
Arga bangun tak melihat istrinya, dia pun memanggil Lista, "sayang... dimana?"
"apa sih kang mas, aku disini ada apa?" tanya Lista yang duduk di depan suaminya itu.
tanpa dobduga Arga langsung memeluknya dengan erat, "jangan pergi, tolong ikut aku kemana saja yuk, aku tak mau kamu terluka saat aku tak ada di rumah,"
"iya sayang, apapun yang kang mas minta, aku akan menuruti semua keinginan mu," kata Lista yang tak menolak.
akhirnya keduanya bersiap untuk bekerja, Lista mengenakan baju yang cukup longgar tapi tak mengurangi kecantikannya.
"sudah siap," tanya Arga.
"tunggu dulu, aku mau sarapan dulu mas, aku masih belum makan loh," kata Lista yang memohon karena dia benar-benar ingin sarapan dulu.
"ah maaf sayang, aku lupa jika kamu sedang hamil, mau aku suapi," tanya Arga.
tanpa di duga Lista yang malah menyuapi Suaminya itu, pasalnya pria itu sangat tega dengan dirinyalah sendiri.
contohnya saat ini, hanya karena pertengkaran antara dia dan Dirga, dua mengajaknya untuk pergi, tapi nyatanya sekarang dia yang kelimpungan.
__ADS_1
bukan Arga tak bisa jauh dari orang tuanya, melainkan pria itu tak menyangka ibunya tetap saja mencintai kakak pertamanya yang sudah jahat pada dia dan Dewi.
terlebih dengan tak tau malu mereka ingin kista celaka, jadi ini pilihan terbaik.
Lista mengenggam tangan Arga dengan tangan kirinya, "ayo makan kang mas, setidaknya kamu harus tetap sehat demi aku dan bayi kita," kata Lista mencoba menguatkan suaminya.
"aku mengerti sayang, tapi aku hanya tak menyangka jika bunda akan setega ini," gumamnya.
setelah sarapan, Lista pasti akan membawa asam Jawa di tas yang dia bawa, karena dia sangat menyukai buah itu.
sekarang mereka berdua sampai di desa kelahiran Lista, mereka hanya ingin melihat apa di sana masih ada wabah tikus.
dia juga membagikan bantuan sembako, dan dia juga terus merangkul istrinya dengan erat.
bahkan pria itu seakan tak ingin jika istrinya itu terpisah satu meter saja, "mas ih malu itu sama kepala desa," bisik Lista.
"kenapa harus malu, kamu istriku, dan tak salah untuk ku bermanja dengan istriku," kata Arga.
"sadar mas ini,", bisik Lista yang hanya bisa tersenyum saja
__ADS_1
saat mereka sedang melakukan kunjungan ke sawah yang beberapa waktu lalu hancur, ternyata sudah normal dan bisa di tanami.
tapi saat akan pergi, tanpa terduga keduanya malah di cegat oleh Dirga dan Gita.
"betapa tak tau malunya kalian, kenapa sekarang kamu bersikap seperti kamu itu pewaris dari keluarga Rahmat, ingat Arga aku tetap putra pertama keluarga itu, kamu dengar kemarin bukan," kata Dirga dengan tanpa malu.
"kamu gila ya, atau otak mu sudah hilang di makan b*bi, aku tak mau berdiri dengan nama besar keluarga Rahmat, aku ingin bisa berdiri dengan kaki ku sendiri, lagi pula aku bukan benalu yang akan menghisap seluruh harta keluargaku,aku dan istriku bahkan memiliki pabrik dan semua merek dagang kami sendiri, dan kamu tau usaha istriku juga lebih baik daripada usaha barumu yang hanya menipu orang itu, jadi diam dan menyingkirlah," kesal Arga
Satrio dan yang lain langsung bertindak, "sekarang siapapun yang ingin bertemu dengan ku dan istriku harus lapor dan meminta izin, jika tidak aku akan membuat kalian menyesal selamanya," terang Arga.
"paling itu juga tak berlaku untuk orang tua kita kan," ledek Dirga.
"aku bilang siapapun, meskipun itu malaikat sendiri harus izin untuk bertemu dengan ku," kata Arga dengan sombong.
Dirga tak menyangka jika adiknya kini berubah jadi monster bahkan untuk keluarganya sendiri.
apa ini yang dia dan keluarganya pantas terima karena selalu menomor sekian untuk Arga.
padahal dia selalu jadi murid dan anak yang sangat baik dan pintar, tapi dia kasar karena kesibukan orang tuanya.
__ADS_1