunya tidak ada yang mampu memperlambat.


Begitu lah dengan titipan anugerah yang di percayakan tuhan untuk kita


Tak bisa di percepat mau pun di perlambat


Perjalanan selalu membawa kita ke tempat yang penuh kejutan


Tugas kita hanya menikmati menerima dan mensyukuri


Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita ingin kan


\~ Darrel Athalla Pratama

__ADS_1


__ADS_2