
Setelah selesai belajar, tiba-tiba saat keduanya akan tidur mereka merasa sangat canggung.
Lista memilih tak melihat suaminya itu, sedang Arga melihat punggung dari istrinya itu.
"Kamu kenapa membelakangi ku seperti ini? apa kamu marah?" tanya Arga memilih bangkit dan duduk bersandar di kepala ranjang.
Lista pun menoleh dan ikut duduk, "tidak kang mas, aku hanya merasa malu, pasti kang mas akan merasa jijik ya, terlebih kondisi wajah ku seperti ini," lirih Lista.
"Tenang saja Lista, coba lihat diriku juga tak sempurna, yang penting percaya jika obat yang di berikan oleh mas Nanang itu benar-benar manjur," kata Arga mengusap pipi istrinya.
Lista pun menyentuh wajah Arga, aneh dia merasakan karena wajah Arga itu tidak sekasar yang terlihat,"kamu sudah mengerti,"
Lista terkejut dan menganggukkan kepalanya, tapi tanpa dia sadari tangannya berhenti di bibir suaminya itu.
Arga pun menarik istrinya hingga mendekat dan kemudian dia mencium bibir Lista dengan sangat gemas.
Akhirnya Lista pun hanya bisa pasrah menyerahkan dirinya, entahlah baju tidur mereka sudah terlempar.
Kini keduanya sedang bercumbu, Arga tiba-tiba ingat sesuatu jika dia bisa membunuh orang dengan racun yang ada di dalam dirinya.
Lista terkejut saat melihat Arga bangkit dari ranjang begitu saja, "ada apa kang mas?"
"Tidak... ini salah... aku tak ingin membunuh mu," gumam Arga yang mengambil baju kemudian pergi dari kamar meninggalkan Lista begitu saja.
Arga langsung bergegas pergi dan menuju ke ruangan khusus yang selama ini di gunakan untuk mengetahui apakah dia bisa sembuh atau tidak.
"Tidak,kenapa aku begitu bodoh, aku bisa membunuhnya, padahal dia tak salah apapun," gumamnya.
Sedang di kamarnya, Lista menatap dirinya di pantulan cermin, dia melihat banyak tanda merah yang di buat suaminya.
Tapi kenapa Arga pergi, apa dia tak mau menyentuh dirinya karena sadar dengan wajah buruk Lista.
"Apa kang mas jijik... dia meninggalkan diriku begitu saja, apa maksudnya membunuh membuat meninggal," gumamnya.
Dia pun tidak bisa tidur semalaman, kedua pasangan itu benar-benar bingung.
Keesokan harinya, Lista sudah selesai masak mengejutkan para mbok yang bekerja di tempat Arga.
"Nyonya kenapa memasak seperti ini, ini tugas saya," kata mbok Yulia dan pak Jul yang datang ke dapur untuk pertama kali.
"Saya sedang masak untuk semua orang mbok, tolong jangan di larang ya," kata Lista yang tersenyum
__ADS_1
Tapi pak Jul menyadari sesuatu, "apa semalam kalian bertengkar, atau tuan muda melakukan sesuatu pada anda nyonya,"
"Tidak ada," jawab gadis itu bohong.
Arga langsung berteriak saat dia sampai di kamar, "pak Jul istriku lagi!" teriaknya yang menuju ke dapur.
Dia kaget melihat Lista yang sedang duduk di depan perapian sedang membakar ayam untuk semua orang.
"Ya Dewa, apa yang sedang kamu lakukan, sudah ku katakan jangan memasak itu bisa melukai mu, tugas mu hanya untuk merawat diri," kata Arga yang langsung menarik lengan istrinya itu.
"Untuk aia jika kang mas saja tak mau menyentuh ku," kata Lista yang mengejutkan semua orang.
"Apa ..."
Lista pun menghapus air matanya, "mbok tolong setelah semua selesai di bakar, bagikan pada semua keluarga."
"Iya nyonya,"
Lista pergi meninggalkan suaminya yang masih terdiam di dapur begitu saja.
