Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 19


__ADS_3

Brian punya rencana jika dia mendapatkan kabar bahwa keluarga Benedict sudah hancur maka dia akan langsung membunuh keempat orang itu.


Marcel mengatakan " kau Monster kau tidak memberikan kami kesempatan "


Andriana juga berkata " sayang jangan terlalu kejam penjara kan saja mereka itu sudah membuat mereka jera"


Brian berkata " kau tahu aku Andriana pantang bagiku memberikan kesempatan kepada orang lain dan juga penjara sekarang sudah menjadi ruangan ku " tersenyum licik memandang Marcel.


Marcel pun baru ngeh bahwa orang yang didepannya ini adalah seorang polisi yang tidak bisa diremehkan, seorang polisi yang kejam kepada siapapun dan dia baru saja menyinggungnya dengan mencoba merebut kekasihnya.


Tanpa ada yang bersuara tiba-tiba handphone Brian berbunyi dan saat mengangkatnya ternyata keluarga Benedict telah di musnahkan langsung saja dia tertawa karena sebentar lagi dia akan bermain-main.


lalu dia menelfon Ayah-nya.


Drrrt, drrrt, drrrt


Ayah Brian mengangkatnya " Halo nak ada apa kau menelfon ku? "


Brian berkata " Dad apa kau tahu perusahaan Benedict grup? "


Ayah Brian bingung dan menjawab " tentu aku tahu dan aku tahu siapa mereka"


Brian berkata " Dad bagaimana jika aku menginginkan perusahaan itu? "


Ayah Brian senang mendengar putranya itu yang meminta sebuah perusahaan " jika kau mau Daddy akan segera mengakuisisi kannya untukmu kau tidak perlu khawatir kalau urusan itu pokoknya dalam 2 atau 3 jam kau akan segera memilikinya "


Brian dengan senyumnya berkata " Dad aku tunggu kabarmu dan jangan lupa namanya harus namaku"


Daddy nya mengiyakan keinginan anaknya itu dan langsung mematikan panggilannya. Marcel yang mendengarnya semakin melemas keluarganya semuanya dibantai termasuk perusahaan milik keluarganya di ambil alih oleh yang lain.


Kini dia menyesal dan menunggu lagi apa yang akan terjadi kepadanya, ketiga karyawan itu juga semakin ketakutan orang yang ada didepannya ini bukan orang sembarangan dia bisa membunuh seluruh keluarga mereka bahkan membuat keluarga mereka hilang ditelan bumi.

__ADS_1


Brian berkata ke Andriana " sayang kau juga mau bagian dari perusahaan Benedict kalau kau mau aku bisa memberikannya "


Andriana berkata " kalau kau tidak keberatan tapi nanti saja setelah kita menikah "


mendengar itu Brian tersenyum dan pandangannya kembali mengarah ke Marcel dan ketiga karyawan itu.


Tanpa aba-aba Brian menarik pistolnya dan menembak salah satu karyawan itu, seketika ruangan itu menjadi hening tidak hanya Marcel semua yang ada diruangan itu menjadi diam.


Marcel berkata dengan gemetaran " apa yang kau lakukan? kau membunuhnya "


Brian berkata dengan santai " kau tahu peraturan dari negara ini harus di patuhi dan aturan negara ini cocok dengan kepribadian ku yang selalu mau membunuh orang-orang seperti kalian"


Andriana berkata dengan kesal karena banyak Darah di ruangannya kepada kekasihnya itu " sayang apa yang kau lakukan darahnya banyak yang menetes"


Brian pun tersenyum tanpa dosa " maaf sayang kau bisa menyuruh cleaning servis untuk membersihkannya "


Andriana hanya menggeleng melihat kekasihnya itu yang hanya tenang tenang saja setelah apa yang dia lakukan.


Door


Door


keduanya yang lain pun di eksekusi ditempat Karina dan Felicia yang melihat itu hanya bisa mual.


Karina berkata dalam hati "( aku membayangkan Jonathan bisa bekerja di bawah perintahnya dia benar-benar kejam tanpa pandang bulu) "


Felicia juga berkata dalam hati "( Martin sahabat mu ini seperti monster yang menyamar sebagai manusia dia mengeksekusinya di depan kami) "


Andriana juga berkata dalam hati "( aku mungkin akan berfikir dua kali untuk bisa menduakannya aku yang pertama kali melihatnya hanya bisa menatap ngeri apa lagi polisi yang lain, Brian kau terlalu kejam tapi aku menyukaimu"


Andriana bisa melihat sisi yang lain dari calon suaminya tersebut.

__ADS_1


Brian berjalan kearah Marcel yang mencoba untuk lari tapi sebelum lari kakinya di tendang oleh Brian hingga dia terjatuh.


Brian menodongkan pistol itu kedahi Marcel dan bertanya " ada kata terakhir atau permintaan terakhir "


Marcel berkata " kau memang monster yang sangat kejam " sebelum melanjutkan Brian memegang leher Marcel dan.


krakkkk


mematahkannya hingga Marcel pun sudah tidak bisa bergerak lagi atau bisa di katakan tewas.


Brian menatap kearah gadis gadis itu berkata " kalian bertiga walaupun kalian orang yang dekat denganku dan kenal denganku jika kalian mencoba melanggar hukum aku tidak akan segan-segan melenyapkan kalian dengan tanganku sendiri " katanya dengan penuh penekanan.


lalu Andriana memanggil beberapa orang OB untuk membersihkan ruangannya, saat mereka masuk mereka terkejut melihat ada begitu banyak darah yang berceceran lalu melihat kearah Brian yang sedang memasukkan kembali senjatanya ke dalam saku celananya.


mereka bertanya-tanya ada apa sebenarnya dan apa yang terjadi disini tanpa menunggu lagi mereka mau tidak mau membersihkannya.


Tak lama kemudian Martin datang bersama dengan anak buahnya yang lain termasuk Jonathan, Martin yang melihat suasana ruangan itu yang penuh dengan 4 orang mayat langsung berjalan kearah Felicia dan mendekat kearahnya.


Martin bertanya dengan khawatir " kau tidak apa-apa? "


Felicia berkata " aku tidak apa-apa hanya saja banyak yang telah terjadi di sini "


Martin dengan kesal berkata kepada Brian " kau ini langsung mengeksekusi tanpa melihat situasi tapi tunggu Andriana kenapa kau terlihat biasa saja"


Brian yang mendapat omelan dari Martin hanya tersenyum tanpa dosa. Jonathan juga yang melihat kesal kearahnya tapi tidak berani untuk protes karena jika sekali saja membantah mungkin hari ini dia hanya sisa nama saja.


Andriana berkata " yah mau bagaimana lagi mau tidak mau aku harus terbiasa melihat ini"


Martin berkata " kau ini sama seperti kekasihmu itu" menunjuk kearah Brian yang terlihat biasa saja.


Brian berkata dengan santai " ayolah kawan kau sudah kenal aku bukan dan kau sudah melihat cara kerja ku jadi jangan banyak protes"

__ADS_1


Brian memerintahkan ke yang lain untuk membawa mayat-mayat itu untuk di evakuasi.


__ADS_2