
karena fikiran mereka kini di kuasai oleh rencana bagaimana menangkap para pecundang ini mereka pun cuek saja tapi tetap berdiri di depan kekasih mereka. masing-masing sambil memegang tangan mereka.
Tapi seketika tanpa aba-aba Brian maju kedekat dua orang itu.
Brian berkata dengan dingin " kalian tahu siapa yang menghabisi para anak buah kalian? "
Martin dan Jonathan tidak tahu bahwa Brian sudah memiliki rencana tapi tetap saja mengikuti alurnya.
Anton dan Carlos terkejut mendengarnya dan langsung menatap wajah Brian.
Carlos pun mengenali wajah itu, wajah seorang polisi yang sangat terkenal akan kekejamannya diapun berjalan mundur dan berniat lari tapi sekarang kondisinya mereka berada di dalam lift.
Anton berkata " apa yang kau inginkan selama ini? "
Brian tersenyum licik " aku tidak butuh apa-apa dari kalian aku hanya marah kenapa kalian berani membawa barang seperti itu di kota ini. kau tahu aku akan sangat marah jika ada yang berani mengusik wilayahku"
Alexander bersaudara pun terkejut mereka salah mengambil kota sasaran dimana di kota ini terdapat seorang monster yang menjaga.
Carlos pun berusaha memberikan kesepakatan " apa yang kau inginkan uang? aku akan memberikannya berapapun yang kau mau"
Brian tersenyum dingin " kau tahu kata-kata mu itu sama dengan kata-kata terakhir Ayah mu kepadaku"
kembali mereka berdua seperti di sambar oleh petir. suasana semakin tegang Martin dan Jonathan juga ikut tersenyum licik para wanita yang melihat mereka hanya bisa bersikap tenang termasuk Andriana yang melihat kekasihnya itu.
Carlos dengan berkeringat dingin berkata " apa yang kau lakukan kepada Ayah kami"
Brian berkata dengan santai " Aku hanya sekedar memberinya hadiah dan juga kepada seluruh keluargamu jadi bisa di bilang aku yang membantai mereka, itu untuk kalian yang mencoba bermain-main denganku"
Anton pun mematung mendengar bahwa keluarga mereka sudah habis begitupun dengan Carlos dia mengerti ternyata para anak buahnya tewas karena Brian.
Tiba-tiba Brian mendekat dan menyerang mereka berdua dengan membabi buta termasuk Martin dan Jonathan yang sedari tadi hanya menonton.
Brian menyerang Anton terlebih dahulu dengan cara mematahkan tangannya dan memukul tulang rusuknya hingga patah.
__ADS_1
kretak, kretak
suara patahan yang berada di dalam tubuh Anton.
Anton berteriak kesakitanku " arghhhh Monster kau Monster "
Brian berkata dengan marah " orang seperti dirimu harus di musnahkan sampai ke akarnya kau sudah merusak hampir keseluruhan masyarakat di kotaku maka aku tidak akan pernah mengampuni mu"
kretak, kretak
Brian langsung mematahkan leher Anton hingga Anton tewas di tempat.
saat melihat kearah Carlos, Carlos berjalan mundur.
Carlos pun memohon " tolong jangan bunuh aku, aku akan melakukan apapun"
Brian berkata " bagaimana jika aku meminta nyawamu saja itu sudah cukup " dan menyuruh Martin dan Jonathan mengeluarkan pistol mereka.
Martin berkata dengan tersenyum " ada kata terakhir yang ingin kau ucapkan "
Jonathan berkata " ini kesempatan untukku naik pangkat hanya dengan menghabisi dirimu"
Brian tidak berkata dan Dooor, Door, Door Carlos tewas di tempat.
Brian berkata " aku akan menghubungi para petinggi untuk mengatakan bahwa misi ini telah selesai "
mereka berdua pun mengangguk dan melepas seragam OB mereka langsung saja mereka merubah kembali penampilan mereka yaitu hanya dengan Kaos oblong, celana panjang hitam, kalung lencana polisi mereka dan pistol yang berada di pinggang mereka.
