Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 14


__ADS_3

Keesokan Harinya Brian terbangun dari tidurnya dan bergegas mandi untuk melakukan operasi besar yaitu kerumah bandar besar yaitu Ayah dari Alexander bersaudara.


Dan rencana dia akan berangkat sendiri kesana dan juga tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun termasuk Martin dan Jonathan.


Setelah berpakaian serba hitam Brian menuju ke mobilnya dan menjalankannya menuju kerumah yang di beritahukan oleh Monte sebelum kematiannya menjemput.


Saat sampai di tempat itu dia melihat belum ada aktivitas apa saja dan di sana sudah banyak yang berjaga Brian kemudian memasangkan ke pistolnya peredam agar suara tembakannya tidak terdengar.


Door, Dooor


2 orang sudah terkena tembakannya dan temannya yang lain terkejut karena melihat temannya tewas tanpa adanya masalah kesehatan pada mereka.


Dooor, Doorr, Door


kembali Brian menembak mereka 3 orang penjaga luar sudah tumbang sisa bagian dalamnya. lalu dalam keadaan sembunyi-sembunyi dia turun dari mobilnya dia melihat Alexander bersaudara keluar dari rumahnya.


Anton dan Carlos terkejut melihat kelima anak buahnya tewas. Karena ketakutan mereka pun langsung bergegas menuju ke perusahaan agar pembunuh itu tidak membunuh mereka.


melihat mereka pergi Brian tersenyum karena tugasnya sedikit agak ringan. setelah pergi Brian masuk kedalam rumah itu diapun membunuh beberapa pengawal dan anak buah Alexander yang lain.


Dia kemudian berjalan masuk kedalam dengan santainya tanpa adanya beban dan seperti masuk kerumahnya sendiri, Di ambang pintu masuk Brian kemudian membunuh lagi beberapa anak buah tuan Alexander tanpa ada yang tahu karena dia masih menggunakan peredam suara.


Di dalam ruang makan sudah ada tuan Alexander beserta keluarganya yang sedang menikmati sarapan mereka.


Alexander melihat Brian yang Tiba-tiba duduk di meja makannya.


Alexander dengan marah bertanya " kau siapa tiba-tiba duduk di sini jika kau seorang pengawal ku sana kebelakang makan"


mendengar ucapan Alexander, tanpa aba-aba Brian menembak para asisten rumah tangga Alexander, membuat suasana sarapan itu menjadi mencekam.


Alexander berteriak memanggil anak buahnya " Hei pengawal kemana kalian habisi orang ini, siapa kau? "


Brian berkata dengan tenang dan mengeluarkan lencana kepolisian nya langsung saja Alexander terkejut baru kali ini ada polisi yang datang kerumahnya.


Alexander bertanya " apa mau mu kemari? uang kau bisa meminta berapapun yang kau inginkan"


Brian berkata " aku tidak ingin uang, aku kemari karena kau membuat masalah di wilayah ku ini dan juga para anak buah mu itu sudah mati jadi bisa di bilang kini hanya ada kalian disini"


Alexander berkata dengan panik takut kalau keluarganya tahu bahwa dia menjadi bandar narkoba karena selama ini mereka hanya tahu bahwa Alexander hanya seorang investor sehingga mereka bisa punya kehidupan seperti ini " kesalahan apa maksud mu"

__ADS_1


Brian mengeluarkan bukti yaitu berupa dokumen-dokumen yang di mana Alexander melakukan bisnis jual beli obat-obatan terlarang.


Brian berkata dengan dingin " itu buka mata mu lebar-lebar jika kau hanya membuat masalah di tempat lain aku tidak marah tapi kau melakukannya disini brengsek"


Alexander pun melebarkan matanya, lalu melihat kearah keluarganya.


istri Alexander berkata " ternyata kau melakukan bisnis haram, selama puluhan tahun ini aku percaya kepadamu kau merusak kepercayaan ku selama ini"


melihat istrinya sudah berkata seperti itu membuatnya menjadi diam dan tak tahu harus melakukan apa-apa.


Dooor, Dooor, Door


Tanpa aba-aba. langsung saja Brian menghabisi seluruh keluarga Alexander di depan mata pria tua itu. Alexander yang melihat itu langsung teringat siapa orang yang berada di depannya ini.


Alexander berkata " kau, kau polisi kejam itu yang selalu mengeksekusi siapa saja "


Habis sudah dirinya dia sudah kehilangan keluarganya jadi apa yang harus dia lakukan, karena kebanyakan berfikir.


Dooor, Dooor, Dooor


Alexander pun tewas karena di tembak oleh Brian, kemudian Brian menelfon para petinggi kepolisian bahwa seorang bandar besar telah di musnah kan, para peringgi itupun menjadi bangga kepadanya.


petinggi 1 berkata kepada yang lainnya " Diantara semua polisi hanya dia yang bisa menyelesaikan semuanya dengan bersih dan cepat"


petinggi 3 " kita serahkan semua ini kepadanya, kita naikkan pangkatnya saja"


petinggi 4 " kau benar selesai kasus ini kita panggil dia kemari untuk melantiknya menjadi asisten kepala Polisi"


mereka memutuskan akan menaikkan pangkat Brian ke yang lebih tinggi lagi.


sedangkan Brian kini merasa senang karena tujuannya untuk hidup tenang dengan Andriana akan segera terealisasikan.


lalu diapun menuju ke perusahaan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya rencananya mereka akan mengeksekusi max di perusahaan itu dengan cara yang halus yaitu dengan meracuninya.


tibalah saat ini dia di depan gedung bertingkat milik sang kekasih diapun mengganti kembali pakaiannya menjadi seragam OB, dia berpapasan dengan Martin dan Jonathan.


