Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 33


__ADS_3

...1 Minggu Kemudian...


hari ini hari dimana Brian telah keluar dari rumah sakit beserta dengan keluarganya dan menuju ketempat yang telah di katakan oleh Martin, sebagai tempat eksekusi para ******* tersebut di ikuti oleh keluarga yang juga ingin ikut menyaksikan pengeksekusian itu.


Diatas mobil Andriana bertanya kepada suaminya " sayang apa kamu benar-benar mau mengeksekusi mereka di depan orang banyak?"


Brian menjawab " itu benar sayang soal eksekusi aku tidak pernah main main bahkan sebelum hakim ketuk palu maka aku duluan yang telah memutuskannya "


Andriana menghela nafas dengan sifat kejam suaminya yang tak kenal ampun kepada penjahat, bahkan sebelum menikah saja Brian menangkap beberapa orang penjahat seminggu sebelum pernikahan dan hari itu juga langsung di eksekusi.


Brian memang ibarat seorang iblis yang menyamar sebagai dewa yunani licik, cerdik, kejam dan sadis bahkan tak kenal akan gender.


Andriana berkata kepadanya " sayang kasihan mereka pasti ada keluarga mereka yang datang saat pengeksekusian itu"

__ADS_1


Brian berkata " kau tenang saja keluarga mereka telah ku basmi agar tidak ada yang dendam, memang seperti itu hukum yang berada di negara ini jika menyangkut tentang terorisme dan kau jangan pernah mengungkit hal ini lagi" mengakhiri ucapannya dengan menatap tajam istrinya dan membuat Andriana takut akan hal itu, memang Andriana sangat takut dengan tatapan suaminy. itu, pernah Andriana membuat Brian marah dan mau tidak mau tatapan itupun keluar hingga membuatnya menangis.


Tak lama setelah percakapan mereka yang panjang mobil mereka pun sampai di tempat tujuan yang di beritahukan oleh Martin dan sudah banyak orang yang berkumpul melihat hal itu termasuk Petinggi kepolisian dan beberapa hakim dan Jaksa yang datang kemari untuk melihat pengeksekusian itu.


setelah mobil berhenti mereka pun turun bersamaan dengan datangnya mobil orang tua Brian dan orang tuan Andriana yang juga ikut menonton pengeksekusian itu, Brian dan Andriana pun di sambut oleh para petinggi kepolisian termasuk James.


James berkata " bagaimana dengan lukamu?jangan memaksakan diri kau bisa menyuruh anak buahmu yang lain untuk melaksanakannya "


Brian tersenyum bangga dan berkata " kau tahu aku bukan James, benda seperti itu tidak akan pernah membunuh ku bahkan neraka saja enggan menerimaku yang kejam ini" Andriana yang mendengar itu menjadi kesal dan mencubit pinggang suaminya dengan keras dan membuat suaminya itu merintih " kamu ini masih sempat sempat nya bercanda tentang neraka nanti Tuhan mendengar baru tahu rasa kau" Brian pun tegang setelah mendengar ucapan istrinya itu. Para bawahan Brian menjadi heran dengan atasannya itu yang ternyata juga seorang suami yang penurut pada istrinya.


Brianpun mengangguk dan menyerahkan Andriana kepada orang tua dan mertuanya dan menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjaga keluarganya selagi dia berada di atas panggung eksekusi.


