Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 21


__ADS_3

Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah mall untuk membeli sepasang cincin pertunangan yang akan mereka gunakan nantinya.


Tapi saat berada di dalam salah satu toko berlian mereka tidak disambut dengan baik oleh para pelayannya yang berfikir bahwa mereka hanya sedang melihat-lihat saja tanpa mau beli.


Brian yang tahu jika mereka di remehkan langsung menahan amarah dan menahan agar dia tidak menembak kepala pelayan itu.


Brian bertanya kepada Andriana tentang cincin yang disukai saat berada di dalam salah satu toko berlian. " Kau suka yang mana? "


Andriana pun berfikir dan menunjukkan sepasang cincin yang terlihat sederhana tapi memiliki satu berlian kecil di tengahnya.


Andriana bertanya mengenai harganya " Ini harganya berapa yah? aku mau ini yang terlihat sederhana "


pelayan yang mendengar bahwa sepasang cincin itu disukai langsung berkata dengan sinis " memangnya kamu mampu membelinya? kamu tidak tahu harga sebenarnya ? ini mahal dan kalian tidak mampu membelinya"


Andriana yang mendengar langsung berkata " kalau aku tidak mampu lalu untuk apa aku masuk kemari? "


pelayan itu berkata lagi " bisa saja kau masuk kemari hanya untuk melihat-lihat kan? " Andriana kesal seakan diremehkan bahwa dia tidak mampu membeli cincin berlian itu.


Tak lama perdebatan mereka berlangsung Brian ingin maju memarahi pelayan itu tapi tertahan dengan sepasang kekasih yang juga bertanya mengenai harga sepasang cincin yang diinginkan kekasihnya itu.


Pelayan yang melihat keduanya langsung menemuinya dan melayaninya dengan sopan yang karena mereka terlihat sebagai orang kaya karena dari penampilan mereka. sang kekasih pria itu seorang polisi yang berpangkat sersan dan Brian tahu siapa dia tapi dia tidak tahu siapa Brian.


pelayan itu mengambil cincin yang berada di tangan Andriana dan menawarkannya ke sepasang kekasih itu.


wanita itu bertanya " sayang aku menginginkan cincin ini bisa tidak kau membelikannya untukku"


tapi pria itu pun memelas karena gajinya itu hanya sedikit ditambah pangkatnya cuma seorang sersan.


pria itu berkata " sayang kita cari yang lain saja yah karena kau tahu aku ini hanya seorang sersan dan gaji ku hanya sedikit "


wanita itu berkata " masa kau tidak bisa kau ini polisi yang bisa memanfaatkan seragammu untuk mencari keuntungan "


pria itu berkata " aku tidak bisa pimpinan ku yang sekarang itu seperti monster "


Andriana berkata " tunggu dulu aku duluan yang melihatnya"


wanita itu berkata " hah kau mau membelinya? dengar kau hanya orang biasa tidak seperti diriku ini"


Andriana berkata " kau mencoba membeli sebuah cincin berlian tapi gaji dari kekasih mu tidak lebih dari 200 dolar perbulan"


Brian yang mendengar perdebatan mereka dan mendengar bahwa salah seorang diantaranya ada yang seorang polisi langsung tersenyum dan kesal secara bersamaan karena kekasihnya juga di remehkan.


Pria itu melihat kearah Brian dan berkata " kenapa kau melihat ku seperti itu aku yakin kau juga tidak mampu membeli ini bukan"


pria itu tidak tahu bahwa didepannya ini adalah pimpinan yang dia bahas tadi dengan kekasihnya tapi melihat dari gaya berpakaiannya bahwa dia juga polisi tapi mungkin seorang polisi berpangkat dibawahnya.


pria itu bertanya remeh " wah kau juga seorang polisi tapi mungkin kau itu cuma polisi baru"


Brian berkata dengan datar " aku memang polisi kenapa ada yang salah sersan? "

__ADS_1


pria itu yang mendengar menjadi marah " kau ini meremehkan ku yah kau? . itu cuma polisi baru jadi jangan sok kuat"


Pertengkaran mereka menjadi tontonan dari para pengunjung.


