
Masih Dengan Darrel dan Ara….
“ Thanks rel , tapi ini cincin mahal banget. Aku gak pantas memakai nya…. Maaf aku gak bisa terima rel, aku mau buket nya aja ya ? “ kataku
“ Aku sudah belikan ini untuk kamu, simpan aja. Nanti kalau kamu sudah siap memberikan jawaban untukku kamu pakai cincin itu jika kamu menerima ku, tapi jika kamu menolak kamu boleh buang cincin itu” kata Darrel memohon
“ Huuuhh iya iya Terimakasih banyak pak pol …. Eh btw kita balik ke mereka yuk. Aku belum foto loh, lagian sepertinya queen dan mama papa ku sudah sampai “ Ajakku
“ Oh iya ayuk….”
Sesampai nya di Aula aku menyapa mama papa ku, berfoto bersama tak lupa dengan queen dan ketiga sahabatku.
“ Rel, sini dong gendong queen disebelah ara biar aku fotoin “ kata eva yang memegang kamera untuk memotret kami
“ Eh iyaa sini queen oom gendong, uhh gemes cekali cih anak ciapa ini ?” Darrel mencium pipi Queen
“ Anak mama ala donggg” kata queen yang membuat semua tertawa
Jadilah kami foto bertiga, udah seperti keluarga bahagia saja . Tiba tiba aku teringat bg razqa, suamiku…..
__ADS_1
Kalau saja dia masih ada pasti saat ini kami yang foto keluarga seperti ini.
“ Ra …. Kita pulang sekarang ? Papa mau ada meeting lagi nih” suara mama membuyarkan lamunan ku
“ Tante, boleh gak Darrel ngajak ara dan Queen jalan jalan ? Nanti Darrel yang anterin pulang “ belum sempat aku menjawab pertanyaan mama tapi sudah di potong oleh suara Darrel
“ Win mau jalan cama oom, boleh ya oma opa? Ayuk dong maaa “ Queen merengek
“ Ya sudah boleh, mama papa pulang duluan yaa “ kata papa
“ Terimakasih om, tante hati hati yaa “ kata Darrel
“ Gak usah rel kalian saja, aku sudah dijemput mama papaku “ kata deta
“ Iya rel aku juga ada acara sama furqon heheh “ kata eva
“ Aku mau balik kampung rel. Next time deh….” Kata lala yang juga menolak
“ Yaudah deh kita pergi dulu ya…. “ Darrel pamit
__ADS_1
“ Dada onty onty “ Queen melambaikan tangan ke arah sahabatku
“ Have fun Ara Queen Darrel“ ……
Di mobil hanya ada candaan Darrel dan Queen, aku tak pernah melihat queen sedekat ini dengan laki laki selain adikku , papa , dan papa mertuaku.
“ Mama Queen kok diam aja sih? “ Darrel mengusik lamunan ku
“ hehe habisnya kalian becanda bedua terus “ kataku cemberut
“ Queen, mama cemburu tuh kamu dekat oom terus “ Darrel menggoda ku
“ Mama cembulu ya? Cini Queen cium…… “ Queen menyium pipiku spontan aku mencubit gemas pipinya
Setelah beberapa menit di perjalanan, kami sampai di taman bermain yang sangat cocok untuk keluarga bertamasya. Queen dan Darrel berlarian main gelembung. Tak lupa aku mengabadikan nya dengan handphone kesayanganku.
Tak terasa air mata ku jatuh menetes, perlahan ku hapus tapi jatuh lagi. Tak dapat di pungkiri bahwa queen sangat membutuh kan sosok papa, Apa Darrel orang yang tepat ? Aku ingin melihat queen bahagia terus seperti itu, tapi aku belum siap untuk menikah lagi. Aku masih belum percaya bahwa suamiku benar benar telah pergi. Terasa masih ada dia didekatku namun hanya halusinasiku saja.
Rindu terberat adalah ketika kita merindu namun tak dapat menyentuh.
__ADS_1
Perpisahan yang paling menyakitkan adalah kematian.