
kembali ke Brian, Martin dan Jonathan yang berjalan kerumah besar Giovanni untuk membahas rencananya tapi Mereka berpapasan dengan Andriana,Karina dan Felicia yang ingin pergi ke suatu tempat tapi melihat Brian dan yang lain lalu memberhentikan mobil mereka satu persatu.
Ya Andriana dan yang lain menggunakan mobil mereka masing-masing untuk bekerja lalu mereka memberi mereka tumpangan menuju kerumah Brian dengan pria pria itu yang menyetir karena tidak mungkin kan yang menyetiri mereka seorang gadis.
Andriana menyapa mereka " Hei kalian mau kemana? " sambil tersenyum
Jonathan pun berkata " kami ingin kerumah Brian nona " juga ikut tersenyum
Karina bertanya " apa yang kalian lakukan di rumah Brian " mulai bertanya kepada mereka bertiga.
Brian pun menyahut dengan wajah dinginnya yang khas" Ini urusan polisi nona, kalau begitu kami"
lalu mereka menawarkan tumpangan kepada ketiganya.Brian dengan Andriana, Felicia dengan Martin dan Jonathan dengan Karina.
Brian berkata " pasang seatbelt nya nyonya soalnya kita akan cepat "
Andriana bertanya " memangnya kenapa? biasanya aku tidak memakai seatbelt''
Brian berkata " aku ini polisi nona ini adalah aturan, Ayo"
Brian pun tancap gas menuju ke rumah mewahnya, diperjalanan Andriana penasaran dengan rencana mereka.
Andriana bertanya sambil melirik wajah tampan Brian " apa yang kalian rencanakan saat ini? "
__ADS_1
Brian menjawab pertanyaan andriana sambil melihat ke arah jalanan " Kami berniat menyusun rencana penangkapan terhadap para bandar itu"
Andriana bertanya lagi " Bukannya kalian bisa merencanakannya di kantor tapi kalau kalian tidak ingin di curigai kalian bisa di ruangan ku"
Brian berkata " Kalau kami merencanakannya di ruangan mu maka kami akan gampang di ketahui Karena terlalu lama di dalam sana, nona tahu bahwa merencanakan strategi seperti ini harus bisa secara matang dan tenang"
Setelah lama di perjalanan mereka pun memasuki pekarangan mewah Giovanni.
Andriana dengan terkejut bertanya " Apa hubunganmu dengan tuan Giovanni "
Brian berkata sambil tersenyum " nona dia adalah Ayah ku"
Andriana muka tidak percaya kenapa seorang Giovanni gilbert memiliki seorang anak polisi anaknya bisa saja langsung mewarisi perusahaannya.
melihat wajah bingung Andriana.
Andriana bertanya lagi " Kenapa tuan Giovanni mengizinkanmu menjadi polisi bisa saja dia memaksamu mengurus perusahaannya"
Brian tersenyum " Nona Ayah ku sangat membebaskan ku menjadi apa saja tapi aku harus bisa meng-handle seluruh urusan perusahaan dan kau tahu aku tidak suka bekerja di belakang meja"
Andriana semakin terpesona dengan perkataan Brian.
Andriana bertanya " apa kami boleh ikut mendengarkan rencana kalian biar bagaiamana pun kalian berada d perusahaan ku"
__ADS_1
Brian pun mengangguk dan berkata " tapi jangan sampai nanti bocor"
Andriana mengangguk mengerti,mereka berenam pun masuk ke dalam rumah Brian dan di sambut oleh kepala pelayan.
Brian berkata dengan wibawa " kemana Dad ku? "
kepala pelayan menjawab dengan sopan karena takut dengan Brian yang terkenal sadis itu. " Tuan Giovanni belum pulang tuan"
Brian memberi pesan " jika dia datang aku berada di ruangan ku sendiri dan jika ada yang datang bilang aku sedang sibuk dan jangan ada yang mengangguku"
Brian memang punya ruangan tersendiri khusus karena di dalam ruangan itu dia selalu memikirkan cara brilian untuk menangkap seorang penjahat kelas kakap sekalipun,Ketiga gadis itu terpesona dengan mewahnya rumah seorang Brian Giovanni mereka merasa kecil.
karena siapa yang tidak mengenal Giovanni Gilbert seorang pengusaha yang memiliki setengah aset dari negara itu,Mereka pun masuk kedalam ruangan Brian yang penuh dengan buku, sekumpulan berkas kasus, Foto-foto dan beberapa Pekerjaan dari perusahaannya.
Ke enamnya pun duduk dan merencanakan sesuatu.
Martin berkata " Penangkapan ini harus di lakukan secara tertutup"
Brian pun menjelaskan " kita tangkap Jose pada hari minggu sebelum ke gereja Martin cari tahu di mana mereka selalu beribadah jika kau sudah menemukannya kita langsung beraksi karena di jam jam itu jalanan akan sepi. " menjelaskan rencananya
Brian lagi mengatakan " Sedangkan Polo kita tangkap dia saat waktu tengah malam jam pulang kantor nanti kita rencanakan saat akan kita berada di TKP "
Jonatan bertanya " Tapi pak bagaimana saat kita menangkap Polo mungkin jam jam itu mereka ada yang belum pulang''
__ADS_1
Brian tersenyum licik " Kau tidak usah khawatir aku punya rencana soal itu yang penting jangan sampai Polisi polisi bajingan itu tahu dan Martin cari tahu siapa saja anggota kita yang terlibat jaringan mereka lalu panggil mereka keruangan ku besok aku akan mengeksekusi mereka bersama dengan bukti-buktinya"
ketiga wanita itu kagum dengan cara berfikir Brian yang penuh dengan teka teki itu