
pencarian itu memakan waktu yang cukup panjang sampai suatu ketika Brian membawa istrinya agar tidak terjadi sesuatu padanya, dia terus saja memeluknya seakan-akan Andriana akan meninggalkannya.
Martin pun datang bersama dengan 4 orang anak buahnya karena yang lain sudah di bagi dan berpencar, lalu Brian langsung membawa mereka ke sebuah tempat yang sepi di sekitar situ.
Brian berkata kepada mereka dan mengeluarkan strateginya "Martin perketat penjagaan disekitar sini ada beberapa orang dari kelompok ******* jika lengah sedikit saja kita bisa tewas terbakar"
Martin yang mendengar sahabatnya langsung terkejut dan kemudian menajamkan pandangannya agar tidak lengah, begitu juga dengan keempat anggotanya juga langsung membagi diri dan berpencar.
Martin bertanya sambil matanya masih berkeliling " Dimana kau bisa tahu kalau mereka itu *******? "
Brian berkata " kita pernah membahas kelompok mereka bulan lalu bukan, kalau tidak salah kita membahasnya 1 minggu setelah pernikahan ku"
Martin terkejut dan berkata " ternyata para bajingan itu cepat sekali bergerak, kalian waspada " lalu mengkoordinasikan kepada anak buahnya yang sudah berpencar sedaritadi dan keempat yang ikut bersamanya juga sudah berbaur dengan kerumunan.
__ADS_1
Brian berkata " Martin ayo kita bergerak jika tidak akan banyak orang yang menjadi korban karena sifat binatang mereka"
Martin pun mengangguk dan mulai berjalan keluar diikuti dengan Brian dan Andriana yang selalu dia genggam.
Brian memperingatkan kepada Andriana " sayang jangan pernah terpisah tetap disampingku agar aku bisa mengawasimu, ini sangat berbahaya "
Andriana pun berkata sambil mengeratkan pegangannya ditangan suaminya " iya tolong jangan lepaskan tangan ku" Brian pun mengangguk dan memeluk Andriana dengan erat.
pandangan Brian kembali kedepan tidak lupa juga mengawasi istrinya diapun memberikan isyarat kepada Martin agar menyuruh anak buahnya menangkap mereka tapi dengan hati-hati.
Martin langsung menuruti perintah itu dan menuju ke ruang CCTV untuk memeriksa keberadaan bom nya, sedangkan di sisi Brian pria itu terus menerus merangkul istrinya agar tidak terpisah dia khawatir jika istrinya itu terluka.
sekitar 2 jam polisi-polisi itu menangkap mereka tanpa ada yang tahu bahwa mereka adalah seorang polisi termasuk kelompok ******* itu dan benar saja beberapa polisi itu membawa satu persatu ******* itu keluar ada sekitar 5 orang sisa satu yang tersisa.
__ADS_1
Dan ternyata satu orang itu berada di depan Brian dan berkata " hehehe Halo pak polisi kau pikir aku tidak tahu siapa kau? "
Brian dengan tatapan tajam itu mencoba melumpuhkan nya tapi dia tidak langsung menyerangnya tapi menemaninya terus berbicara agar dia bisa lengah.
Brian berkata " aku tahu kau sedari tadi memandang ku, tikus bodoh seperti mu mau mencoba membodohi ki dasar penjahat kelas teri" Dia mencoba memprovokasi ******* itu dan benar saja orang itu marah dan menyerang Brian hingga pegangan pria itu di istrinya terlepas dan Andriana pun berdiri di kerumunan orang-orang yang menonton aksi mereka.
Brian dengan tenang hanya menatap orang itu dengan santai lalu orang itu menyerangnya dengan membabi buta dan Brian dengan santai menerima serangan itu dan dengan mudah melumpuhkan orang itu dengan satu kali serangan.
Orang itu pun terjatuh dengan keras Brian langsung berkata " heh selama ini aku hanya bertarung dengan senjata dan ini perdana ku bertarung dengan tangan kosong hehehe kira-kira hukuman apa yang cocok untuk. orang seperti kalian itu yang hanya sekelompok sampah tak berguna "
******* itu dengan marah berfikir dia tidak. mungkin bisa menang jika hanya bertarung dengan tangan kosong atau senjata maka diapun punya ide yaitu dengan menyandera orang terdekatnya yaitu Andriana.
Andriana pun panik karena lengannya di tarik oleh orang lain dan menodongkan nya pistol di dahinya pria itu berkata " heh kalau begini kau bisa melawan ku kalau kau melukaiku maka wanita ini akan mati ditanganku"
__ADS_1
Brian terkejut karena istrinya disandera oleh seorang sampah masyarakat, jika dia bergerak sedikit saja maka Andriana bisa saja terluka di tangan seorang ******* dan Brian tidak ingin itu terjadi.