PRIA DINGIN Vs GADIS BAR-BAR

PRIA DINGIN Vs GADIS BAR-BAR
PD vs GB 22


__ADS_3

Excel berjalan cepat menuju ke ruangan adiknya. Sesampainya di dalam, dia melihat Evelyn sedang sibuk mondar-mandir sembari menekan dadanya. Lalu, dia terkejut ketika Excel masuk ke dalam.


"Kakak, membuatku kaget saja," seru Evelyn, dia sangat kaget sekali.


"Ada apa denganmu? Apa Vander tadi menggodamu?" tanya Excel.


Evelyn menggeleng keras. "Tidak Kak, dia hanya mengucapkan terima kasih karena aku sudah menolongnya," jawab Evelyn.


"Besok kita kembali ke New York, jangan terlalu lama di sini," ujar Excel.


"Why?" seru Evelyn penasaran.


Excel mengerutkan dahinya. "Why? Apa maksudmu bertanya seperti itu? Kamu tidak ingin pulang bersamaku?" ucap Excel dia berbalik tanya kepada Evelyn.


"Tidak, bukan begitu Kak. Hanya aku ...! Sudahlah, tidak begitu penting," desah Evelyn, dia bingung harus mengatakan apa pada kakaknya.


"Baiklah sebaiknya kamu istirahat, jangan memikirkan hal yang bersifat konyol. Mengerti!" Excel keluar dari ruangan itu.


Evelyn pun mencebikkan bibirnya, dia kesal dengan sikap kaku kakaknya itu. "Cih, dia selalu membuatku kesal. Oh Padang Savana ku ...! Baiklah aku akan menagihnya suatu hari nanti," gumam Evelyn dalam hati.


Di Tempat Lain.


Alexa sedang bersiap untuk pulang bekerja. Di tinggal Excel membuatnya selalu merasa was-was, karena dia merasa kalau ada seseorang yang sedang mengikutinya.


"Aku harus cepat, sebelum jalanan sepi. Gawat kalau sampai aku terjebak," gumam Alexa, dia sibuk merapikan baju ke dalam lokernya.


Setelah itu dia keluar dari restoran dan segera berlari menuju ke stasiun kereta bawah tanah. Alasan Alexa naik kereta adalah, dia bisa bertemu dengan banyak orang. Jadi, dia bisa mengantisipasi kejadian buruk.


Alexa sudah masuk ke area stasiun, dan benar saja dugaannya. Ada segerombolan orang yang berusaha mengejarnya. Dia terus berlari hingga masuk ke dalam kereta.


"Hei, tunggu jangan lari kamu," teriak salah satu orang tersebut.


Alexa tidak menoleh ke arah belakang. Dia terus berlari hingga masuk ke dalam kereta dan tak lama kemudian pintu itu tertutup otomatis. Nafas Alexa terengah-engah, kemudian dia duduk di kursi mencoba untuk tenang.


"Aku harus bagaimana? Mereka pasti akan menungguku di sana," gumam Alexa.

__ADS_1


Kereta terus berjalan, Alexa masih terus memikirkan tentang jalan keluar. Dia sangat gugup sekali, tidak tahu harus meminta tolong pada siapa. Hingga akhirnya, kereta berhenti di stasiun tujuan. Alexa berdiri dan keluar, dia menoleh ke sekitar untuk memastikan keadaan aman.


Setelah yakin Alexa berlari kencang lalu keluar ke pintu exit untuk menuju ke jalan raya. Dia terus berjalan cepat dan tak sengaja menabrak seseorang hingga terjatuh.


"Aww," ucap Alexa, dia terpental karena menabrak seseorang.


Alexa mendongak dan melihat siapa orang tersebut. Lalu betapa terkejutnya dia ketika melihat sang kakak berada di depannya.


"Kakak ...."


"Hai, mau kabur kemana lagi kamu? Sekarang kamu tidak bisa pergi kemana-mana lagi," ucap pria itu.


Alexa mencoba berdiri dan dia memasukkan handphonenya dalam saku. Sebelum itu Alexa memencet tombol 1 untuk melakukan panggilan otomatis ke nomor Excel. Setelah itu banyak sekali orang-orang suruhan sang kakak yang mengepungnya.


"Kak, aku mohon jangan tangkap aku. Biarkan aku bebas, aku tidak mau ikut denganmu," teriak Alexa.