Arga langsung keluar rumah untuk bertanya pada Dewi, dia ingat sesuatu jika biasanya seseorang akan mati setelah bersentuhan atau tak sengaja meminum darah atau mungkin cairan dari tubuhnya.
"Mas!! kenapa Lista baik-baik saja setelah kami ciuman!" teriak Arga yang mengejutkan Dewi dan Nanang yang sedang bermesraan di ruang tengah.
"Kenapa heboh, kalau seperti Dewi yang suka cium pipi tak masalah,kamu norak ah.." kesal Nanang yang mengambil minum.
"Tapi berciuman dengan bibir dan ya kalian mengerti lah, aku khilaf mas," kata Arga.
Mendengar itu Nanang menyemburkan air dari mulutnya dan langsung lari ke rumah Arga
"Jam berapa kalian melakukan hal itu?"
"Sekitar jam sebelas malam kemarin," jawab Arga
Mereka sampai saat terlihat Lista baru keluar dari kamar dengan wajah yang cukup pucat
"Duduklah Lista," kata Nanang yang nampak khawatir.
"Kenapa mas, dan mbak Dewi kenapa juga tampak bingung begitu?"
"Tidak Lista, tolong biarkan mas Nanang memeriksa mu dulu, karena kamu sudah melakukan sesuatu dengan suamimu yang bodoh ini," kata Dewi.
__ADS_1
"Maaf aku khilaf semalam, karena aku yang tiba-tiba sangat tergoda dengannya," kata Arga yang merasa takut dan khawatir.
Sedang Lista tampak tenang saja, dan Nanang melihat adik iparnya itu, dengan tatapan heran.
"Kamu sedang menstruasi, makanya wajah mu pucat ya," kata Nanang.
"Iya, memang ada yang salah," tanya Lista yang membuat ketiga orang itu saling pandang
Nanang melihat sosok Arga,dia pun melukai jarinya, "apa yang kamu lakukan mas!" kata Lista yang langsung memasukkan jari Arga yang terluka itu.
Tanpa di duga, wanita itu baik-baik saja dan mereka tak percaya, bagaimana itu bisa terjadi.
"Lista, di tubuh ku mengandung racun, bagaimana kamu tak mati atau setidaknya mengalami keracunan?" tanya Arga
"Sepertinya kang mas salah, tak mungkin ada orang yang bisa tahan dengan racun di tubuhnya, mungkin itu kondisi unik, seperti diriku yang di percaya ayah sebagai jimat keselamatan untuk Gita, itulah kenapa kami tak boleh di pindahkan,"
"Itu mustahil, kemarin sebelum pernikahan dia masih bisa melukai Dirga dengan racun," kata Dewi.
"Ah ular weling itu, sepertinya tubuh mas sudah mendetoksifikasi semuanya sendiri, coba saja," kata Lista
Dewi yang langsung mencoba melakukan apa yang di katakan Kalista.
Nanang panik, tapi setelah sepuluh menit, istrinya itu tak kejang atau merasakan hal yang buruk.
"Bagaimana perasaan mu?"
"Hanya pusing, tapi tidak sampai membuat ku seperti yang pernah terjadi," kata Dewi.
Nanang tak percaya, bagaimana kondisi Arga membaik itu pun hanya dalam semalam.
"Sepertinya peramal itu benar, kondisi Arga akan membaik dan berjaya saat bertemu dengan orang yang tepat, dan sekarang orang itu sudah berdiri di sampingnya," kata Nanang yang membuat Dewi senang.
"Ah maaf menganggu, Romo Jalal meminta kalian semua ke rumah utama," panggil mbok Wati.
"Baik mbok," jawab semuanya.
Lista pun mengandeng suaminya itu, "berarti yang membuat mas meninggalkan aku karena ketakutan ini?"
"Iya, tapi aku masih belum percaya jika aku benar-benar tak memiliki racun itu lagi," lirih Arga melihat telapak tangannya.
"Tapi kang mas masih punya kekuatan dan fisik yang lebih kuat dari siapapun," kata Lista.
__ADS_1
"Ya kamu benar, dan aku bersumpah untuk selalu melindungi mu," kata Arga merangkul istrinya itu.