Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 25


__ADS_3

Pov Author


tiba-tiba Andriana melihat tatapan Brian yang seperti elang itu melihat kesegala arah seperti ada seseorang yang telah dia intai atau ada yang mencoba membuat kriminal, Dan memang dia merasa ada seseorang yang mencoba melakukan kejahatan dan untung saja dia membawa pistol yang dia sematkan di pinggangnya.


Andriana bertanya kepadanya karena aneh dengan tingkahnya " sayang ada apa aku melihatmu daritadi seperti itu? "


Brian tidak menjawab dan malah terus mengeratkan rangkumannya seakan-akan tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri yang baru dinikahinya itu.


Brian melihat ada orang yang mencurigakan dari gerak geriknya seperti cleaning servis yang terus menerus membersihkan lantai, padahal baru saja dibersihkan atau beberapa orang pegawai toko yang menatap semua pengunjung dengan intens dan ada seorang pria yang membawa tadi hitam di punggungnya pakaian yang dia gunakan serba warna hitam.


Brian pun ancang-ancang dan menelfon Martin.


Drrrt drrrt drrrt!!


Martin menjawab panggilannya " Halo ada apa kau menelfon ku? "


Brian berkata " siapkan beberapa anggota lalu bawa ke Mall xxxx di jalan xxxx sekarang aku punya firasat buruk tentang ini"


Martin pun bertanya penasaran " ada apa kau kedengaran seperti mengintai sesuatu? ''


Brian berkata " iya memang aku sedang mengintai bebrapa orang dan kau tahu aku disinih bersama istriku"


Martin berkata " kau ini baru 1 hari menikah dan langsung mulai bekerja dan hebatnya lagi kau membawa istri mu"

__ADS_1


Brian berkata "ini kebetulan pada saat aku masuk kesini ada beberapa orang yang mencurigakan aku merasa akan terjadi sesuatu, cepatlah kemari jangan banyak


tanya"


Martin yang mendengar perintah tegas dari atasan sekaligus sahabatnya itu langsung saja bergerak dan menghubungi beberapa anak buahnya.


Di tempat itu juga Brian terus menerus menjaga istrinya itu agar istrinya tidak menjadi sasaran kejahatan, tingkah Brian membuat istrinya menjadi bingung dengan keanehan sikap dari suaminya itu.


Andriana kemudian bertanya " apa yang terjadi sayang sampai kamu seperti ini? "


Brian berkata " nanti kita akan bicara di salah satu cafe kalau aku ngasih kamu sekarang kamu pasti akan panik"


Andriana tidak banyak bertanya dan hanya mengikuti kemana dia akan dibawah oleh suaminya.


Di sisi Martin 10 menit yang lalu dia sudah sampai di Mall itu dengan membawa beberapa orang anggotanya. Dia bingung kenapa sahabatnya itu tiba-tiba menyuruhnya membawa beberapa anak buah dan lokasinya itu di Mall " apa dia mau pamer atau bagaimana? ".


Orang 1 berkata kepada yang lain lewat monitor yang telah mereka modif di bajunya agar terhindar dari kecurigaan orang lain " aku sudah berada ditengah keramaian aku menunggu perintah"


orang 2 berkata " tahan, tahan aku akan mencari dimana letak yang pas dan tidak ada yang tahu"


orang 3 " aku juga berada di toilet aku akan segera memasangnya"


orang 2 berkata " yah langsung pasang dan tunggu sampai orang terakhir keluar terlebih dahulu"

__ADS_1


orang 4 berkata " ingat teman-teman lakukan dengan bersih "


Brian yang sedari tadi memantau sudah menyuruh anak anak buahnya untuk cepat datang, sekelompok ******* itu tidak tahu bahwa ada banyak polisi yang berada disana dan Martin juga tidak tahu siapa yang dicurigai oleh sahabatnya.


Drrrt drrrt drrrt!!!


Brian kembali menelfon Martin dengan terkessn buru-buru.


Martin berkata kepada dengan kesal karena terus di desak " kau tunggu disitu jangan terus mendesak ku"


Brian membentak nya " aku mengatakan ini karena sekelompok ******* disini cepat suruh beberapa anak buah mu untuk berpencar jika sudah dapat sergap mengerti dan suruh beberapa anak buahmu yang lain untuk memeriksa seluruh pusat perbelanjaan ini untuk antisipasi adanya bom"


Martin yang mendengar bentakan itu sudah ketakutan, jika sahabatnya sudah membentak maka dia tidak bisa di bantah maka diapun membagi anak buahnya sahabatnya itu memang menakutkan disaat marah.


Brian berkata " Martin selalu banyak tanya disaat yang genting seperti ini dasar brengsek"


Brian terus marah-marah karena belum ada tanda-tanda para anak buahnya akan datang.


Andriana mengingatkan " Sabar sayang mereka tidak mungkin bisa melesat kesini kan"


Brian berkata " bagaimana aku bisa sabar sayang jika keadaan sangat genting kamu tahu kalau orang yang sedaritadi ku awasi adalah sekelompok ******* akan sangat bahaya jika terlambat sedikit saja"


Andriana bertanya " bagaimana kamu tahu kalau mereka adalah *******? "

__ADS_1


Brian berkata " aku tahu karena salah satu dari mereka ada yang membawa tas hitam di punggung nya dan aku sudah memasukkan mereka kedalam daftar buronan,mereka sangat berbahaya jika terlambat sedikit kita bisa tewas karena ledakan"


Brian terus menerus dalam kegelisahan dan terus mengumpat karena Martin sangat lambat dalam hal genting seperti ini.


__ADS_2