"Tidak semudah itu untuk kabur dariku Alexa. Kamu harus mencari uang untuk Kakakmu ini. Jadilah adik yang berguna. Oke! Tangkap dia!


Orang-orang tersebut langsung menangkap Alexa dan membawanya ke mobil.


"Permohonanmu itu percuma Alexa ku sayang, karena aku tidak akan pernah mengabulkannya," jawab sang Kakak.


Alexa diseret paksa untuk masuk ke dalam mobil. Lalu, handphonenya tadi telah tersambung di handphone Excel.


Dari San Fransisco, Excel mengangkat panggilan Alexa. "Halo, Alexa ada apa?" tanya Excel, tapi tidak ada jawaban.


Samar-samar Excel mendengar percakapan Alexa dengan para penjahat itu. Dia dalam mobil, Alexa terus berteriak karena ingin terlepas dari orang-orang itu.


Excel langsung terperanjat kaget. "Alexa jawab Alexa, kamu ada di mana?" teriak Excel, hingga membuat Evelyn kaget.


"Kakak, ada apa? Kenapa kamu panik seperti itu?" tanya Evelyn.


"Evelyn, malam ini kita pulang! Ayo cepat kemasi barang-barangmu," seru Excel, dia terus mendengarkan percakapan itu.


"Ka-kakak ini sudah malam. Bukan kah kamu yang bilang besok kita pul ...."

__ADS_1


"Jangan membantahku, Evelyn. Stop komentar yang tidak penting. Kita pulang sekarang," tegas Excel dengan nada tinggi.


Evelyn tidak mempunyai pilihan lain. Dia hanya bisa menuruti keinginan sang kakak. Kurang dari lima menit, Evelyn telah siap, dia keluar dari ruangan dan segera pergi mengikuti kakaknya dari belakang.


"Kakak, bisa tidak pelan sedikit." Evelyn kesulitan mengejar langkah Kakaknya.


Excel diam tidak menjawab. Dia fokus dengan percakapan dalam handphonenya. Excel dan Evelyn masuk ke dalam mobil. Lalu, Excel menyambungkan panggilan teleponnya itu di mobil, hingga percakapan itu bisa di dengar oleh Evelyn.


"Siapa itu, Kak?" tanya Evelyn.


Excel tetap diam, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke tempat yang disebutkan oleh Alexa dalam percakapan tersebut.


Evelyn kesal karena diabaikan oleh sang Kakak. Apalagi dia sangat penasaran dengan suara wanita yang ada dalam sambungan telepon itu. Akhirnya, Evelyn mengalah dan membiarkan sang kakak berkonsentrasi.


Di Tempat Lain.


Alexa telah sampai di sebuah hotel yang sangat mewah. Dia di paksa turun oleh sang kakak. Lalu mereka membawa Alexa masuk ke dalam hotel tersebut.


Evelyn tidak terlalu melawan karena tidak ingin ketahuan kalau dia sedang menghubungi seseorang. Dia melakukan perlawanan ketika diperlukan saja. Dia tidak ingin pingsan dan tidak tahu apa-apa.


Alexa dipaksa masuk ke dalam salah satu kamar hotel. "Masuklah dan jadilah anak yang baik. Jangan melawan, kalau tidak nyawamu bisa jadi melayang," ucap kakaknya dengan kejam.


"Kak, jangan tinggalkan aku Kak! Kakak, jangan tinggalkan aku!"


Mereka mengunci Alexa di kamar itu dan meninggalkannya sendirian. Di dalam, Alexa segera mengambil handphonenya yang masih tersambung. Dia memanggil Excel dalam panggilan tersebut.


"Kak El, apakah kamu ada di sana," ucap Alexa.


[Alexa, kamu tidak apa-apa. Aku sekarang sedang meluncur ke sana. Kamu tenang dan tetap cari cara untuk mengulur waktu. Aku akan tiba dua jam lagi lewat jalur alternatif.] jawab Excel dari tempat lain.


"Iya Kak, aku akan mencoba mengulur waktu. Aku akan menghubungi polisi juga," jawab Alexa.


Setelah itu, dia mengakhiri panggilan itu dan segera menghubungi polisi lewat panggilan darurat. Alexa memberikan informasi kepada polisi tersebut dan petugas akan segera tiba beberapa menit lagi.


Alexa berdiri ketakutan dalam kamar itu. Dia selalu berjaga-jaga agar tidak kecolongan.

__ADS_1


__ADS_2