
Gita masih berat harus memberitahu suaminya tentang apa yang dia alami, tapi dia ingat sesuatu.
dia harus segera kembali ke desa jika ingin bayinya selamat, karena dia tak boleh jauh dari Lista
itulah yang dia pegang teguh, karena hal itu dia memutuskan untuk meminta suaminya memulangkan saja dirinya.
Dirga baru saja pulang dengan wajah lesu, dia kelelahan bekerja karena melakukan semuanya sendiri, jika biasanya ada yang membantunya, kini Semuanya sudah tak ada lagi yang peduli padanya.
sedang Siska yang mau bicara tentang kehamilan Gita juga bingung, akhirnya Gita sendiri yang memutuskan untuk memberitahukan apa yang terjadi.
"mas aku ingin mengabarkan berita buruk," kata Gita yang duduk di depan Dirga.
"kamu ini apa-apaan, suami baru pulang,sudah kau sambut dengan ucapan itu, apa pantas seperti itu Gita!" bentaknya.
"maafkan aku mas, sebenarnya aku ingin jujur pada mu, jika aku hamil..."
"itu berita baik,kenapa kamu bilang berita buruk, sekarang dengan anak ini kita bisa kembali ke desa dan menguasai semuanya," kata Dirga dengan gembira.
"mas tolong dengarkan dulu apa yang akan Gita sampaikan," kata Siska yang ikut kaget dengan reaksi suaminya.
__ADS_1
"kenapa kamu iri," kata Dirga yang tak suka dengan bantahan Siska.
"karena aku hamil di luar kandungan,dan jika bayi ini tidak di singkirkan, maka aku yang akan mati!!" kata Gita dengan suara keras mengejutkan suaminya itu.
mendengar itu Dirga kaget dan syok, bagaimana bisa istri dan anaknya dalam kondisi seperti itu.
"tidak jika bayi itu mati, aku akan membunuh mu,kamu tau jika aku sangat ingin kembali ke desa, terlebih setelah apa yang terjadi pada ku,aku tak mau hidup seperti ini lagi," marah Dirga yang frustasi.
bagaimana tidak, dari kecil terbiasa hidup mewah dan berkecukupan, kini dia malah harus hidup lontang Lantung tak karuan.
sedang di tempat lain, Dewi dan Nanang melalui dodolan karena kehamilan yang bersamaan.
setelah itu Dewi dan Nanang melakukan acara tingkepan untuk calon anak mereka.
tak hanya itu, bahkan ada pengawal khusus yang sekarang menjaga Dewi dan Lista.
dan ada orang yang memastikan semua makanan yang di makan pun aman dari racun dan apapun itu.
karena Romo Jalal tak mau kesalahan masa lalu kembali terulang meski Dirga tak di sini
__ADS_1
tanpa terduga, saat pesta sedang berlangsung, rombongan Dirga sampai di desa.
pasalnya tadi pria itu memutuskan untuk pulang ke desa demi memulangkan istrinya.
dia mengikuti saran dari Gita, yang harus membuatnya dan Lista berdekatan.
semua orang yang sedang melakukan pesta itu berhenti, mereka semua saling tatap.
"kenapa kalian berani menginjakkan kaki di desa lagi!" suara Arga menghadang ketiga orang itu.
"aku tak ada urusan dengan mu, aku hanya ingin bertemu dengan ayah, karena dia harus menjaga cucunya hingga lahir," kata Dirga yang mengejutkan Lista dan semua tamu.
Lista langsung mundur dari tempatnya, "dek mau kemana?" tanya Dewi.
"tidak mbak,jika aku sekarang berdekatan dengan Gita, maka salah satu dari kami akan kehilangan bayi, karena ada seorang peramal bilang jika, salah satu dari kami itu membawa nasib buruk, dan satu lagi membawa keberuntungan, itulah kenapa orang tua kami tak pernah memisahkan kami," kata Lista.
"pak Jul,bawa istriku ke rumah pribadi kami,mulai sekarang dan selama Gita tinggal atau di rawat di sini jika Romo mengizinkan,maka aku dan istriku akan tinggal di rumah pribadi kami," kata Arga yang tau masalah itu.
"tidak bisa, karena aku butuh Lista, karena aku ingin bersamanya," jawab Gita panik.
__ADS_1
"maaf... itu tak aku izinkan, karena istriku juga tak dalam kondisi yang baik," jawab Arga yang langsung pergi meninggalkan semuanya.
bahkan mereka sudah siap untuk meninggalkan rumah itu, berserta semua pengawal dan penjaga Lista.