
sedangkan Andriana berada di luar dengan tegang karena suaminya berada di dalam melawan maut, di dalam Brian masih bekerja dengan disaksikan oleh anak buahnya dan salah seorang anak buahnya datang membawa sepasang baju anti bom.
polisi 1 berkata kepadanya " hei kau tidak perlu memberikannya, itu tidak berguna sama sekali"
polisi yang tadi bertanya dengan bingung " kenapa lihat saja masa dia mau menjinakkan bom tanpa pengaman sama sekali kau gila dia bisa mati"
polisi 2 berkata " tidak perlu sobat lihat saja dia melakukannya seperti bermain mobil mobilan dalam menjinakkan sebuah bom kami sudah biasa melihatnya"
polisi 3 juga mengatakan " kau tidak perlu khawatir ini akan cepat kita percayakan saja kepadanya "
maka polisi yang membawa baju pengaman diam dan memperhatikan atasannya bekerja, dia takjub karena selama ini dia hanya melihat Brian selalu bekerja sendiri dan hanya memanggil mereka jika sudah selesai dan sekarang dia melihat ini dengn jelas.
Tangan Brian sangat lincah menjinakkan bom nya setelah bom yang satu maka diapun pindah ke tempat yang lain, di sisi lain Andriana memaksa ingin masuk karena belum melihat ada tanda tanda suaminya akan keluar.
__ADS_1
Polisi wanita berkata " nona jangan memaksa untuk masuk di dalam sana sangat berbahaya dan ingat komandan Brian berkata jangan masuk " mengingatkan Andriana.
Andriana dengan wajah lelah berkata " bagaimana aku tidak cemas di dalam sana suami ku bertarung dengan maut sedangkan aku berada di sini hanya dengan menangis "
polisi wanita itu berkata lagi " nona percaya kan kepada komandan dan banyak berdoa karena komandan orang yang kuat dan tidak akan gampang dilukai bahkan sebuah bom sekalipun" jelas polisi itu.
Andriana berdoa " Tuhan selamatkan suamiku dia segalanya bagiku, tidak ada yang aku ingin kan selain dirinya jaga suami ku " dia terus saja melafazkan doa berkali-kali.
Didalam sana sudah ada 3 Bom yang di jinakkan sisa 2 lagi yang belum selesai tapi selalu berusaha di jinakkan, kini Brian sudah beralih ke bom yang satu lagi jadi tersisa 1 lagi bom yang belum di jinakkan.
Brian berteriak menyuruh anak buahnya untuk segera keluar " kalian selamatkan diri kalian cepat keluar jangan ada yang tinggal, sial aku terlambat brengsek" sambil mengumpat.
Martin juga memerintahkan kepada yang lai agar cepat cepat keluar, segera saja semua orang yang disana berlari sekencang-kencangnya untuk menuju ke pintu keluar.
__ADS_1
Tiba-tiba Duaar, Duarr, Duarr!!
suara bom meledak, diluar sana Andriana menangis kencang sambil dirangkul oleh seorang polisi wanita karena melihat dan mendengar langsung suara Bom itu tiba-tiba pikiran aneh mulai. menghinggapi otaknya.
Andriana mengatakan " bagaiamana dengan suamiku kenapa bisa seperti, ini tolong selamatkan dia,Brian keluar sayang "Andriana berteriak kencang karena takut terjadi sesuatu dengan suaminya.
teringat dengan semua kenangan yang telah mereka lalui Andriana begitu hancur, tapi di dalam gedung Brian berusaha melarikan diri dari kepulan asap yang menyebar akibat ledakan, Brian berusaha keras agar bisa keluar dari sana di ikuti oleh Martin yang mengikutinya dari belakang.
Brian berkata sambil mengumpat " sial baru semalam aku menikah dengan istri ku aku tidak mungkin mati sekarang "
Martin juga berkata " tidak lama lagi anakku akan lahir dan aku juga akan menikah dengan Felicia aku tidak ingin dia janda sebelum menikah dan anakku menjadi yatim karena kematian ku"
mereka terus mengumpat dan bersuara dalam hati tapi saat pintu keluar sudah terlihat ada sesuatu yang besar jatuh dan mengenai tengkuk Brian dan membuatnya tidak sadarkan diri, otomatis Martin terkejut karena tiba-tiba ada suara benturan yang cukup keras di sampingnya dan berhenti sejenak dan memapah sahabatnya sekaligus atasannya dan membawanya keluar.
__ADS_1
Martin berkata " hei Brian sadar jangan seperti ini dasar balok sialan " tapi hasilnya nihil Brian tidak kunjung bangun darah sudah mengalir dengan deras di sela-sela kepalanya dan membuat baju yang dikenakan oleh Martin ikut terkena darah dari Brian,Martin yang melihat semakin panik dia takut Brian bisa kehilangan banyak darah.