
Arga benar-benar pergi mengajak istrinya, sedang Nanang juga kecewa dengan ibu mertuanya itu yang tetap memilih pria tak berguna seperti Dirga.
"karena kamu sudah puas melihat apa yang kamu inginkan, sekarang bawa istrimu itu pergi juga atau aku akan membuat mu menyesal," kata Romo Jalal.
"tapi ayah, bunda ingin selalu dekat dengan ku," kata dirga dengan tidak tau malu.
"kalau begitu ajak dia pergi bersama mu, karena bagiku kamu sudah tidak ada, saat membuat putra kebanggaan ku pergi, jadi sekarang terserah kamu," kata Romo Jalal yang langsung meninggalkan keduanya di sana
Arga berangkat menuju ke rumah pribadinya, yang tak kalah kuas dari rumah milik Romo Jalal.
tapi bedanya di rumah itu tak ada yang tinggal terpisah, bahkan rumah untuk untuk para pelayan juga berderet rapi seperti kos-kosan yang cukup besar.
di sana juga memiliki perkebunan di belakang rumah, dan Lista tak keberatan atas pilihan suaminya.
karena dia selalu dan harus mengikuti semua yang di lakukan oleh suaminya.
keduanya sedang berpelukan, sebisa mungkin Lista menghibur suaminya itu yang pasti sekarang sangat sedih.
akhirnya Arga bisa tidur, tapi giliran Lista yang malah tak bisa tidur karena tiba-tiba dia ngidam mau makan buah asam Jawa.
__ADS_1
jadi terpaksa dia bangun dan ke dapur, dan ternyata di sana tidak ada karena belum ada yang belanja.
untungnya mbok Yulia tak melupakan meski hanya satu bojo saja yang ukurannya cukup panjang
"maaf nyonya,hanya ada ini, oh ya besok saja kita belanja, karena di rumah ini belum ada apapun," kata wanita itu.
"iya mbok, oh ya besok tolong buatkan sesuatu yang seger-seger ya untuk sarapan," kata Lista yang benar-benar butuh sesuatu yang membuatnya merasa nyaman.
"inggeh nyonya," jawab wanita itu yang langsung pamit.
dan Lista kembali ke kamarnya untuk menemani suaminya istirahat sambil menghabiskan asam Jawa miliknya.
karena dia butuh Lista untuk menarik semua energi buruk di dalam dirinya.
karena jika terus seperti ini, di jamin dia akan lebih cepat kehilangan anak yang ada di dalam kandungannya.
"mas... sakit..." tangis Gita yang tak tahan lagi.
"sudah kita ke rumah sakit, kita gugurkan bayi ini, dan kamu bisa hamil lagi, karena aku tak mau kamu Kenapa-kenapa," kata Dirga yang langsung mengendong istrinya itu.
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit, Gita mendapatkan pertolongan pertama dan juga pemeriksaan lebih rinci lagi .
dan dokter menemukan bukan hanya kehamilan yang di luar kandungan, tapi ada beberapa penyakit lain yang menyertainya.
"dokter tolong lakukan apapun untuk istri saya, karena saya juga tak mau kehilangan semua kator saya,"kata pria itu yang langsung menolong Gita.
akhirnya Gita pun berhasil menjalani semuanya, setiap tindakan yang di lakukan.
tak hanya itu, mereka pun berhasil membersihkan rahim Gita dan setelah ini Gita sudah di izinkan hamil lagi.
akhirnya Gita tetap harus merelakan bayinya, meski sekarang Dirga tampak tegar,
dia takut Dirga melampiaskan semua kekesalan yang dia pendam padanya.
pak Samsul dan istri juga datang menjenguk putri kesayangan mereka yang sedang lemah.
mereka kaget melihat kondisi Gita, wanita itu tampak kurus dari sebelum menikah, mau bagaimana lagi di kota besar, Gita berjuang bersama Siska.
sedang dulu di rumah dia perlakukan layaknya ratu yang tak mau turun ke dapur sedikit pun
__ADS_1