Tak lama kemudian Brian mengambil microphone dan berbicara " baik para hadirin sekalian Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya di depan kita ini ada beberapa orang ******* yang telah mengancam keselamatan negara kita dan penduduknya, saya mau kalian setelah ini kalian membuka mata kalian agar kejadian seperti ini tidak terulang sekali lagi, tidak hanya terorisme bahkan kejahatan lain saja akan mendapatkan hukuman yang sama seperti mereka dan saya berharap di kota kita, dinegara kita yang maju ini tidak tersentuh akan kejahatan seperti ini dan untuk para generasi yang akan datang saya berharap kalian juga menerima pelajaran dari kejadian seperti ini " kata Brian panjang lebar dan kemudian melanjutkan lagi " 5 tahun yang lalu setelah saya terangkat menjadi seorang polisi saya bersumpah atas nama negara dan keadilan bahwa saya akan membunuh semua penjahat dan membuat kota kita aman dari hal seperti itu dan saya tidak mau ada generasi baru yang terlahir menjadi seorang penjahat tidak peduli apa yang dikatakan oleh orang lain, ini adalah prinsip yang selalu saya pegang teguh tidak hanya saya seluruh kepolisian negara ini juga berpegang teguh pada prinsip tersebut dan menjadi moto dari kami yaitu Eksekusi para penjahat menciptakan negara yang tentram, damai dan aman untuk di tinggali, dan ingat jika ada polisi yang berani mengancam keselamatan kalian dan berani menguras kalian jangan takut hubungi kami maka saat itu juga akan menjadi akhir bagi mereka semua"

__ADS_1


Setelah mengatakan kalimat yang terakhir ada seorang warga yang mengangkat tangan dan Brian pun menyuruhnya untuk berbicara.


warga itu berkata " pak kalau begitu tolong di tempat kami selalu ada polisi yang selalu meminta uang kepada kami jika tidak mereka akan menembak kami dan di tempat kami itu sudah ada 3 orang yang sudah di bunuh oleh mereka" polisi yang melakukan itu dan mendengar ucapan warga itu menjadi ketakutan dia lupa dengan yang akan terjadi jika melakukan penyimpangan.


Brian berkata dengan dingin " katakan pak siapa yang melakukannya naik kemari jangan takut ada saya kebetulan kami lagi dalam masa pengeksekusian ******* sekalian saja mereka juga ikut bergabung "


Warga itu pun naik dan menunjuk satu persatu polisi itu dan benar saja saat di tunjuk ada polisi yang berniat untuk lari tapi Brian mengetahuinya dan langsung menembak lututnya tepat dihadapan para hadirin. kemudian langsung saja beberapa polisi menyeret mereka untuk bergabung dengan ******* itu dengan cara berlutut.


Brian berkata dengan marah dan membuat yang lain menjadi begidik ngeri " saya sudah pernah mengatakan kepada kalian para polisi jangan pernah mengambil keuntungan dengan seragam kalian itu tapi kalian tidak pernah mengindahkan perkataan saya mulai hari ini saya akan membuat peraturan dan saya berharap hakim, para petinggi kepolisian dan presiden yang menonton eksekusi ini dirumah. peraturannya yaitu semua masyarakat berhak menghabisi polisi yang telah melakukan hal seperti ini dan itu akan di lindungi tapi saya juga tidak akan mengampuni bagi siapa yang berani menghabisi polisi yang tidak bersalah hanya karena kalian dilindungi oleh peraturan, bagaimana Pak Hakim, Pak Jaksa dan para senior saya apa kalian setuju dengan peraturan ini? jika setuju maka mulai besok peraturan itu sudah di berlakukan?"


Hakim pun berdiri dan berkata " saya setuju dengan rencana itu dan juga saya mau semuanya menaati peraturan "


yang lain pun ikut berdiri termasuk Tuan Manuel dan Tuan Giovanni dan tidak lama presiden pun menelfon dan mengatakan bahwa dia setuju dengan peraturan itu seketika seluruh masyarakat menjadi bersorak dan gembira karena masalah mereka terpecahkan. Brian pun telah menyuruh Martin dan anak buahnya untuk menghabisi para keluarga dari polisi korup tersebut

__ADS_1


Dan tanpa berlama-lama Brian berkata " baik kita keacara inti para algojo bersiap di tempat siapkan alat penggal nya lalu masukan kepala mereka satu satu" para algojo pun mulai melaksanakan perintah tersebut dan alat penggal pun dijatuhkan bersamaan Kepala pun menggelinding, Brian pun mengangkat kepala itu dan berkata " ini adalah awal dari Era Brian dan akan menjadi simbol dari keadilan kita" dengan lantang dan membuat semua orang menjadi kagum dengan polisi muda itu.


__ADS_2