Pria Jelek Itu, Suamiku

Pria Jelek Itu, Suamiku
tawa bahagia


__ADS_3

hari ini Lista bangun dan tak bisa lari karena suaminya masih mengekang dirinya di pelukan.


"apa yang kamu lakukan, aduh... kang mas aku sudah kesiangan," protes wanita itu.


"biarkan saja, toh siapa yang berani memarahi kita, aku sudah tak bersama mu beberapa hari ini, mumpung tak ada orang di rumah," kata Arga.


"ah iya aku lupa," kata Lista tertawa


akhirnya dia pun mendekat dan menikmati pelukan hangat suaminya.


sedang di tempat lain, Romo Jalal dan nyonya Naina sedang menikmati liburan mereka berdua.


bagaimana tidak mereka benar-benar tak mau memikirkan apa yang terjadi.


"ada apa sayang, sudah tak usah khawatir, putra-putri kura sudah dewasa dan berumah tangga harusnya mereka mulai bisa bertanggung jawab atas apapun yang mereka lakukan, jadi kita hanya bisa mengawasi saja dari jauh,"


"iya kang mas, aku mengerti, aku hanya merasa bersalah karena anak yang aku besarkan terlalu banyak kasih sayang, kini malah menghancurkan keluarga kita,sedang dua anak yang lain yang tak seberapa aku khawatirkan malah menjadi penyelamat keluarga ini," kata nyonya Naina yang sekarang memeluk tubuh suaminya.


"sudah, aku yakin Arga bisa menyelesaikan semuanya, kita lihat saja apa yang akan di perbuatnya, karena dia selalu memberikan kejutan,"


keduanya kini berjalan-jalan menikmati waktu di taman kota yang terkenal dengan perkebunan dan olahan apel itu.


mereka datang ke taman lampu yang dulu juga pernah di datangi tapi saat dia masih hamil.


sedang sekarang semua makin indah dan lebih bagus dari yang dulu.


karena pertemuan atau ngopi bareng masih besok lusa, jadi keduanya benar-benar menikmati liburan mereka.


pukul sembilan pagi, Arga dan Lista baru bangun dengan muka bantal yang membuat pak Jul heran.


"masih belum puas tidurnya den?" tanya pria itu santai saat membantu istrinya menata sarapan untuk keduanya.

__ADS_1


"iya pak, sudah kalian bisa libur nikmati waktu berdua atau apa gitu, kami santai kok, lagi pula kami ingin pergi ke tempat lain mau menikmati suasana dingin, kan gak adil saat semua liburan kami harus di rumah saja," kata Arga


"tapi sayangnya besok ada kegiatan di pabrik dan nyonya Lista kedatangan tamu untuk melihat tentang produk yang di produksi," kata Satrio yang muncul entah dari mana.


"kamu ini merusak suasana saja, lebih tepatnya kayak jelangkung," kesal Arga.


"sudah nikmati saja, ha-ha-ha," kata pria itu tertawa karena Arga benar-benar tak bisa berkutik.


akhirnya Lista mengangguk, "iya kami mengerti tentang jadwal besok, sekarang kalian semua boleh pergi, biarkan saya dan suami istirahat berdua, bolehkah?" mohon Lista yang tak ingin suaminya merasa tak nyaman.


"baiklah nyonya," jawab pak Jul yang undur diri setelah keduanya setelah makan


dia pun menarik suaminya itu masuk kedalam kamar,dan mengajaknya main kartu.


sedang di desa tempat orang tua Lista tinggal sedang terjadi sedikit masalah.


yaitu tentang masalah hama yang menyerang seperti belalang dan tikus.


sebenarnya ayah dari Lista ingin meminta bantuan dari dua menantunya, terlebih dia terkenal sebagai besan dari Romo Jalal.


tapi sayangnya pria itu takut jika harus menemui menantu keduanya yaitu Arga.


karena pria itu terkenal sangat kejam, sedang menantu pertamanya saat di telpon ternyata sudah ada di kota besar.


"ada apa Gita, sepertinya kamu cemas dan kenapa wajah mu pucat," tanya Siska yang melihat madunya itu terlihat sedang sakit.


"tidak apa-apa mbak, sepertinya aku hanya kecapean, ini cuma ayah yang ingin bertanya tentang sesuatu, ya sepertinya beliau ingin meminta tolong pada mas Dirga, tapi karena aku bilang kita di kita, jadi tak bisa menolong," jawab Gita.


"bilang saja minta bantuan Arga, toh Lista juga putri ayah mu bukan," kata wanita itu.


"iya aku sudah mengatakannya," terang Gita.

__ADS_1


pak Jamal pun sudah mendapatkan tatapan yang penuh harap dari warga, dia bingung mau mengatakan seperti apa.


"sudah nanti biar saya yang datang ke tempat keluarga besan, kalian tenang saja," kata pria itu


"baik pak Jamal, kami tunggu kabar baiknya," kata warga.


dia dan istrinya pun membawa pisang kepok satu tandan untuk hadiah, setidaknya mereka datang tidak dengan tangan kosong.


jika pak Jamal do tolak, masih ada istrinya yang bisa membujuk putri keduanya itu, jadi mereka tak harus se khawatir itu.


sesampainya di rumah Romo Jalal, sayangnya mereka tak bisa masuk, karena Arga dan Lista tak mau di ganggu oleh siapapun.


"kalian bisa datang besok, karena tuan Arga tak mau di ganggu," kata Londo yang berjaga di gerbang hari ini


"tolong mas, bilang jika ini penting kami tak bisa pulang lagi, terlebih ini menyangkut hidup orang banyak," jawab pak Jamal.


"itu bukan urusan kami," jawab Joko


ibu Jamal pun mencoba menelpon putrinya, tapi ponsel itu tak segera mendapatkan jawaban meski panggilan masuk.


saat hampir putus asa, akhirnya panggilkan itu di angkat, "iya Bu ada apa kok tumben menelpon ku?"


"ibu sedang ada di luar gerbang tapi tak boleh masuk, kami ingin meminta tolong,ah... bukan maksudnya warga desa wangi yang mau minta tolong pada suamimu," kata ibu Jamal


"maaf ibu, kang mas sudah bilang tak mau di ganggu, tapi besok jika ada waktu aku usahakan untuk datang ke sana," kata Lista.


"suruh masuk, dan suruh orang tua mu menunggu, karena aku belum sempat mengucapkan selamat tinggal kemarin lalu," kata Arga yang bangun


"Bu tolong loud speaker, cak Joko, cak Acung dan cak Londo tolong persilahkan orang tua ku masuk dan pastikan mereka di layani dengan baik, dan kami akan menemui mereka," kata Lista yang langsung mematikan ponselnya.


"tak sopan,", gumam pak Jamal

__ADS_1


"itu pasti tuan Arga, karena nyonya muda adalah orang paling sopan di sini di bandingkan dengan istri tuan Dirga," ketus Acung.


__ADS_2