
saat di perjalanan mengantar Andriana.
Andriana bertanya kepada Brian " sayang apa kau yakin akan tinggal di rumahmu yang disana"
Brian tersenyum dan mengenggam tangan Andriana " aku yakin, dulu aku pernah mengatakan bahwa jika aku sudah menikah maka aku akan tinggal dirumah itu "
Andriana menjadi tersentuh dengan ucapan prianya dan ikut menautkan tangannya kepada Brian.
Andriana bertanya " kapan kau membangun rumah itu sehingga sangat berharga hingga kau rela meninggalkan orang tuamu? "
Brian menjawab pertanyaan kekasihnya " Aku membangunnya saat aku masih baru menjadi polisi, orang tuaku sudah tahu bahwa tujuan aku membangun rumah itu awalnya mereka keberatan dengan itu tapi mereka juga mengerti bahwa suatu saat nanti aku akan punya kehidupan juga" Jelasnya panjang lebar.
Andriana mengatakan " aku harap saat kita bersama kau tidak akan pernah menyakiti ku"
Brian yang mendengar itu langsung membuka dashboard mobilnya dan mengambil sebuah pistol dan memberikannya kepada Andriana.
Andriana yang bingung bertanya " untuk apa ini sayang? kau mau membunuhku sebelum menikahiku"
Brian tertawa kecil mendengarnya " siapa yang mau membunuh mu hmm, aku memberikanmu pistol jika aku menyakiti mu baik tubuhmu maupun hatimu kedepannya kau boleh menembakku"
__ADS_1
Andriana mengambil pistol itu " Kau ini selalu menganggap nyawa itu hanya murah di beli, baiklah aku akan mengambilnya"
Brian pun tersenyum dan mencium tangan Andriana dengan sayang.
tidak lama mereka dijalan mereka pun sampai di rumah Andriana dan mereka pun di sambut oleh kedua orang tua Andriana dan seperti yang di bahas di rumah Brian tadi mereka merancang hari pertunangan keduanya.
Andriana dan Brian senang dikarenakan hubungan mereka tidak ada yang menghalangi dan bahkan mendukung dan selalu menyuruh mereka untuk cepat melangsungkan pernikahan mereka.
setelah perbincangan panjang itu Brian pamit kepada mereka karena harus melakukan beberapa pekerjaan.
Brian mengatakan " maaf tuan dan nyonya Manuel aku harus pergi karena ada beberapa kasus yang harus ku periksa"
Brian pun mengangguk dan berjalan keluar di ikuti dengan Andriana yang mengantarnya.
Brian mengatakan " jika ada apa-apa hubungi aku saja aku selalu siap dan jangan lupa besok kita akan membeli beberapa yang di perlukan di pertunangan kita"
Andriana yang merangkul lengannya itu pun berkata " baiklah kalau begitu dan ingat jangan pernah bermain dengan perempuan lain selain diriku kalau kau coba coba maka aku tidak akan segan menembakmu"
Brian pun tersenyum dan langsung pamit setelah mencium kening Andriana. sesampainya di ruangannya dia disambut oleh salah satu petinggi dari kepolisian yang bernama James Anderson.
__ADS_1
Brian yang melihat itu langsung terkejut karena di kagetkan dengan adanya salah satu orang penting di kepolisian.
Brian menjabat tangan James yang memang sangat dekat dengannya dan langsung menyuruh James untuk duduk di sofa ruangannya dan menyuruh OB untuk membuat kan mereka berdua kopi.
James mengatakan " selamat nak kau berhasil memecahkan kasusnya dan bahkan kau menghabisi keluarga akexander yang terkenal akan kejahatannya itu "
Brian dengan santai mengatakan " mereka memang pantas mendapatkannya dan aku paling benci dengan adanya orang pembuat masalah di wilayah ku"
James tertawa sambil mengatakan " hahaha kau hebat anak muda kau memang pantas mendapatkan predikat sebagai polisi terkejam"
Brian pun berkata kepada James mengenai kedatangannya itu " James aku tahu kau datang bukan hanya sekedar memberi selamat bukan jadi apa yang ingin kau katakan "
James tersenyum dan berkata " nak aku kemari ingin menyampaikan pesan dari para petinggi kepolisian bahwa kau mendapatkan hadiah dari mereka karena memecahkan kasus ini"
Brian dengan bingung bertanya " apa yang mereka ingin berikan? "
James mengatakan " Datanglah dengan berpakaian lengkap kesana dan di sana nantinya akan banyak yang datang termasuk presiden dan seluruh pengusaha "
Brian pun mengangguk menuruti maksud dari James
__ADS_1