Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 30


__ADS_3

Lama mereka mengobrol Toby berpamitan karena dia masih punya pasien yang lain untuk di periksa sedangkan James juga sudah kembali ke kantor polisi pusat untuk mengabarkan keadaan Brian, Sedangkan Martin dan Andriana tinggal dan tak lama kemudian orang tua Brian dan orang tua Andriana termasuk Felicia, Jonathan dan Karina juga datang.


orang tua Brian bertanya kepada Andriana dengan wajah panik " Andriana bagaimana dengan Brian? "


Andriana berkata " Brian sudah tidak apa apa Mom Dad dia sudah sadar malahan, Andriana heran kok dia bisa cepat sadar ya?,apa aku ini menikah sama terminator yah? " Heran dengan suaminya itu yang baik-baik saja walaupun habis ditimpuk dengan balok besar.


Daddy Brian tersenyum dan menenangkan menantunya itu " sayang kau tidak perlu heran begitu dia memang begitu bahkan yah dia pernah terkena ledakan bom saat dia masih menjadi kopral di kepolisian tapi dia hanya mendapatkan luka ringan saja, itulah hebatnya anak kami"


Mommy Brian pun berkata " benar sayang apa yang dikatakan oleh daddy mu memang benar adanya, dulu saja saat pertama Brian menjadi polisi Mommy bahkan sampai pingsan dengarnya tapi saat tahu kondisinya Mom langsung lega, jadi tenang yah"


Tuan manuel berkata kepada besannya itu "wah menantuku ini spesial yah, kalau aku mungkin sudah pindah alam dari tadinya"


Martin pun berkata " Tuan Manuel, Brian selalu seperti ini, bagi Brian ini mungkin hanya insiden ringan saja dan gampang diatasi "


lama mereka berbincang Andriana pun masuk kedalam ruangan suaminya itu, pas saat masuk kedalam Andriana kembali panik karena tidak ada orang diruangan tersebut, karena panik diapun memanggil orang-orang yang berada di luar.


Andriana berteriak panik " Dad, Mom, Martin kalian masuk kemari" Mendengar teriakan dari Andriana mereka pun bergegas masuk ke dalam.


Martin bertanya dengan panik " ada apa Andriana kenapa kau berteriak histeris tadi?"

__ADS_1


Daddy Brian pun juga bertanya " iya ada apa Nak apa yang membuatmu panik? "


Andriana berkata " Dad Brian tidak ada di tempat tidurnya ruangannya kosong, apa dia kabur yah? "


Martin berkata sambil melihat ke sekeliling ruangan Brian " mana mungkin dia kabur dari tadi kita sudah berdiri di depan dan tidak ada yang keluar dari sini kalaupun ada kita mungkin sudah melihatnya "


Tuan Manuel berkata " betul apa yang dikatakan Martin sayang dan kalaupun dia kabur dia mungkin sudah membawa dompetnya lihat itu di atas nakas samping ranjang nya " mereka pun melihat kearah nakas dan benar saja dompet Brian masih berada disana, sekedar info Brian tidak akan pernah keluar jika tidak membawa serta dompetnya karena katanya Brian setiap waktu akan membeli sesuatu baik itu makanan maupun senjata.


Andriana bertanya sambil menahan nafas " lalu dimana dia sekarang? dasar Brian suka membuat khawatir "


Tidak lama mereka berdiskusi pintu toilet terbuka yang membuat yang berada di ruangan itu melihat kearah sana dan terkejut melihat siapa yang keluar dari Toilet yang ternyata Brian yang keluar dengan wajah bingungnya.


Martin berkata dengan kesal " kau ini ternyata berada di toilet, Andriana berteriak tadi karena mengira kau kabur dari rumah sakit bodoh"


Daddy Brian berkata " kau ini membuat kami semua khawatir, jika bukan anakku aku mungkin mengirim mu ke segitiga bermuda"


Brian berkata " hei aku berada di toilet karena tadi aku sakit perut tidak mungkinkan aku meminta izin terlebih dahulu hanya untuk masuk ke toilet dan saat aku bangun tadi kalian tidak ada di dalam sini " sama kesalnya dengan mereka karena di salahkan.


Andriana berkata " maaf sayang kami berada di luar tadinya jadi kami tidak tahu kau sudah sadar " sambil memegang tangan Brian dan menenangkan suaminya itu.

__ADS_1


Andriana pun membawa suaminya itu kembali duduk di ranjangnya, kembali mereka mengobrol di dalam ruangan Brian dan bertanya-tanya mengenai keadaannya dan bertanya mengenai lukanya tersebut.


Brian berkata " kalian tidak perlu khawatir aku tidak apa apa ini sudah biasa bagiku dan sudah menjadi makanan sehari-hari ku"


Martin berkata dengan mencibir " cih kau ini suka bersikap keren dari dulu "


Brian hanya mendelik mendengar lelucon dari sahabatnya itu, Martin kembali berkata " oh iya James tadi juga datang menjenguk mu "


Brian pun berkata " pasti dia mau bertanya mengenai kasus teror tadi setelah keluar dari sini aku di suruh menghadap ke para pemimpin kepolisian "


Martin bertanya " kapan dia memberitahu mu? kenapa kau tidak memberi tahuku? "


Brian berkata " sebelum hari pernikahan ku dia menemuiku di ruanganku dan memberi tahuku hal ini dan aku tidak tahu apa yang akan di katakan oleh petinggi kepolisian "


Andriana mengomeli kedua polisi " kalian ini bahkan sedang sakit sekalipun kalian malah membahas pekerjaan "


Brian berkata " maaf sayang pekerjaan kami ini sudah mendarah daging "


Andriana berkata " kau. harus banyak istirahat dan jangan melakukan aktivitas berat dulu" Andriana menarik tubuh Brian untuk berbaring.

__ADS_1


__ADS_2