
Arga menyuruh semua anak buahnya menaruh jaring di setiap sarang tikus dan mulai menyemprotkan racun.
tentu saja mereka semua mengunakan pelindung agar tetap bisa aman selama pembasmian berlangsung.
Lista juga meminta orang rumah menyiapkan nasi bungkus untuk di bagikan pada semua orang yang membutuhkan.
Bu Jamal membantu membagikan nasi bungkus itu pada para warga yang membutuhkan.
setelah itu, mereka pun bergegas untuk membantu tapi di tahan oleh pak Jul.
terlihat kepulan asap membumbung tinggi semua tikus ingin keluar dan lari tapi mereka terjaring oleh jaring khusus yang di aliri listrik.
akhirnya tikus-tikus itu pingsan dan kemudian mati, tapi karena menurut Arga terlalu lama.
dia pun memutuskan untuk meledakkan semua putukan dengan bom yang di rakit sendiri.
bos itu juga mengandung racun, jadi apapun yang di sekitarnya akan di pastikan mati.
setelah semua terpasang dengan baik, kini mereka menyingkir untuk menunggu peledakan bom itu.
__ADS_1
dan benar saja, saat bom itu di ledakkan, terdengar suara dentuman keras dari area persawahan.
BOOM...
suara itu menggetarkan bumi rasanya, setelah itu terlihat bangkai-bangkai tikus bergelimpangan, dan jika ada pun Arga langsung menembaknya begitu saja hingga mati.
akhirnya malam datang, lampu sorot mulai dinyalakan dan sawah malam ini sangat terang.
bahkan bunyi setiap diesel terdengar keras tapi ini demi memberantas semua tikus-tikus itu.
akhirnya malam ini tak ada serangan lagi, dan sudah di pastikan jika semuanya bersih
"kamu lapar kang mas?"
"iya aku ingin memakan mu," bisik Arga tanpa malu.
"hentikan ini di depan banyak orang lebih baik kita pulang karena tubuh mu aromanya sangat tak membuat nyaman," bisik Lista.
"baiklah ayo pulang, oh pak kepala dusun ada anak buah ku di sini, jadi jangan bingung jika ada tikus lagi, bilang pada mereka nanti mereka yang akan langsung menghubungi ku," kata Arga.
__ADS_1
"siap tuan," jawab pria itu.
akhirnya mereka pun bersiap pulang, tapi tanpa di duga pak Jamal menghadang mereka semua.
"kalian tak boleh pergi,Lista harus ke kota untuk menjaga kakaknya Gita, dia sedang sakit parah," kata pak Jamal dengan suara keras.
"anda mau mati di tangan ku,jangan berani menyuruh istriku melakukan itu karena istriku adalah tanggung jawab ku,dan asal kamu tau Dirga sudah di coret dari keluarga Rahmat, jadi tak ada hubungannya dengan kami, mau dia mati atau pun istrinya, karena mereka itu tak pantas mendapatkan belas kasihan dari kami," jawab Arga dengan suara meninggi.
"apa kamu bisa melihat Gita mati Lista!! dia kakak mu,"
"apa dia pernah menganggap ku adiknya, mau dia mati atau tidak itu urusannya karena kami sudah sama-sama dewasa," kata Lista yang kini hanya memiliki Suaminya.
Arga pun menyeringai, "sudah dengan pak Jamal, jadi sekarang kami memutuskan hubungan ini karena dari dulu kamu juga tak Sudi bukan punya menantu dan anak seperti kami, jadi sekarang kita putus hubungan," kata Arga yang merangkul istrinya dan pergi.
semua warga tak menyangka bahwa akan melihat hal seperti ini, pria itu memilih anak yang salah.
karena demi Gita dan suaminya,dia malah kehilangan orang yang sangat berpengaruh di desa itu.
jadi bisa di bilang jika pak Jamal ini bodoh, karena demi anak yang tak ada kabar, dia kehilangan menantu yang begitu baik dan penolong semua orang.
__ADS_1