Brian yang sudah tidak tahan dengan ocehan itu langsung mengeluarkan lencana nya beserta pangkat dan jabatannya. pria itu terkejut karena dia sudah berani menyinggung atasannya sendiri.


pria itu berkata dalam hati "( sial aku meremehkannya ternyata selama ini pimpinan yang tidak pernah kulihat sebelumnya berada didepan ku) " perasaan pria itu semakin tidak karuan.


Brian menelfon Martin.


Drrrr drrrrt drrrt


Martin mengangkat telfonnya " Halo sobat ada apa kau menelfon pasti kau punya masalah lagi bukan? "


Brian berkata " kau tahu aku bukan? baik sekarang Martin kau harus membunuh keluarga dari seorang sersan polisi yang berani menantang seorang atasannya sendiri"


Martin bertanya " Memangnya ada apa dengannya sehingga kau begitu marah dengan sersan ini? "


Brian berkata " dia sudah meremehkan ku dan meremehkan pangkat yang paling bawah kau tahu aku tidak suka ada seorang polisi yang berpangkat tinggi yang memandang enteng seorang yang berpangkat rendah"


Martin yang mengerti pun langsung melaksanakan tugas dari sahabatnya itu.


pria itu terkejut dan benar saja firasatnya bahwa akan ada musibah yang mendatanginya.


diapun berlutut dan berkata " pak tolong jangan bunuh keluarga saya pak" kekasihnya juga menjadi ketakutan karena tadi dia sudah mencoba mengambil cincin yang berada ditangan kekasih atasan pria itu.


pria itu tahu bahwa atasannya ini seorang monster yang berkedok manusia.


Brian menunjuk wanita yang berada di dekat pria itu dan berkata " kau sudah berani meremehkan kekasih ku aku tidak akan pernah memaafkan dirimu "


Tak lama itu seorang pemilik dari Mall itu dan pemilik dari toko gerai berlian itu datang bersama dengan keamanan.


pemilik Mall itu berkata " ada apa ini? kenapa kalian ribut disini? " pria itu tidak tahu dihadapan mereka sepasang kekasih dari keluarga yang kaya raya.


pemilik gerai itu juga bertanya " tuan ada apa ini tolong jangan ribut disini"


Brian menunjukkan lencana nya di hadapan para pria itu dan mereka pun tahu siapa orang itu.


pemilik Mall itu bertanya " terus kenapa pria dan wanita ini berlutut di kaki anda?"


Brian berkata " mereka sudah meremehkan diriku dan kau tahu kenapa toko mu ini sepi pembeli? "


pemilik gerai itu menggelengkan kepalanya tidak mengerti.


Brian melanjutkan perkataannya sambil menunjuk pelayan yang melayaninya tadi dengan ketus dan cuek.


Brian berkata " Dia kuncinya karena saat aku masuk saja dia tidak menyambutku dengan baik dan lebih parah saat kekasih ku memilih cincin dia langsung menawarkannya ke pembeli yang lain padahal kekasih ku sudah memilih nya terlebih dahulu " katanya dengan marah dan mata yang memerah, mereka yang melihat itu menjadi ketakutan.


Pemilik dari Mall itu menenangkan Brian " tuan tenang saja yah kami akan segera memperbaiki masalah yang ada disini dan kau urus pelayan mu itu"

__ADS_1


pemilik gerai menunjuk pelayan tadi dan berkata dengan marah " kau jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapan ku kau sudah membuat aku rugi"


pelayan itu mendatangi Brian dan berkata " tuan jangan pecat aku, maafkan aku tuan"


Martin pun menelfon Brian dan mengatakan bahwa misi mereka telah selesai dan pria yang berada di kakinya menjadi semakin syok karena atasannya ini telah memusnahkan seluruh keluarganya.


