PRIA DINGIN Vs GADIS BAR-BAR

PRIA DINGIN Vs GADIS BAR-BAR
PD vs GB 6


__ADS_3

Afrika Selatan.


Evelyn telah sampai di bandara Afrika Selatan. Setelah mencatatkan diri ke imigrasi, Evelyn segera menuju ke hotel untuk menginap. Perjalanan panjang membuatnya lelah sekali.


Udara dingin menyambutnya ketika keluar dari bandara. Evelyn segera mencari taksi lalu pergi ke hotel yang sudah dia booking sebelumnya. Jalanan tampak sepi sekali. Tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh sopir yang berhenti mendadak. Kepalanya hampir terbentur ke kursi depan.


"Paman, ada masalah apa?" tanya Evelyn panik.


"Ada seseorang yang menghadang kita, Nona," jawab Sopir itu.


Evelyn melihat ke arah depan dan mendapati seseorang yang tengah berdiri di tengah jalan. Pria itu segera menghampirinya dan mengetuk jendela mobil.


Tanpa berpikir, Evelyn membuka pintu dan orang itu segera masuk ke dalam. Evelyn langsung berteriak karena pria itu sangat lancang. "Hei, apa maksudmu masuk ke ...."


Pria itu membungkam mulut Evelyn dan menatapnya tajam. Wajah orang itu terlihat sangat panik. Tak ingin terbuai, Evelyn langsung menggigit tangan pria itu dengan keras. Pria itu pun berteriak kesakitan.


"Apa kamu bukan manusia?" teriak pria itu.


"Aku yang seharusnya bertanya padamu? Apa maksudmu masuk ke dalam sini dan menghalangi perjalananku?" seru Evelyn sangat kesal.


Pria itu terlihat sangat terburu-buru. Dia tidak fokus dengan pertanyaan Evelyn. Tak lama kemudian datanglah segerombolan orang yang membawa senjata api. Mereka berjalan menghampiri taksi yang dinaiki Evelyn.


"Cepat jalankan taksi ini," teriak pria itu dengan keras.


"Hei, siapa kamu? Apa kamu seorang penjahat?" Evelyn mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


Evelyn memegang lengan pria itu dan berkata, "Hei jawab pertanyaanku?"


Akan tetapi, Evelyn dikejutkan dengan tangannya yang berdarah. Ternyata pria itu sedang terluka. "Darah, kamu terluka? Paman cepat jalankan taksi ini."


Sopir itu tidak mendengarkan perintah Evelyn. Dia ketakutan melihat orang bersenjata lengkap. Para penjahat itu mengepung taksi yang dinaiki Evelyn.


"Oh, Shiit! Kamu membawaku dalam masalah ini."


"Mereka ingin membunuhku. Mereka semua adalah musuhku," sahut pria itu.


Penjahat itu semakin mendesak sopir untuk membuka pintu. Akhirnya sopir itu pun membuka pintu mobil dan meminta Evelyn keluar.


"Nona silakan keluar dari taksi ini. Saya tidak ingin terlibat masalah dengan anda," ucap Sopir itu gugup.


"Kamu harus membayar mahal atas semua ini. Beraninya kamu mencarikanku sebuah masalah."


"Berapapun akan aku bayar, jika kamu bisa membantuku. Aku tidak bisa melawan mereka sendiri," sahut pria itu pelan.


Evelyn keluar dari mobil dan diikuti oleh pria itu. Mereka langsung berdiri saling membelakangi untuk berjaga diri.


"Apa kamu tidak merasa malu meminta tolong pada seorang wanita?" tanya Evelyn, dengan nada remeh.


"Aku tahu kamu bukan wanita sembarangan," sahut pria itu tegas.


Evelyn hanya tersenyum sinis. Dia tidak takut pada penjahat itu. "Aku tidak ada hubungannya dengan pria ini. Aku hanya pelancong yang tidak sengaja lewat. Bisakah kalian membiarkan aku pergi. Kalau kalian ingin menangkapnya, silakan tangkap dia," ucap Evelyn pada penjahat itu.

__ADS_1


"Kamu tidak usah banyak bicara. Segeralah menyerah, atau kalian mati di sini." Penjahat itu berteriak keras.


Evelyn merasa kesal karena tidak ada celah untuknya. Tak lama kemudian, ada sebuah mobil yang tiba di tempat itu. Seorang pria berbadan tegap keluar dari dalam mobil sport itu.


"Vanderick, sekarang kamu tidak bisa kabur lagi. Menyerah lah, dan panggil kakakmu ke sini untuk menjemputmu.


Pria itu berdecih. "Bermimpilah itu tidak akan terjadi."


"Berani sekali kamu. Baiklah aku tidak akan berbasa-basi lagi. Serang mereka berdua," ucap pria itu memerintahkan anak buahnya.


Evelyn juga ikut diserang oleh mereka. Untung saja dia bisa seni bela diri, jadi Evelyn bisa melindungi dirinya sendiri. Sejak kejadian penculikan di masa kecilnya, Evelyn berinisiatif belajar seni bela diri. Hal ini dia lakukan tanpa perintah dari siapapun. Bahkan dia juga melakukan pelatihan olahraga ekstrim sekalipun.


"Kamu beruntung bertemu denganku, kalau tidak mungkin kamu akan mati disini," seru Evelyn dengan tangan dan kaki bergerak melawan penjahat itu. Dia mengeluarkan pisau andalannya untuk melawan mereka.


Penjahat itu juga terus menggempur Evelyn dan pria yang bernama Vanderick itu. Mereka sungguh tidak berbasa-basi sedikit pun. Akibatnya, Evelyn terdesak mundur. Dia terjatuh diatas mobil sport itu. Lalu, Evelyn mempunyai sebuah ide. Dia terus melawan para penjahat itu sembari mendekati pintu mobil.


"Sial, aku tidak ingin mati di sini," gumam Evelyn pelan. Perutnya sangat sakit sekali.


Evelyn berjalan merambat lalu membuka pintu mobil itu, kemudian dia masuk ke dalam. Dia mengunci pintu itu dan segera menghidupkan mobil, kemudian Evelyn melajukan mobil itu dan membubarkan penjahat yang sedang menyerang Vanderick.


Para penjahat itu pun panik, begitu juga dengan ketua mereka. "Kejar dia," teriak ketua penjahat itu.


Evelyn membuka pintu mobil dan berteriak," cepat masuk, atau aku tinggalkan kamu di sini."


Pria itu menendang salah satu penjahat lalu dia bergegas lari ke arah mobil. Setelah masuk, Evelyn segera melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2