
Brian memerintahkan ke yang lain untuk membawa mayat-mayat itu untuk di evakuasi. Brian merangkul kekasihnya itu.
Brian berkata kepadanya dengan mesra " ayo kau belum makan bukan, ayo kita makan siang yah walaupun ini sudah sore, perutmu belum terisi" mengajak Andriana untuk sarapan sambil menyentuh perut Andriana.
Andriana berkata sambil membalas rangkulan kekasihnya itu " ayo aku juga ingin pulang karena lelah dengan ini"
Brian mengecup bibirnya dan berkata setelah melepasnya " sebelum itu ayo kita cari cincin pertunangan terlebih dahulu setelah makan siang baru kita pulang bagaimana? "
Andriana yang mendengarnya menjadi antusias dan langsung memeluk erat kekasihnya itu.
Felicia dan Karina kesal karena baru mengetahui bahwa sahabatnya itu akan bertunangan tanpa memberitahu mereka termasuk Martin.
Felicia berkata " kau ingin tunangan tapi tidak memberitahu kami, hei kami ini sahabatmu tahu"
__ADS_1
Martin juga tidak mau ketinggalan " hei seorang polisi yang terkenal akan kekejamannya akan segera menikah tanpa memberitahukan sahabatnya sendiri "
Karina juga berkata " kalian melupakan kami ini yah dasar sahabat laknat, Jo kau tidak mau protes karena atasan mu ini akan bertunangan rahasia"
Jonathan berkata " aku tidak mungkin protes dengannya jika aku melakukannya maka aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadaku nanti" Jonathan takut kepada Brian.
Karina dengan tidak percaya berkata " sebegitu takutkah kau dengan Brian? lihat saja atasan mu itu selalu saja bermesraan dengan kekasihnya "
Andriana yang mendengarnya juga berkata kepada Brian " kau ini selalu saja menakuti para anak buahmu lihat, dia bahkan tidak berani menatap matamu" menunjuk Jonathan yang hanya terdiam dan selalu menunduk tidak hanya Andriana yang melihat bahkan Felicia dan Karina pun menatapnya.
Martin tersenyum " Mereka takut kepadamu bukan menghormati mu bodoh, kau bahkan tidak segan memenggal mereka jadi polisi sekelas Jonathan saja takut apalagi aku yang notabenenya adalah sahabatmu"
Brian berkata dengan polos " kau takut kepadaku tapi mengatakan aku bodoh kau ini anak buah seperti apa yang mengumpat kepada atasannya " Martin hanya melihat wajah polos dari sahabatnya itu.
__ADS_1
Andriana melerai mereka berdua yang akan berdebat " baik Tuan-tuan pembicaraannya selesai sekarang ayo kita pergi mencari makan siang, sayang katanya kau ingin mengajakku makan " mendengar ucapan kekasihnya itu Brian langsung menarik tangan Andriana dan mengajaknya pergi, sedangkan Jonathan dan Martin juga ikut pergi tapi ke tempat lain karena mereka tidak mau menganggu waktu Brian dengan Andriana.
kini brian berada di sebuah mall untuk mengajak Andriana makan siang dan setelahnya berbelanja cincin pertunangan.
Andriana bertanya kepada Brian sambil menikmati makanannya yang baru saja datang " sayang memangnya kau sering melakukan eksekusi yah? "
Brian berkata " sering hampir setiap hari kau tahu pemerintah melarang kami para polisi untuk memenjarakan mereka karena bisa saja mereka keluar tapi masih melakukannya "
Andriana bertanya lagi " kau pernah melakukan itu kepada para pejabat korupsi? "
Brian tersenyum " selalu sayang makanya kau harus terbiasa melihatku melakukannya, aku ingin di saat kita menikah nanti kau mendukung seluruh keputusanku "
Andriana berkata " pasti sayang aku akan selalu berada disampingmu " Brian tersenyum mendengar perkataan kekasihnya itu dan langsung menciumnya.
__ADS_1
mereka melanjutkan kembali makan siang yang menjelang sore itu diselingi dengan obrolan kecil.