Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 18


__ADS_3

Setelah mengatskan itu James berpamitan untuk pulang dan Brian melanjutkan pekerjaannya ditambah pekerjaan dari perusahaan ayahnya.


Setelah lama berkutat dengan pekerjaan Brian melihat kearah jam yang sudah menunjukkan waktu jam makan siang, dia berencana mengunjungi Andriana untuk mengajaknya makan siang sekaligus mencari cincin pertunangan.


saat ini dia berjalan menuju ke perusahaan Andriana dan sampainya disana dia bertanya kepada resepsionis " Apa Andriana masih ada di dalam "


Resepsionis itu mengatakan Dena sopan " nona masih ada tuan kalau tuan ingin mengunjunginya anda bisa langsung ke ruangannya "


Brian tersenyum dengan pelayanan dari perusahaan Andriana dan segera menuju ke lift dan menuju keruangan Andriana, sesampainya di depan ruangan itu dia melihat sekertaris Andriana.


sekertaris Andriana dengan panik berkata kepada nya " tuan tolong Nona Andriana didalam "


Brian terkejut mendengarnya dan bertanya " ada apa dengannya? "


sekertaris itu berkata " di dalam nyonya sedang diprotes 3 orang karyawannya yang menuduh Nona bahwa Nona tidak membayar tunjangan mereka"


Brian pun bergegas masuk agar tidak terjadi apa-apa dengan kekasihnya dan tanpa mengetuk diapun masuk kedalam dan disana sudah ada Karina dan Felicia dan 3 orang yang tidak dia kenal yang berdiri di dekat Andriana.


Andriana yang melihat kekasihnya tersenyum lega dan mengatakan " sayang kemari kenapa tidak bilang mau kemari"


Brian bertanya " kau juga kenapa tidak mengatakan bahwa kau ada masalah aku sudah mengatakannya bukan" Brian mendekat kearah meja Andriana dan mencium kekasihnya itu di depan yang lain.


Brian menatap tajam kearah 3 karyawan itu dan mereka yang mendapat tatapan itu menjadi ketakutan apalagi melihat pistol yang bertengger di pinggangnya mereka terkejut ternyata kekasih dari atasannya ini adalah seorang perwira kepolisian.


Brian bertanya dengan datar " apa masalahnya sehingga mereka datang kemari"


Andriana mengatakan " mereka mengatakan bahwa aku tidak membayar tunjangan mereka padahal aku selalu mencatat setiap bulannya jika sedang melakukan penggajian dan aku masih memilikinya sekarang "


Felicia dengan kesal mengadu kepadanya " kau tahu mereka datang kemari tidak memiliki etika sama sekali yang tanpa permisi langsung masuk kemari dan langsung meminta uang tunjangan mereka padahal Andriana sudah membayar mereka aku yang menjadi saksi saat melakukan penggajian "


Karina mengatakan " mereka juga membawa tanda bukti katanya " memperlihatkan bukti yang berada di tangannya.


Brian yang mendengar langsung berkata " kau suruh seseorang menuju ke ruangan para staff keuangan dan periksa hasil dari rekening penggajian mereka dan suruh bawa kemari hasil cek nya"


Andriana yang mendengar langsung menyuruh salah satu anak buahnya itu.


karyawan 1 berkata dengan ketus " Hei siapa kau yang datang-datang langsung melakukan perintah? ''


Brian berkata sambil memperlihatkan lencananya " aku polisi aku datang kemari karena mendengar pengaduan kalian "


karyawan 2 berkata " bukannya kau yang dulu menjadi OB disini kenapa kau bisa menjadi polisi? "

__ADS_1


Brian tersenyum " ada hal yang perlu kalian tahu dan ada hal yang tidak perlu dan hanya mereka bertiga yang tahu"


Tak lama masuklah karyawan yang diutus itu dan memberikannya langsung kepada Andriana tapi Andriana langsung memberikannya kepada kekasihnya itu untuk di periksa.


Brian mengatakan " menurut tanda bukti dari staff keuangan kalian ini, tunjangan kalian telah di bayar beberapa bulan yang lalu dan itu langsung menuju ke rekening kalian, perusahaan tidak bisa berbohong karena sudah ada tanda buktinya langsung " mereka yang mendengar menjadi ketakutan dan ketiga gadis itu langsung tersenyum sinis.


lalu Brian mengambil tanda bukti mereka dan langsung melakukan pemeriksaan, kemampuan penyelidikan Brian tidak bisa diragukan lagi karena selama bertahun-tahun menjadi polisi tidak satupun yang pernah terlewatkan dari sesuatu yang telah dia selidiki.


Brian memeriksa surat dengan teliti dan ternyata bukti mereka ternyata telah di palsukan.


Brian tersenyum licik, senyumannya itu semakin membuat ketiga orang itu ketakutan " aku fikir kemampuan ku sebagai penyidik telah hilang karena pangkat ku yang sekarang ternyata,sayang ini adalah palsu mereka mencoba berbohong kepada kalian sehingga kau terus berada di sini dan menghabiskan waktu jam makan siangmu disini"


karyawan 3 mengatakan dengan sinis tapi terselip rasa takutnya " tidak. mungkin kau pasti bersekongkol dengan mereka yang membayarmu " dia lupa bahwa Brian adalah seorang polisi.


Brian tertawa sambil duduk di tepi meja Andriana dan menaikan satu kakinya di salah satu kursi. dia menyuruh ketiganya untuk duduk di dekatnya tapi salah satu karyawan duduk di kursi yang ada kaki Brian di situ.