Para gadis yang melihat hanya memerah pasalnya kekasih mereka itu membuka baju tepat dihadapan mereka. mereka melihat ada banyak tato di tubuh para kekasihnya itu dan itu yang membuat mereka semakin seksi.
Brian berjalan ke arah Andriana dan langsung saja menggenggam tangan halus itu begitupun dengan kedua anak buahnya.
Saat pintu lift terbuka mereka keluar dengan penampilan yang sudah berubah yang awalnya hanya berseragam OB kini telah berubah menjadi lebih keren lagi. mereka terkejut melihat kalung yang berada di leher ketiga pria itu dan kedua mayat yang berada di belakang mereka, ditambah mereka menggandeng para petinggi perusahaan.
__ADS_1
Karyawan 1 berkata kepada teman-temannya " lihat itu bukannya itu Brian dan kedua temannya, ternyata mereka keren juga dan kenapa mereka bisa bersama dengan para atasan kita"
Karyawan 2 " lihat itu yang di leher mereka ada lencana polisi"
Karyawan 3 " ternyata mereka adalah polisi yang menyamar, aku bahkan sampai pangling melihatnya"
karyawan 4 " mereka melakukan itu karena banyak karyawan yang tewas karena overdosis makanya mereka berada di sini"
para karyawan itu mulai bergosip melihatnya, mereka berenam hanya bersikap cuek saja dan tetap berjalan keluar.
Brian berkata " berikan jasad ini kepada makhluknya lapar itu "
langsung saja mereka membawa kedua jasad itu menuju ke kandang para peliharaan Brian.
Andriana bertanya kepada kekasihnya itu " sayang kita mau kemana ini"
Brian tidak menjawab dan terus menyuruh yang lain ikut sedangkan Martin dan Jonathan sudah tahu arah tujuan mereka itu. Tibalah mereka di sebuah tempat dimana ada sebuah kandang yang berukuran besar di suatu tempat khusus.
Andriana kembali bertanya " tempat apa ini kenapa ada kandang di dalam rumahmu Brian"
Brian hanya tersenyum dan merangkul Andriana diapun menyuruh pegawainya mengeluarkan ketiga Harimau putihnya itu dan terlihatlah Harimau-harimau besar yang sangat gemuk dan lapar.
mereka sudah dipelihara oleh Brian sedari kecil dimana saat itu Brian melihat mereka sedang tersesat di sebuah hutan dimana Brian saat itu masih menjadi polisi baru di hutan itulah mereka bertemu.
Harima-harimau itu selalu mendekati Brian jika di datangi dan bermain dengannya, sekalipun mereka adalah hewan liat, mereka tidak akan pernah melupakan orang yang pernah merawat mereka.
seperti biasa orang-orang yang bertugas merawat ketiganya pun mengambil jasad para bandar itu dan melemparnya ke dalam kandang.
Brian berkata kepada Andriana " ini adalah tempat di mana aku mengeksekusi para penjahat yang berani berbuat di sini jadi kedepannya kau harus bisa membiasakan nya " katanya sambil memeluk tubuh Andriana yang ketakutan melihat ketiga harimau itu mencabik-cabik tubuh orang-orang itu.
Brian mengancam Andriana " jika kau berani menyakitiku dengan memiliki hubungan dengan pria lain aku tidak akan segan-segan melemparkanmu kedalam sana, begitu juga dengan kalian" katanya kepada ketiga wanita itu bahwa mereka adalah pria yang tidak akan mentolerir segala pengkhianatan.
Andriana dan yang lainnya menjadi ketakutan dan berpikir 2 kali untuk menduakan mereka. setelah memberi peliharaannya makan mereka berenam berjalan menuju kerumah masing-masing.
__ADS_1