Martin bertanya karena baru melihat Brian datang " Kau dari mana saja? apa kau mengurus perusahaanmu lagi "


Brian berkata dengan santai " Aku tadi selesai menghabisi seluruh keluarga Alexander kecuali Anton dan Carlos karena untuk mereka berdua aku punya rencana yang bagus"

__ADS_1


Martin terkejut karena sahabatnya itu selalu berbuat nekat tapi selalu berjalan dengan lancar " kau pergi berpesta tapi tidak mengajak kami tega sekali kau"


Brian berkata " aku tidak. mengajak kalian karena aku ingin kalian mengintai yang di sini lagipula semuanya sudah berakhir "


Jonathan bertanya " lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? "


Brian berkata sambil memberikan sebungkus racun kepada mereka berdua " Tugas kalian hanya meracun dirinya terserah dengan makanan atau minuman apa yang jelas racun itu harus habis"


Brian pun melangkah mendahului mereka berdua, Martin dan Jonathan hanya bisa mengiyakan rencananya, lalu segera melaksanakannya.


Brian pun mulai melakukan pekerjaannya tapi sebelum itu dia menyuruh beberapa anak buahnya untuk menghabisi seluruh keluarga max dan memberikan alamatnya.


beralih ke Martin dan Jonathan yang sedang memulai aksinya mereka melihat max berada di pantry untuk membuat secangkir kopi dan beruntungnya max mendapat sebuah telfon yang tidak tahu dari siapa sehingga mengharuskannya untuk keluar. yang ternyata orang yang menelfonnya adalah orang yang memberitahunya bahwa semua anggota keluarganya tewas mengenaskan karena kebakaran.


memang Brian selalu menutup semua aksinya dengan cara membakar rumah para targetnya jadi kematian mereka seakan-akan karena kebakaran.


Max pun menangis sejadi-jadinya dan tidak tahu bahaya yang datang menimpanya sebelum berangkat kerumahnya dia sempat-sempatnya meminum kopi yang telah dia buat dan telah tercampur dengan racun.


Saat di perjalanan pulang pandangannya berubah menjadi kabur dan kepalanya menjadi pusing dia juga tidak melihat ada sebuah mobil kontainer yang melaju dengan kencang dan Bruukk Max pun tewas di tabrak oleh mobil itu.


Anton dan Carlos yang mendengar semua anak buahnya sudah tewas menjadi kalang kabut mereka tidak tahu bahwa keluarganya juga sudah tewas di bantai.


Kini Brian, Martin dan Jonathan berjalan menuju ke dalam lift dan tidak menyadari bahwa ketiga kekasih mereka ada di dalam sana, ketiga wanita cantik itu melihat punggung tegap para kekasihnya tersebut dan tidak sengaja mendengar percakapan mereka.


Brian berkata " sudah lima yang habis beserta keluarga Alexander sisa kedua brengsek ini yang masih hidup, jika ada kesempatan aku akan mencekik mereka atau memberikan tubuh mereka kepada Leon, Zack dan Selene ( nama harimau peliharaan Brian) "


Martin berkata " Hei kau sedari pagi sudah bersenang-senang dengan Keluarga Alexander kini giliran kami "


Jonathan juga tidak mau ketinggalan " Hei pangkat kalian berdua sudah terlalu tinggi apalagi anda pak Brian sisakan aku juga, aku juga ingin naik pangkat "


Brian berkata " kenapa kau baru bilang? kau bisa datang keruangan ku kau lupa aku ini Deputi Kepala Polisi kota ini jadi aku bisa menaik turunkan pangkat mu"


Jonathan berkata " aku ingin naik pangkat karena di nilai dari kasus yang kupecahkan bukan karena aku dekat dengan anda"


Martin berkata " wow, wow si junior kita ini sudah dewasa rupanya, kucing yang baru lahir kini sudah bertransformasi menjadi seekor anak singa"


Brian berkata dan menasehati mereka " kau benar, jangan hanya pecahkan kasus kecil kau harus bisa mengambil kasus-kasus besar kau tahu, kita akan bisa cepat naik pangkat jika memecahkan kasus yang besar"


Andriana dan yang lain mendengar percakapan mereka hanya bisa tersenyum dan berkata dalam hati "( ini yah obrolan para polisi mereka selalu saja mengobrol tentang pangkat) "

__ADS_1


Tak lama lift berhenti di lantai ke 4 dimana Alexander bersaudara ikut naik ke lift itu Brian dan yang lain pun berbalik dan terkejut melihat kekasih mereka.


karena fikiran mereka kini di kuasai oleh rencana bagaimana menangkap para pecundang ini mereka pun cuek saja tapi tetap berdiri di depan kekasih mereka. masing-masing sambil memegang tangan mereka.


__ADS_2