
Mommy Brian berkata " kau ini sudah jadi suami pikirkan juga istri mu yang butuh disayang "dengan wajah kesalnya akibat tingkah anaknya itu yang terlalu workaholic.
Brian juga berkata " Mom aku akan usahakan untuk bisa menemani Andriana" sambil menatap Andriana dengan penuh kasih sayang.
tak lama setelah obrolin mereka tiba-tiba Brian ingin mandi karena merasakan bahwa tubuhnya sudah sangat gerah akibat sudah dari kemarin tidak mandi, karena Andriana belum bisa membiarkannya bergerak maka wanita itu memutuskan untuk hanya sekedar membersihkan tubuh suaminya itu menggunakan handuk basah.
Brian berkata " sayang apa aku bisa mandi, ah tubuhku sudah sangat lengket akibat tidak mandi dari kemarin "
Andriana berkata " sayang kau belum bisa bergerak, kalau kau mau mandi aku akan membersihkannya dengan cara menggunakan handuk kecil di tubuhmu"
Brian memelas agar istrinya itu mau mengijinkannya untuk mandi " sayang hanya sebentar saja aku tidak akan lama percayalah, kalau menggunakan handuk kecil tubuhku hanya segar sesaat"
Andriana pun memberikan solusi kepada suami yang dinikahinya dua hari yang lalu itu " baiklah kalau kau mau mandi " dia menghentikan pembicaraannya Dan melanjutkan lagi " tapi aku harus ikut kedalam untuk mengawasimu agar kau tidak bertindak aneh-aneh, kau itu masih sakit dan harus berhati-hati " perkataannya itu membuat yang lain terkejut tidak terkecuali Brian itu sendiri.
__ADS_1
sebegitu posesif Andriana yang selalu khawatir dengan suaminyaa itu, orang tua Brian menjadi kegum dengan anak menantunya itu yang begitu mencintai anak laki-laki mereka itu yang sangat keras kepala itu.
Brian pun menimpali ucapan istrinya itu " sayang kau jangan aneh aneh kau tidak mungkin ikut denganku kedalam kamar mandi dan menemaniku mandi" katanya dengan wajah tidak percaya kepada istri cantiknya itu.
Andriana berkata dengan tatapan tajam " pokoknya kalau kau mandi maka aku harus mengawasi mu di dalam sana untuk mencegah tindakan bodoh mu itu " sama keras kepalanya dengan suaminya itu.
Brian mau tidak mau jika Andriana sudah mengatakan pokoknya maka dia tidak bisa membantah segala ucapannya itu, jika tidak maka Andriana akan mendiamkannya seharian penuh, diapun beranjak menuju kekamar mandi di ikuti Andriana yang berada di belakangnya sambil membawa perlatan mandinya itu.
Brian berkata saat berada di dalam kamar mandi " sayang apa kau yakin mau ikut? aku cuma mau mandi loh bukan mau kabur"
Tak lama kemudian dengan tubuh basah Brian Andriana memeluk tubuh berotot itu dari belakang sambil berkat " sayang aku melakukan ini karena aku mencintaimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu bahkan hanya sekedar mandi saja aku mengikutimu kedalam sini" katanya sambil membelai perut suaminya itu yang selalu menjadi spot terfavorit nya sebelum tidur.
Brian yang mendengar ucapan wanitanya tersebut hanya tersenyum dan berkata " teruslah seperti ini sayang" Andriana pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
setelah mandi Andriana pun memberikan handuk kepada Brian dan berjalan keluar untuk segera menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh suaminya yaitu baju kaos singlet berwarna biru navy, sebuah underwear berwarna abu-abu dan celana pendek berwarna hitam, agar suaminya itu tidak kembali gerah karena pakaian yang terlalu tertutup dan terlalu tebal.
Brian pun keluar dari kamar mandi dan segera memakai baju yang telah di Siapkan oleh istrinya itu untuknya, tubuhnya sudah mulai segar setelah kemarin tidak sadarkan diri akibat kecelakaan.
Setelah memastikan bahwasanya suaminya itu sudah selesai mengenakan semuanya Andriana kembali memanggil yang lain untuk masuk kembali.
Brian bertanya kepada Martin yang masih setia berada di sana " Martin bagaimana dengan para ******* itu? apakah mereka sudah diadili apa belum? "
Martin berkata kepadanya " mereka diadili setelah kau kembali lagi bekerja seperti sebelumnya, mereka juga menunggu keputusan mu ingin dieksekusi seperti apa"
Brian berkata dengan tatapan tajam mengarah kedepan " kau katakan kepada anak buatmu bahwa setelah aku keluar dari sini siapkan sebuah tempat untuk eksekusinya, jangan lupa alat penggalnya dan undang semua orang untuk melihat eksekusi itu termasuk para media agar ******* yang melihat menjadi takut" memberi perintah kepada Martin.
Martin berkata dengan penuh ketegasan " baiklah, dalam beberapa hari ini akan selesai"
__ADS_1
Martin pun keluar dari ruangan untuk menelfon beberapa anak buahnya untuk segera menyiapkan segalanya untuk hari pengeksekusiannya, sedangkan Brian masih berada diatas ranjangnya dan kembali mengobrol dengan istrinya.