Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik

Polisi Ganteng Dan Ceo Cantik
Chap 16


__ADS_3

Pagi ini Brian dan Andriana sedang berada di dalam kamar Brian dan dalam keadaan masih polos karena semalam selepas memberi makan peliharaan besar itu, Brian menyuruh Andriana untuk menginap.


Dan Andriana tahu maksud kekasihnya itupun tidak ingin menolak dan dengan senang hati menerimanya dan terjadilah malam panjang yang hanya mereka yang tahu apa yang terjadi.


Brian terbangun dari tidurnya karena sang surya datang menganggu tidurnya yang nyaman. saat terbangun dia melihat kekasihnya itu tengah memelukmu dan enggan melepaskannya.


Brian berkata " Hei sayang bangun" Membangunkan Bidadari cantiknya itu.


Andriana hanya menggeliat dan semakin memeluknya dengan erat. Brian mencium kening kekasihnya itu dengan penuh kasih sayang.


Brian berkata " akhirnya kita bisa hidup tenang, aku mencintaimu " membalas pelukan kekasihnya.


Brian mengatakan " Ayah dan Ibuku ingin berbicara kepadamu, katanya setelah misi ini selesai mereka ingin mengobrol denganmu"


Andriana pun langsung terbangun sehingga dia melupakan bahwa dia dalam keadaan telanjang jadi saat bangun dia lupa menutup Dadanya " kenapa kau baru mengatakannya sekarang, aduh bagaimana ini nanti mereka berfikir bahwa aku ini wanita yang kurang ajar tidak menemui mereka " Dia uring-uringan.


Brian pun menenangkannya " Hei mereka mengatakan selesai misi dan misi ku baru selesai semalam dan orang tua ku tidak makan orang jadi kau jangan panik"


Brian pun melanjutkan lagi " Dan jika kau tidak ingin kuserang dan melanjutkan yang semalam tutupi Dada mu itu"


Andriana pun tersadar dan terlihat biasa saja malah semakin memperlihatkannya lalu menampilkan senyum nakalnya itu.


Andriana pun berbaring lagi dan kembali memeluk tubuh kekasihnya itu dan mencoba menggodanya dengan bermain di Dada pria itu.


Andriana berkata sambil mengarahkan tangannya menuju ke batang kebanggaan prianya itu " kalau kau masih menginginkan ku, aku masih bisa melayani mu "


Brian yang mendengar itu langsung saja menyerang Andriana dan terjadilah pagi yang melelahkan setelah merenggut keringat bersamaan.


setelah pelepasannya Brian dan Andrianapun berjalan ke kamar mandi untuk mandi bersama dan di dalam kamar mandi mereka melakukannya lagi, Andriana benar-benar merasa puas karena permainan Brian yang sedikit brutal.

__ADS_1


Selesai mandi merekapun turun kebawah untuk sarapan dan menemani Andriana menemui orang tuanya yang sedang berada di ruang makan.


Ayah Brian berkata kepada mereka " Dad ingin mengatakan sesuatu kepada kalian tapi setelah sarapan"


Ibu Brian juga mengatakan " Ihhh, Mom senang banget kalian gak menunda punya anak, Dad sebentar lagi kita punya cucu"


Ayah Brian " kayaknya Mom karena anak kita rajin bikinnya"


Brian dan Andriana hanya melanjutkan sarapan sambil mendengar nya walaupun sedang menahan malu. lalu mereka melanjutkan sarapannya dengan penuh hikmat dan kehangatan.


Saat selesai sarapan dan para asisten rumah tangga membersihkan meja makan kini mereka sedang berada di ruang keluarga untuk membahas sesuatu.


Ayah Brian berkata " sudah berapa lama kalian bersama? "


Andriana menjawab dengan sopan " Hmm, baru 2 minggu Dad" Dia heran kenapa Ayah dari kekasihnya itu bertanya soal hubungan mereka.


