Polisi Dan Akuntan

Polisi Dan Akuntan
118


__ADS_3

Ooeeekkk oeeekk oeeekkk


Suara tangisan baby terdengar nyaring di pertengahan malam.


Darrel Pov


Baru saja rasa nya ku lihat ara terlelap , tetapi inces sudah bangun dan menangis mencari sumber kehidupan nya yaitu Asi.


Mau banguni ara gak tega , kalau gak di banguni gak tega sama inces yang kehausan. Haduh dilema bapack bapack nichh ……


“ Hoaaaam …. Uh sayang sayang inces mama nih. Papa gimana sih kata nya mau jagain, anak nya nangis kok malah bengong “ Ternyata ara terbangun mendengar tangisan nya inces


“ Iya aku gak tega banguni kamu sayang. Baru aja kamu tidur sudah bangun lagi “ kataku


“ Ya begini lah seorang ibu , mau lelah ngantuk capek gimana pun harus tetap bangun ngurus anak. Makanya kamu jangan tau buat nya aja. Tau bantui ngurus juga dong “ kata istriku sambil tersenyum menatap ku


“ Ya tadi niat nya mau bantui tapi gak ngerti mau bantu apa. Habis nya Inces gak mau minum susu formula, jadi papa ga bisa bantu apa apa deh “ kataku memasang wajah sedih hihiw


“ Alasan aja papa ya dek, huh …. Udah tau kan perjuangan seorang ibu buat anak nya? Tuh kamu jangan ngelawan sama mama, gitu banyak perjuangan mama dari melahir kan sampai kau segede ini nih” kata istriku menasehati


“ Iya sayang …. Mama, kamu , queen , inces adalah harta paling berharga yang akan ku jaga ku hormati dan tak akan pernah ku sakiti . Aku janji “ kataku tegas


“ Asal betul lahhh hahaha “ kata istriku tertawa


Aku memandangi nya yang sesang meng ASIhi inces di pangkuan nya, sungguh wanita adalah makhluk yang harus di jaga dan di sayang. Wanita adalah makhluk istimewa.


“ Sudah tidur lah, ngapai nunggu aku nyusui inces ? Mau gantian ? “ kata ara terkekeh


“ Mau lah. Gantian aku yang nyusu siniii “ kataku nyengir


“ Kamu ini. Udah tidur situ di sebelah queen. Ini inces juga sudah tidur. Nanti kalau dia nangis aku dengar kok “


Akhirnya kami sama sama tertidur sampai adzan subuh berkumandang.


Aku mengambil wudhu dan langsung turun untuk shalat berjamaah di ruang shalat bersama orang tua ara


“ Gimana Baby nya rewel gak rel ? “ mama mertua ku bertanya


“ Enggak kok mah, cuma bangun sekali doang tadi malam habis itu nyusu terus tidur lagi sampai sekarang masih tidur tuh sama mama dan kakak nya “ kataku


“ Syukurlah kalau gitu. Yaudah deh mama mau masak dulu ya sekalian buatin jamu nya ara “ kata mama ara pamit berjalan ke dapur


Aku kembali ke kamar, ku lihat queen sudah bangun sedang mencium pipi dedek bayi kesayangan nya


“ Kakak sudah bangun ? “ tanyaku


“ Sudah dongg pa, kakak mau cium dedek “ kata queen tersenyum

__ADS_1


“ Kakak mandi yok sama papa bentar lagi, biar seger . Tuh bau jigong ntar dedek nya muntah “ kataku menggoda putri sulung ku


“ Ihh papa . Kaka kan wangi. Tapi ya sudah deh nanti ya pa bentar lagi. Kakak masih main nih sama dedek bayi. “ kata Queen sambil menoel pipi adek nya yang masih terlelap


Aku hanya membalas dengan acungan jempol saja.


