
...2 minggu kemudian...
Kini Brian dan Andriana berada di sebuah gedung mewah dengan banyak tamu yang menyaksikan mereka ibarat sepasang raja dan ratu yang berada dipelaminan menyambut para tamu yang datang.
2 minggu yang lalu Brian mengutarakan kepada orang tuanya bahwa dia tidak ingin bertunangan dengan Andriana dan akan langsung menikahinya dan membuat orang tuanya itu kebingungan.
Giovanni berkata " Nak apa yang terjadi dengan mu? kenapa tiba-tiba kau mau menikah? "
Ibu Brian berkata " iya kau tidak seperti biasanya "
Brian berkata " Mom Dad aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk bersamanya dan dia juga setuju bahwa kami akan langsung menikah saja tanpa bertunangan "
mereka yang mendengar perkataan Brian langsung menghubungi calon besan mereka dan memberi tahu hal ini kepada mereka dan orang tua Andriana juga sudah tahu dari mulut Putrinya langsung bahwa Brian ingin menikah tanpa bertunangan.
Mereka pun sepakat bahwa dalam 2 minggu mereka akan mengadakan pesta pernikahan dan terbukti sekarang.
Brian dan Andriana selalu tersenyum dengan bahagia bahkan mereka selalu Curi-curi kesempatan untuk berciuman untuk mengekspresikan kebahagiaan yang mereka alami ini.
Martin dan yang lainnya juga hadir di pernikahan Brian dan Andriana yang lebih mengejutkan kedua kekasih mereka dalam keadaan hamil.
__ADS_1
Brian berkata kepada keduanya " kalian ini sudah mencuri start dari ku"
Martin berkata dengan bangga " kau mendapatkan seorang gadis cantik dari keluarga Manuel tapi belum bisa mengisi perutnya dengan bayi"
Andriana berkata dengan kesal " dengar yah jika kalian meninggalkan kedua sahabat ku setelah mengisi benih kalian ke perutnya maka aku akan membunuh kalian berdua "
Brian juga bersuara " Tenang sayang kau tidak perlu mengotori tangan cantikmu itu, aku yang akan memenggal dan menghabisi keluarga mereka " Martin dan Jonathan yang mendengar ucapan Brian menjadi tegang pasalnya apa yang diucapkan Brian akan selalu menjadi kenyataan.
Jonathan dengan ketakutan berkata " anda tenang saja pak aku yang menjadi jaminan jika aku meninggalkan Karina "
Karina berkata " kau ini selalu saja tegang berbicara dengan Brian Hei kita sekarang berada di pernikahannya dia tidak akan memakanmu"
Jonathan berkata " iya memang tapi tidak jaminan bahwa dia bisa saja meledakkan kepalaku ini"
Martin berkata dengan kesal " Hei kau juga tidak memberi selamat kepada sahabat mu yang juga naik pangkat menjadi Kapten" Brian memeluk sahabatnya itu.
Ketiga gadis mereka hanya kesal karena mereka di cueki karena terus membahas pangkat.
Andriana mencubit pinggang suaminya itu " kau ini kita sedang menikah masih saja membahas pekerjaan "
__ADS_1
Brian berkata " maaf sayang aku hanya memberikan mereka selamat "
Andriana berkata " iya tapi jangan keterusan membahas yang lain" Brian pun merangkul istrinya dengan sayang dan menciumnya sehingga membuat keempat orang yang di depan mereka menjadi kesal karena selalu melihat mereka bermesraan.
Kemudian pada malamnya Brian membawa Andriana kesebuah Rumah mewah dan tak jauh dari rumah orang tua Brian.
Brian berkata " selamat datang di rumah kita sayang" sambil menuntun Andriana untuk masuk kedalam dan mencium tangannya.
Andriana berkata " ini sangat besar sayang apa kita tidak mungkin hanya berdua saja di dalam rumah ini"
Brian pun berkata " sayang kau tidak perlu khawatir nanti akan ada orang yang datang untuk bekerja disini "
Andriana mengatakan " Tapi apa hanya kita berdua? rumah ini terlalu besar sayang "
Brian berucap " kau tidak perlu khawatir karena aku menyuruh Martin dan Jonathan beserta kekasih mereka untuk tinggal disini" Brian tahu maksud kekasihnya itu dan dia juga mempersiapkan bahwa yang lainnya akan tinggal disini untuk menemani istrinya yang cantik itu.
Andriana pun menjadi sumringan dan mencium suaminya itu karena tahu apa yang menjadi kekhawatirannya.
Lalu mereka pun masuk kedalam kamar mereka dan langsung saja mereka pun berciuman untuk memulai sesuatu yang indah setelah lama berciuman Brian mencium leher jenjang kekasihnya itu sambil. tangannya turun ke bagian favoritnya selama ini yaitu di buah dada Andriana yang sudah besar akibat dari ulah tangannya selama ini.
__ADS_1
Diapun membaringkan tubuh Andriana dengan lembut agar istrinya itu tidak terluka atau merasakan sakit dan kini tangan kirinya sudah berada di antara kedua paha Andriana dan membelainys naik turun hingga istrinya itu mulai mendesah.
saat ini Brian akan segera menyatuhkan tubuhnya dengan tubuh Andriana dan hanya mereka yang tahu apa yang terjadi setelahnya.