Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 27


__ADS_3

Brian terkejut karena istrinya disandera oleh seorang sampah masyarakat, jika dia bergerak sedikit saja maka Andriana bisa saja terluka di tangan seorang ******* dan Brian tidak ingin itu terjadi.


tapi keberuntungan berada di pihak Brian Martin berada di belakang orang itu dan dia tidak menyadari bahwa akan ada yang menyerangnya dari belakang, Brian pun memberi isyarat hati-hati agar Andriana tidak terluka.


Duuk, duuk, duuk. suara Martin memukul tengkuk ******* itu.


Martin pun dengan mengendap-endap berada di belakang orang itu dan seketika langsung memukulnya agar orang itu bisa dilumpuhkan dan tanpa basa basi Brian langsung menembak orang itu di tempat.


Orang-orang yang berada disana terkejut karena melihat ada eksekusi langsung di depan mereka dan Andriana terlepas dari cengkraman si ******* lalu berlari kepelukan suaminya, Brian terus menerus menenangkannya agar tidak trauma.

__ADS_1


Brian berkata " sayang tenang kamu jangan khawatir ada aku disini" sambil memeluk istrinya sambil membayangkan jika terjadi sesuatu dengan satu-satunya wanita yang membuatnya jatuh cinta dan tidak ingin melepaskan nya bahkan sedetik sekalipun.


Andriana berkata " sayang aku takut kalau orang itu bunuh aku, sayang kita baru nikah kemarin aku takut jika orang itu mencoba bunuh aku" katanya sambil menyembunyikan wajahnya di dada kekar suaminya.


Brian terus memeluknya dan orang yang tadi dia eksekusi di masukkan kedalam kantung jenazah yang di bawa oleh anak buahnya dan menyeretnya keluar.


Tak lama itu 6 orang anak buahnya telah menemukan dimana letak bom nya ternyata ada di toilet, gudang bahkan di salah satu stand di mall itu seperti di stan sepatu, tempat tas dan toko berlian sekalipun dan langsung melaporkannya ke Martin dan Martin memberitahu Brian.


Brian berkata kepada anak buahnya " kalian evakuasi seluruh pengunjung jangan ada yang ketinggalan dan orang-orang yang menangkap para ******* tadi jangan pergi sebelum para bom ini di jinakkan, aku takut kalian di celakai oleh mereka " katanya kepada anak buahnya karena para ******* ini orang yang cerdas bisa saja anak-anak buahnya di habisi oleh mereka atau menyuap mereka agar dibebaskan.

__ADS_1


Brian melanjutkan kali ini kepada istrinya" sayang kamu ikut mereka, aku akan disini untuk menjinakkan bom nya dan jangan hilang dari pandangan mereka" Andriana terkejut karena akan berpisah kepada suaminya itu.


Andriana berkata dengan panik " sayang aku disini saja bersamamu aku khawatir kepadamu ini berbahaya itu bom sayang bukan narkoba" memeluk Brian dengan erat seakan-akan takut kehilangannya.


Brian berkata " sayang kamu ikut mereka disini berbahaya tolong kali ini aku meminta kepadamu " sambil membujuk istrinya itu.


Andriana mau tidak mau harus mengikutinya dan juga karena paksaan dari suaminya,Andriana memberi pesan agar dia harus hati-hati dan harus kembali kepadanya,setelah Andriana ikut dengan polisi wanita keluar Brian berjalan masuk ke tempat bom itu berada dengan santai karena Brian selalu menganggap bom hanyalah makanan baginya gampang diatasi padahal semua polisi yang ada disana sudah panik karena takut mati termasuk Martin.


Martin berkata dalam hati "( aku mati hari ini padahal aku ingin menikahi Felicia tidak lama lagi, maafkan aku sayang) "

__ADS_1


Tapi Brian menepuk pundak Martin " hei kau tidak usah khawatir kita tidak akan mati, kau tahu selama ini kita selalu menghadapi kasus seperti ini jangan takut "


Martin yang mendengar menjadi tegar dan pasrah saja dengan santainya Brian berjalan kearah tempat bom itu berada tanpa menggunakan pengaman, anak buahnya yang melihat atasan mereka menjinakkan bom dengan santai tanpa adanya ketakutan langsung begidik dengan atasan mereka yang tidak takut mati.


__ADS_2