Tidak hanya pria itu seluruh pengunjung yang melihat termasuk kedua pria tadi menjadi terkejut karena ada sebuah pembantaian keluarga yang secara langsung mereka dengar dari yang memerintahkannya.


seketika pria itu tertawa terbahak-bahak tanpa tahu apa yang lucu sehingga membuat kekasihnya menjadi ketakutan dan juga menangis sejadi-jadinya tanpa tahu apa yang membuatnya menjadi lucu.


Brian memerintah kan keamanan untuk membawa pria itu ke mobilnya dan menyimpannya di bagasi karena sesampainya di kantor polisi dia akan langsung memenggal kepala pria itu.


Brian menelfon Ayah nya lagi.


Drrrt drrrrt drrrtt


Giovanni mengangkat telfon dari anak semata wayangnya itu " Halo kak ada apa kau menelfon Daddy"


Brian berkata " Dad apa kau keberatan membelikan ku sebuah Mall di sini? "


Giovanni menjadi tersenyum mendengar permintaan anaknya itu yang jarang meminta sesuatu yang sangat mewah kepadanya " Tentu saja nak kau mau yang mana biar Daddy yang belikan "


Brian berkata " Mall xxxx yang berada di daerah xxx"


pria pemilik Mall terkejut karena Mall nya akan dibeli oleh seorang polisi.


Giovanni berkata " tenang saja nak dalam 2 jam kau akan segera memilikinya dengan namamu di belakangnya " Daddy nya pun mematikan telfon dan segera melaksanakan permintaan anaknya itu.


Tak lama itu pria pemilik Mall itu berkata " Anda anak dari Tuan Giovanni bukan kenapa tidak bilang dari tadi Daddy anda sudah menelfon jadi anda tidak perlu khawatir sekarang Mall ini sudah menjadi milik anda seutuhnya "


Brian berkata " bagus kalau begitu kau urus Mall ini dengan benar jika aku tahu kau bermain dengan aset milikku aku tidak akan segan memenggal kepalamu itu dan menghabisi seluruh keluarga mu"


Tiba-tiba kekasih dari pria itu menemui Brian dan mencoba merayunya.


Wanita itu berkata " tampan apa kau punya waktu malam ini? bisa kita menghabiskan malam bersama " katanya itu yang tidak tahu malu bahkan di hadapan Andriana.


Andriana dengan kesal mendorong wanita itu " Hei dia milikku ikut saja dengan kekasih mu yang tadi kau ini tidak punya malu sama sekali"


wanita itu berkata " Dia itu pria yang tidak berguna makanya aku mencampakkan nya tapi kekasih mu ini sangat tampan "


Andriana berkata " kau ini setelah tahu bahwa dia seperti ini kau malah mendekatinya terang-terangan bahkan di hadapan kekasihnya sendiri "


Brian dengan dingin berkata " aku tidak sudi bermain dengan wanita seperti dirimu jika di dunia ini hanya aku dan dirimu maka aku lebih memilih hidup sendiri daripada harus bersamamu " lalu menarik tangan Andriana untuk kembali membeli sepasang cincin yang tadi di pilihnya itu.


kemudian mereka pun keluar menuju ke mobil mereka dan berjalan terlebih dahulu menuju kekantor polisi untuk mengeksekusi pria yang tadi.


Brian berkata " Hei aku sudah memutuskan bahwa 2 minggu ke depan kita akan langsung menikah karena aku tidak ingin menunggu waktu yang lama untuk memilikimu dan tidak lama lagi kau akan menjadi milikku " sambil mendekatkan hidungnya ke hidung Andriana.


Dia memutuskan akan menikahi Andriana secara langsung tanpa bertunangan.

__ADS_1


Andriana tersenyum dan membelai rahang berbulu itu dan berkata " iya tidak akan ada yang bisa mengambil dirimu dariku" mengigit hidung pria itu dan Brian mencium mesra bibir kekasihnya itu.


Lalu Brian pun menurunkan Andriana di depan rumahnya dan setelah itu kembali berjalan untuk pulang kerumahnya dan memberi tahukan ini kepada orang tuanya.


__ADS_2