
Saat matahari menampakan sinarnya yang agung
Menerangi pagi yang sayu dan membimbingmu
menuju hal yang lebih baik.
Awali pagimu dengan rasa sayang
Sayang dengan diri sendiri
Sayang dengan orang di sekitarmu
Tebarkan senyum manis yang gembira
Percayalah semua perubahan berawal dari pagi yang cerah
Jadi percayalah dan berjuanglah semaksimal mungkin
Untuk mencari sebuah insipirasi
Buka matamu dan gampailah semangatmu, jangan kau tutup matamu ini seperti kau tak memiliki sebuah semangat diri untuk menjalani hari
Selamat pagi semua
Harimu akan berjalan lancar seperti senyum ceriamu di pagi hari ini ππππ
__ADS_1
ββ
The second day at school
Aku baru saja di antar oleh supir opa ku, berjalan menuju ruang kelas sambil sesekali melirik ke kanan dan ke kiri mengamati seluruh isi sekolah ini. Kulihat orang sedang berkerumun. Tiba tiba aku di panggil oleh salah satu guru.
β Queen β¦. Kamu sudah vaksin ? β
β Dosis pertama sudah mrs, tapi dosis kedua belum β kataku
β Nah ayo vaksin dulu , itu dari Polresta xx lagi ngadain vaksin gratis di sini β aku langsung di gandeng oleh guruku menuju aula
Sesampai nya di sana mata ku bertatapan dengan mata seseorang yang sangat sangat ku rindukan . Yang sengaja ingin kuhindari malah aku bertemu di saat yang tidak tepat β¦..
β Queeen β¦. Ini kamu nak? Ya allah papa khawatir, kenapa kamu gak mau angkat telfon papa mama atau pun raja ? Kami rindu. Pulang sama papa ya ? β kata orang itu dengan mata berkaca kaca dan hendak memeluk ku tetapi ku tepis.
β Maaf om, aku sedang tidak ingin di ganggu. Mrs , sorry i canβt vaksin dosis two because i must back to my classroom β aku menepis tangan papa dan langsung permisi ke guruku untuk kembali ke kelasβ¦.
Aku langsung melangkah kan kaki ku dengan tongkat yang selalu membantuku akhir akhir ini. Bukan ke kelas tujuan ku, melainkan ke toilet .
Sesampai nya di toilet aku mengunci pintu, berdiri menghadap kaca di depan washtafel⦠aku menangis sejadi jadi nya. Sungguh aku tak bermaksud melukai hati papa, sangat jelas terlihat di mata nya yang sedang berkaca kaca tadi saat aku menepis tangan nya dan memanggil dia om .
Aku sangat sakit paβ¦. Sakit menahan rindu, sakit jika mengingat hinaan inces ke aku dan ke almarhum papa razqa. Ingin rasa nya ku peluk papa , papa yang selalu menggendong ku saat dulu aku jatuh belajar naik sepeda, papa yang selalu menyuapi aku makan saat aku sakit, papa yang selalu turuti semua permintaan ku terutama saat aku minta mainan tapi tidak di bolehi mama. Tapi apalah daya, aku harus sadar posisi ku sekarang siapa . Biar lah jika papa membenci ku, mungkin itu lebih baik agar dia tak lagi memikir kan dan mencari ku.
Sudah cukup tangisan yang ku tumpahkan saat ini, dengan mata yang sangat sembap dan merah aku keluar menuju kelas ku. Benar saja cia sudah menatap ku dengan tatapan horor nya.
__ADS_1
β Queeen. Duduk kamu β kata nya dengan nada tak bersahabat
β Gila kamu ya, dosa tau begitu sama orang tua, kamu sebut dia om, kamu bilang dia sudah meninggal. Gak boleh begitu, harus nya kamu bersyukur masih punya orang tua yang lengβ¦. β
Belum selesai cia menasehati ku, namun sudah ku potong
β Lengkap maksud mu? Kamu gak tau apa apa cia , aku β¦. Aku yang merasakan ini semua. Sakit, kamu gak tau rasanya di tinggal mati di umur yang bahkan masih belum tau apa apa, saat masih baru di aqiqahin aku sudah menyandang gelar anak yatim . Soal oom polisi tadi, ya benar dia adalah papa ku. Papa sambung tepat nya. Kamu tau hatiku ini sakit banget saat harus bicara begitu dengan nya, aku sayang banget sama dia udah kayak papa kandung ku. Dia yang selalu menyayangiku dan merawatku dari umur 3 tahun sampai beberapa hari yang lalu. Tepat nya saat aku tau kenyataan bahwa adik kandung ku yang satu ibu dengan ku tak pernah menginginkan keberadaan ku di rumah itu. Ya di rumah om polisi tadi. Menurut nya karna om polisi itu papa kandung nya jadi aku tak boleh di sayang oleh papa nya. Padahal aku selalu menyayangi adik adikku. Bagaimana pun juga kami terlahir dari rahim yang sama. Tapi aku berterimakasih belasan tahun aku mendapat kan pinjaman kasih sayang seorang ayah dari papa nya adik adik ku. Sekarang saat nya aku balas budi dengan cara pergi dari rumah itu dan gak akan pernah kembali lagi. Aku cukup tau diri siapa aku untuk gak memanggil om itu dengan sebutan papa ciaa . Hiks hiks aku β¦ aku gak tau harus apa lagi, nyesek cia nyesek bangeet β aku menjelaskan panjang lebar sambil terisak. Setelah itu aku menangis di bahu cia, aku meratapi nasibku yang tak seberuntung mereka mereka yang punya keluarga lengkap. Tetapi masih harus ku syukuri karna mempunyai oma dan opa yang menyayangiku.
β Ya allah . Maaf β¦. Maaf queen aku gak bermaksud ngehakimi kamu, aku cuma berkomentar atas apa yang aku lihat dan aku dengar tadi. Namun ternyata aku malah mendapatkan kenyataan yang sangat pahit. Kenyataan yang mengharuskan mu berada disini. Maaf kan aku yang belum mengerti semua permasalahan mu. Kamu jangan khawatir, mulai sekarang dan seterus nya aku akan selalu ada di samping kamu dalam suka mau pun duka. Jangan nangis lagi dong β cia memelukku dengan sayang
Salah satu yang harus aku syukuri dari nikmat allah ya iniβ¦. Aku di berikan sahabat yang sangat baik walau baru dua hari ketemu.
Tak terasa seharian aku sekolah, kini harus pulang ke rumah.
Tapi aku di kagetkan dengan pemandangan di dalam rumah oma dan opa.
Kalau sudah begini ceritanya sudah tak bisa ku elak kan lagi. Mama papa dan kedua adikku sudah duduk manis di ruang tamu.
β Queenβ¦ sini nak, mama rindu . Tolong maafin maama β mama langsung memelukku. Aku merasa nyaman saat mendapat kan kasih sayang sepertu ini.
-
Siapa yang bisa nebak Queen bakalan maafin orangtua nya dan ikut bersama orang tua nya atau tetap tinggal bersama oma opa dari papa nya ?
Hayoooo yang bener dapet hadiah ππ
__ADS_1
*****