Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
dasar pengantin baru


__ADS_3

Saat ini Arga dan Romo Jalal masih belum beranjak pulang karena urusan mereka belum selesai dengan para kontraktor yang akan membangun beberapa fasilitas baru.


Sedang Arga adalah investor terbesar, sebab itu nantinya akan di kelola oleh istrinya.


Karena bagi Romo Jalal menantunya itu yang pantas, karena Dewi sudah tak sanggup karena putrinya itu sudah menegang hampir semua usaha warung dan restoran.


Bahkan sudah ada beberapa orang yang siap menjadi tempat untuk para warga lansia itu memasarkan produk yang mereka buat.


Itu membuat Romo sangat senang, pasalnya dia tak menyangka akan hal itu, karena ini adalah usaha pertama yang mengajak warga yan sudah tak produktif.


Lista sedang duduk menikmati waktu istirahatnya, wanita itu tampak begitu lelah.


"Nyonya ini ada jamu kunyit asem, kebetulan tadi saya membuat banyak," kata mbok Suna


"Iya mbok, terima kasih tau saja kalau saya sedang butuh kamu istimewa seperti ini," kata Lista tersenyum.


Mbok Yulia pun permisi, dan setelah menyelesaikan minum jamu yang khusus di buatkan itu, dia pun memilih istirahat sejenak.


Tapi tanpa dia sadari tiba-tiba dia merasa jika darah mens yang sedang keluar menjadi sangat lancar.


"Ah... ini sebenarnya yang membuatku malas untuk minum jamu saat mens," gumamnya.


Jadi Lista memutuskan tidur di lantai dengan beralaskan tikar berjaga-jaga jika nanti merembes ke kasur itu bisa repot.


Tanpa dia sadari jika dia tidur cukup lama, bahkan dia tak makan malam karena sudah kelelahan.


Romo Jalal heran melihat tingkah Arga yang tampak panik dan tak bisa tenang sedikit pun.


"Kamu kenapa seperti cacing kepanasan begitu sih," tegurnya.


"Ini loh ayah, kenapa istriku tak bisa di hubungi, tadi mbok Yulia bilang jika dia kelelahan tapi pas di telpon malah tidak bisa," kesal Arga


"Mungkin dia ketiduran, kamu tau sendiri tadi anak buah mu memberi laporan bagaimana, dia sangat sibuk, jadi tolonglah logis sedikit, istrimu itu bukan robot," kata Romo Jalal.

__ADS_1


"Ya kan aku ingin mendengar suaranya yah," jawab Arga.


Dia melihat jam tangannya sudah pukul sembilan malam, dia jadi sangat khawatir karena tadi mbok Yulia mengatakan jika istrinya itu sudah tidur dan belum sempat tidur.


Sesampainya di rumah, Arga langsung mencium tangan Tomo Jalal dan meloncat dan lari ke rumahnya


"Ya Tuhan itu mas Arga kenapa?" bingung Satrio dan Alip yang ikut dalam rombongan.


"Maklum pengantin baru," kata Romo Jalal yang turun dari mobil dan sudah melihat senyum ramah dari istrinya.


Bahkan nyonya Naina langsung menyapa dan memeluk suaminya itu.


Kedua asisten itu pun akhirnya pamit pulang karena merasa tugasnya sudah selesai.


Sedang Lista baru selesai membersihkan lantai karena benar dugaannya, darah kotor itu sangat banyak yang rembes.


Beruntung setelah itu darah yang keluar sudah langsung sedikit dan berwarna coklat, jadi dia pun membereskan semua dan pas saat selesai suaminya juga pulang.


Melihat Lista yang keluar dari kamar mandi langsung di peluk erat oleh Arga, "kamu kenapa sayang, apa sakit? jika lelah jangan bekerja lagi," kata Arga.


"Terserah kamu, sekarang ayo makan dulu, kamu belum makan kan?"


"Memang belum, tapi lebih baik mas mandi dulu karena Ku rasa mas butuh itu," kata Lista tersenyum.


"Ah iya kamu benar, dan minta tolong mbok di belakang suruh menghangatkan makanan ya,"


"Iya kang mas," jawab Lista.


Di keluar membawa tong berisi karpet yang baru dia cuci hingga bersih, untungnya karpet itu hitam jadi bekas itu tak akan terlihat.


Dia menjemurnya di belakang rumah, karena melihat tidak ada orang lagi.


Dia langsung menuju ke dapur dan mengambil nasi di piring dan beberapa lauk yang dia panaskan dengan microwave.

__ADS_1


Setelah itu, Arga datang dengan kaos oblong dan juga kaos oblong santai.


Kedua pun makan bersama, dan selama makan tak ada yang bicara.


Tapi Arga terus melirik istrinya itu, "apa ada sesuatu di wajah ku kang mas?"


"Tidak kok sayang, oh ya mungkin beberapa hari kedepan aku harus ke luar kota, apa kamu tak apa-apa di sini?"


"Iya Kang mas, aku baik-baik saja, dan tolong segera kembali ya, karena aku sudah tau jika kang mas Haris menyelesaikan sesuatu," jawab Lista.


"Apa bunda yang memberitahu dirimu?"


Lista mengangguk, dan itu membuat Arga tersenyum saja, dan mereka berdua pun beranjak ke kamar.


Arga memeluk tubuh mungil istrinya, meski itu baginya karena tinggi badan kusta itu sama dengan ibu dan kakaknya yang termasuk tinggi.


Tapi di samping Arga, Lista memang tampak begitu mungil, jadi sudah menjadi kebiasaan baru Arga untuk selalu memeluk istrinya itu saat tidur.


Keesokan harinya, Arga merasa heran melihat istrinya yang masih di pelukannya.


"Sayang sudah jam lima, kamu tak bangun dan kita biasanya lari pagi bareng loh," bisik Arga mengusap pipi istrinya yang perlahan mulai sedikit tembem


"Mas lucu deh, aku masih mau tidur sebentar lagi, mas menyuruh ku gemuk tapi malah di suruh olahraga, kan jadi kurus lagi nanti," protes Lista.


"Iya deh iya..."


Keduanya memilih tidur,malah bablas sampai jam tujuh pagi, mungkin keduanya benar-benar lelah.


Saat Arga bangun dia tak menemukan istrinya di sampingnya, tapi malah melihat wanita itu sedang mengeringkan rambut.


Karena orang, Arga memeluk istrinya dan menyentuh sesuatu yang intim. "kang mas.. apa yang sedang kamu lakukan,"


"Kamu sudah selesai sayang," kaget pria itu.

__ADS_1


"Belum kang mas, masih sedikit mbututi mas..." lirih Lista.


__ADS_2