Ayah Brian pun berkata " usia kalian sekarang sudah masuk usia menikah Daddy harap kalian segera meresmikan hubungan kalian itu"


Ibu dari Brian berkata " baik hubungan kalian itu masih baru atau sudah lama jangan pernah menunda pernikahan, buat anak saja kalian tidak menunda masa pernikahan kalian tunda"


keduanya menjadi memerah mendengar perkataan Ibunya itu.


Ayah Brian langsung mengatakan inti dari percakapan mereka " Daddy sudah berbicara kepada Tuan Manuel tentang hubungan kalian dan dia sudah setuju dengan kalian"


Ibu Brian melanjutkannya " Kami memutuskan bahwa kalian harus segera melangsungkan pertunangan kalian, apalagi misi anak bujangan kami ini sudah selesai"


Andriana dan Brian menjadi terpaku mendengarnya dikarenakan orang tua mereka sudah terlalu jauh bergerak sedangkan mereka masih berjalan di tempat.


Tapi bagi Andriana kabar ini merupakan kabar bahagia karena sebentar lagi Brian akan sepenuhnya menjadi miliknya.

__ADS_1


Andriana memulai pembicaraan setelah terdiam beberapa saat " Dad bagi aku sih ini kabar bahagia daripada berlama-lama lebih baik langsung ke jenjang yang lebih serius lagi, tapi bagaimana dengan Brian"


mereka pun melihat kearah Brian yang terdiam mendengar kekasihnya itu yang setuju ingin bertunangan dengannya.


Brian dengan senang berkata dengan keras hingga membuat ketiga orang yang dia sayangi terkejut " kalau begitu jangan lama-lama ayo kita lakukan persiapannya, ayo sayang kita cari persiapannya "


mereka yang melihat menjadi gemas dengan tingkah pria itu.


Ayah Brian berkata dengan heran " Tunggu dulu kenapa kau menjadi sangat bersemangat?, apa yang merasuki mu"


Brian berkata " Dad aku tidak ingin sendirian seperti ini dan hanya melihat kalian berdua bermesraan setiap hari, aku juga ingin Dad"


kedua orang tuanya menjadu sangat malu mengingat saat bermesraan mereka selalu terganggu dengan kedatangan Brian yang secara mendadak saat sepulang bekerja.


Ayah Brian dengan kesal berkata " Hei jika kami tidak bermesraan kau tidak mungkin hadir dan kami sudah mengabulkan keinginanmu bukan untuk menikahkan mu"


Brian pun teringat dengan rencananya saat menjadi polisi baru yaitu jika dia sudah menikah dia dan istrinya akan tinggal di sebuah rumah yang telah dia bangun dari hasil kerja kerasnya sendiri


Brian berkata kepada Ayahnya " Dad aku ingat dengan rumah yang aku bangun dulu, saat pernikahan ku selesai aku dan Andriana aksn tinggal disana"


Ayah Brian pun berkata " Tunggu dulu rumah yang kau bangun sendiri itu kan, rumah itu terlalu besar dan tak di tinggali"


Brian mengatakan kepada Ayahnya " di sana sudah ada asisten rumah tangga yang membersihkannya Dad dan di tambah ada juga beberapa keamanan yang menjaga di sana"


Ibu Brian mengatakan dengan berat hati " Tapi nak ini rumah mu juga jika kau pindah siapa lagi yang akan menemani kami"


Brian pun mengatakan " aku akan mengunjungi kalian setiap hari dan Andriana apa kau tidak keberatan jika ikut bersama ku nanti? "


Andriana tersenyum dengan rencana kekasihnya itu " aku ikut dengan mu jika kau pindah aku akan pindah biar bagaimana pun kau akan menjadi suamiku"

__ADS_1


Brian pun mengatakan " kalau begitu sudah di putuskan bahwasanya setelah menikah aku akan tinggal di rumah sana"


mereka terus melanjutkan acara ngobrolnya sampai Brian meminta izin untuk mengantarkan Andriana pulang dan akan mengatakan rencana ini kepada kedua orang tua Andriana.


__ADS_2