Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 35


__ADS_3

Brian pun hormat kepada mereka dan berpamitan untuk pulang bersama dengan keluarganya, Di perjalanan Andriana terus menerus merasa lemas akibat dari menonton eksekusi tadi.


Brian berkata sambil memijit kepala belakang istrinya " bagaimana perasaan mu sayang, lain kali kau tidak usah menonton eksekusi lagi dan kali ini aku yang melarangmu "


Andriana berkata sambil menahan mualnya" aku hanya penasaran bagaimana seseorang jika di eksekusi dan aku tidak tahu kalau eksekusinya memakai metode penggal seperti itu" Brian berinisiatif memindahkan kepala istrinya itu ke pundaknya agar Andriana merasa nyaman.


Tidak lama obrolan mereka berdua Andriana merasa bahwa jalanan pulang kerumah orang tua Brian bukan kearah yang biasanya tapi merasa lain dengan jalanan ini lalu memutuskan untuk bertanya kepada suaminya itu.

__ADS_1


Andriana bertanya kebingungan " sayang kau akan membawaku kemana? dan aku merasa ini bukan jalan pulangnya "


Brian tersenyum dan menjawab pertanyaan istrinya itu " kau tenang saja aku tidak menculikmu dan ini kejutan untuk pernikahan kita" sambil memeluk istrinya dari samping.


Andriana hanya diam saja dan hanya mengikuti suaminya itu, Tak lama mereka pun berhenti di sebuah pekarangan rumah yang Andriana belum pernah kemari semenjak hubungannya dengan Brian terlihat rumah itu begitu mewah, halaman yang luas dan ada pohon-pohon yang menghias indah rumah tersebut.


Lalu Andriana pun bertanya karena kebingungan dengan situasi tersebut " sayang ini rumah siapa? indah sekali ayo kita ketemu dengan pemiliknya"

__ADS_1


Andriana kembali bertanya " sayang dari mana kamu mendapatkan rumah ini, sebelumnya kau hanya mengatakan bahwa rumah yang kau bangun sendiri itu hanya rumah sederhana tapi saat di lihat langsung ini bukan sederhana tapi sangat mewah melebihi itu"


Brian berkata sambil memeluk pinggang istrinya " aku mendapatkan rumah ini dari pekerjaan ku membantu Dad di perusahaan dan kamu tahu aku sudah menguasai 30% perusahaan Daddy jadi wajar aku mendapatkannya, waktu aku memberitahu rumah ini rumah sederhana waktu itu, hanya untuk mengujimu, apakah kau mau tinggal di rumah sederhana mengingat selama 25 tahun usiamu kau selalu tinggal di rumah yang mewah " kesal mendengar itu Andriana mencubit perut sixpack suaminya.


Andriana berkata dengan wajah kesalnya "kau fikir aku ini wanita yang materialistik apa? sekalipun kau miskin aku tidak akan meminta apa apa darimu. Tapi melihat kekayaan mu ini tidak apa apa juga sedikit materialistik tapi hanya perawatan wajah ku saja bukan yang lain, kau tahu kalau kau mau wanita mu ini semakin cantik maka kau harus mengeluarkan biaya yang mahal di setiap perawatannya" sambil mengurai rambut indahnya, Brian yang melihat itu langsung saja mencium rambut yang beraroma stroberi tersebut


Brian berkata " Hmm aku tidak keberatan soal itu aku suka aroma rambutmu, tidak apa apa juga sih kalau kau meminta itu kepadaku lagipula aku ini sudah menjadi suamimu jadi sudah sewajarnya aku melakukan itu dan kau tahu uangku tidak akan habis sampai kapanpun" sambil menyombongkan diri, walaupun ucapannya itu ada benarnya.

__ADS_1


Lalu setelah pembicaraan mereka, Brian pun mempersilahkan istrinya yang sekaligus ratu dari rumah ini pun masuk kedalam, Seketika Andriana mematung di pintu masuknya sambil menganggumi interior dari rumah masa depan mereka ini. Didalam rumah ini di hiasi dengan perabotan yang harganya bukan harga yang murah.


Di ruang tamu itu sudah ada satu set sofa mewah, lampu besar yang menghiasi Langit-langitnya dan juga ada beberapa keramik mulai dari yang besar hingga yang kecil. Lalu masuk kedalam ruang keluarga yang begitu luas di dalam hati Andriana berfikir bahwa mungkin enam atau 8 anak tidak akan bisa memenuhi ruang keluarga ini di dalamnya sudah ada TV, karpet halus yang harganya sangat mahal dan ada beberapa lagi barang mewah di dalamnya.


__ADS_2