Brian mengatakan " aku sudah banyak uang untuk apa aku di bayar, kalian ini bodoh atau bagaimana aku sudah bertahun-tahun memiliki kasus penipuan seperti ini jadi jangan heran aku tahu dan sekarang kalian mengakui kesalahan kalian itu "


ketiga karyawan itu mulai ketakutan.


karyawan 1 berkata mengiba " maaf Pak kami melakukan ini karena aku sangat membutuhkan uang " mulai dengan kejujurannya.


Brian bertanya lagi " siapa yang bekerja sama dengan kalian sehingga kalian berani melakukan ini"


mereka yang berada di ruangan itu menjadi terkejut dan Brian dengan diam-diam merekam pembicaraan itu.


Brian melihat kearah kekasihnya itu.


Andriana yang tahu maksudnya dan tahu bahwa kekasihnya itu butuh penjelasan " sayang sebenarnya aku tahu selama ini dia menyukaiku dan terang terangan menyatakan perasaannya kepadaku tapi aku selalu menolaknya karena gaya hidupnya yang suka bergonta-ganti wanita "


Brian berkata kepadanya " panggil dia kemari dan kalian bertiga tetap disini"


Andriana dengan marah langsung menelfon si direktur keuangan itu dan menyuruhnya ke ruangannya, si direktur itu dengan senang karena rencananya berhasil langsung menuju kesana.


tapi saat masuk kedalam dia melihat Andriana berada disamping seorang pria sambil merangkul pria itu hingga membuatnya cemburu.


direktur keuangan yang bernama Marcel mengatakan " apa ini kau memanggilku hanya ingin menonton mu bermesraan, dan siapa kau yang berani memeluknya kau tahu sebelum kau aku duluan yang menyukainya"


Brian berkata " dia kekasihku dan kau duduk sekarang "


Marcel yang di tatap dengan tajam oleh Brian langsung mengikutinya ditambah dia melihat ada pistol dipinggang pria itu.

__ADS_1


Marcel berkata meremehkan kepadanya " kau tidak bisa bersamanya kau hanya seorang polisi yang mungkin pangkatnya rendah"


Brian membalikkan " dan kau juga tidak mungkin karena kau hanya bekerja dibawahnya"


Marcel yang mendengar itu langsung menjadi marah tapi Brian langsung semakin menatapnya.


Andriana marah karena kekasihnya itu diremehkan " kau jangan selalu merasa bahwa kau orang yang terbaik buatku tapi tidak aku tahu gaya hidupmu itu seperti apa dengar dia kepala Polisi di kota ini dan pangkatnya seorang Deputi Kepala Polisi yang setara denganku" memamerkan kekasihnya itu.


Brian untuk mempersingkat waktu langsung memutarkan percakapannya tadi dengan salah satu karyawan yang bersekongkol dengannya, Marcel yang mendengar itu menjadi gemetaran.


Brian dengan marah " kau tidak ada bedanya dengan penjahat yang pernah kuhabisi kau berani melakukan hal yang sepicik itu hingga melibatkan karyawan yang lain dan kalian juga ikut ikutan " suara berat Brian menggema di seluruh ruangan.


mengetahui alamat rumah Marcel dan tahu siapa orang tuanya,lalu Brian mengeluarkan handphone nya dan menelfon Martin untuk menyuruhnya sesuatu.


Drrrt drrrt drrrt!!


Martin mengangkat telfonnya " Halo kau dimana? aku dari ruanganmu kau tidak ada"


Brian berkata " aku berada di perusahaan Andriana aku menjemputnya makan siang tapi ada sedikit masalah "


Martin dengan terkejut " hei kau kesana tidak mengajakku dan masalah apa yang kau hadapi? "


Brian berkata " tenang sebentar lagi akan selesai aku hanya menelfonmu karena aku punya tugas untukmu"


Martin bertanya " apa itu sobat aku siap melakukannya"


Brian berkata " masalah disini yaitu ada orang yang mencoba mengganggu Andriana dengan mengirimkannya masalah agar orang itu bisa disukai oleh Andriana" jelasnya


Martin terkejut " Sialan siapa yang melakukan itu bagaimana dengan Felicia dia tidak kenapa-kenapa"


Brian dengan kesal berkata " dia tidak apa-apa masalahnya ini hanya menyangkut masalah Andriana kau ini masih Sempat-sempatnya"


Martin bertanya " lalu apa yang akan kau perintahkan kepadaku"


Brian berkata " kau segera menuju kerumah keluarga Benedict dan habisin mereka semua tanpa tersisa aku tidak ingin kedepannya mereka membalaskan dendamnya kepada ku atau Andriana, cepat laksanakan"


Martin pun mengiyakan dan mematikan panggilannya dan langsung bergerak menuju ke tempat yang diperintah.


Marcel berkata " tolong jangan keluargaku mereka tidak bersalah tolong jangan libatkan mereka dalam masalah ini cukup penjara aku saja"


Brian tertawa dengan kejam " penjara di negara ini tidak ada yang namanya penjara yang ada hanya langsung eksekusi penggal atau tembak mati hanya itu dan kau tahu sekarang aku senang karena setelah 1 bulan selesai misi. aku mendapatkan mangsa lagi yaitu kau" tertawa sambil melihat kearah Marcel.

__ADS_1


Marcel yang mendengar itu menjadi Menggidikkan bahunya serasa akan ada bahaya yang mengintainya. tidak hanya Marcel ketiga wanita yang ada disana juga terkejut termasuk Andriana yang melihat langsung kekejaman kekasihnya.


__ADS_2