****


Aku dan queen sudan rapi , sehabis mandi kami turun ke bawah untuk makan


“ Halloo cucu oma sudah wangi nih, siapa yang mandiin ? “ mama mertua ku membuka pembicaraan dengan queen


“ kakak mandi sendiri dong oma, tapi papa sih yang ambilin dan nyiapin baju hihihi “ jawab queen sambil terkekeh


“ Haduh udah jadi kakak masih manja kamu. Ya sudah ayo kita makan “ papa mertua ku menggoda queen


“ Biarin dong opaaaa wleee “ queen menjulur kan lidah mengejek papa mertuaku


“ Kakak sini dulu sama oma opa ya, papa mau anterin makan untuk mama sebentar” aku pamit dengan queen


“ Oke paaa”


****


“ Sayaaang, makan dulu nih. Bisa makan sendiri atau mau di suapin ? “ tanya ku ke ara


“ Oke sayang. Kalau perlu apa apa telfon aku ya “ kataku pamit


________


Saat aku menuruni tangga , hp ku berdering


“ Ya hallo ….. “ Kata ku


“ ……. “


“ Iya boleh lo. Sini lah main , ara pasti senang kalau kalian datang . Tapi gak tiap hari juga ya bosen gue “ kataku terkekeh


“ Bangsad lu. Pelit banget jadi orang, kita tau diri lah kalau datang bawa makanan sendiri gak nyusahin elu “ kata deta


Yaa…. Deta yang menelfon ku tadi


“ hahaahaha sorry gua becanda . Yaudah gih sini main “


Aku bahagia ketika orang ku sayang di kelilingi dengan orang orang baik, istriku sangat pintar dalam bergaul. Alhamdulillah aku mendapat kan seorang istri yang bisa jadi contoh untuk anak anakku kelak. Dalam memilih teman pun dia sangatlah pandai, terbukti teman teman nya tak hanya ada ketika dia sedang bahagia, tapi selalu mendorong nya untuk bangkit di saat dia terpuruk dan kesusahan.


….

__ADS_1


Aku menghampiri queen yang masih sarapan dengan mertua ku


Setelah selesai sarapan kami naik lagi keatas untuk melihat baby inces


Queen yang sudah berada di dekat mama dan dedek nya pun tak menghirau kan ku lagi. Syedih emang jadi bapack bapack yang tak punya kawan sejenis kelamin ini.


Sungguh bahagia nya hatiku melihat tiga bidadari ku. Ya allah kalau boleh aku meminta tolong lindungi lah keluarga kecil ku , berikanlah kami nikmat kesehatan , keselamatan di mana pun kami berada. Aku bahagia ya allah, jangan rebut kembali apa yang sudah menjadi bahagia ku. Jadikan lah aku seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk kehidupan dunia dan akhirat istri dan anak anak ku kelak.


Tetap lah buat mereka tersenyum , jangan biar kan satu orang pun menyakiti mereka ya allah.


Aku dengan segenap jiwa ku, berjanji akan selalu menjaga keluarga kecilku dengan sebaik baik nya .


Keluarga adalah sebuah istana


Yang dibangun dari cinta


Dikuatkan dengan pengorbanan


Dihiasi dengan kasih sayang


Indahnya tak terlukiskan


Kisahnya menjadi kenangan


Kemanapun aku pergi


Keluarga adalah tempat kembali


Disana ada duka lara


Namun terobati dengan sukacita


Disana ada kesedihan


Namun diganti dengan kebahagiaan


Tamat


Hallo gaisss , aku lagi sibuk banget akhir akhir ini. Gak fokus untuk up :(


Maaf kalau ceritanya gak menarik atau bahkan sama sekali tak pantas untuk di jadikan sebuah karya


Ini karya pertama ku, aku sama sekali minim. Hanya berbekal pengalaman serta dari banyak nya novel yang sering ku baca.


Tapi cerita nya sebenar nya belum habis, aku mau lanjut di part ketika Queen dan Inces sudah besar , mereka mulai menginjak remaja. Lebih baik aku lanjut disini atau buat judul baru yaa ? Tolong masukan nya dong. Aku butuh saran dan kritik dari kalian


Terimakasih untuk yang sudah mengikuti karya ku sampai sejauh ini, tanpa kalian aku gak akan bisa sampai di titik ini. Bangga sih sama diri sendiri, bisa buat satu karya walau pun cerita nya gaje tapi asli pemikiran sendiri gak jiplak sana sini.

__ADS_1


__ADS_2