
Malam hari, Arga benar-benar tak melepaskan istrinya, dan wajah keduanya juga perlahan mulai normal.
"Selama di kota, jangan berani melirik wanita lain, atau aku akan membuat mu kehilangan itu burung," kata Lista mencekik sesuatu yang malah membuatnya bangun
"Kalau begitu buat dia tidur dulu, setelah aku kenyang dan tak mungkin aku bisa tergoda dengan wanita lain, oh ya tentunya kamu harus membuat ku merasakan pelayanan yang hebat dong," kata Arga yang mulai nakal pada istrinya itu.
"Baiklah, tapi aku tak pernah belajar begitu tapi aku akan melakukan apapun yang kamu minta mas," kata Lista yang melakukan apa yang pernah dia lihat karena ulah temannya di sekolah dulu.
Mendapatkan pelayanan yang tak terduga, membuat Arga tak menyangka istrinya punya sisi liar seperti ini.
Setelah keganasan itu terjadi, keduanya pun tidur berpelukan erat. bahkan entah sejak kapan Arga benar-benar tak bisa melepaskan istrinya itu.
Keesokan harinya, Arga dan Lista masih sempat melakukan sentuhan, meski sudah semakin siang, tapi dia seakan tak bisa lepas dari istrinya.
Dewi datang mengantar daging semur kesukaan adiknya itu, karena itu selalu di lakukan sebelum pergi.
Tapi dia tersenyum melihat Arga yang terlihat begitu ceria saat keluar dari kamar.
"Sepertinya sekarang mbak tak perlu memperhatikan mu lagi ya, karena sudah ada istrimu," kata Dewi tersenyum bahagia.
"Aku tak mungkin melakukan itu, karena sumpah ku akan melindungi mbak dan istriku, jadi tolong jangan mengatakan itu," kata Arga memeluk Dewi.
"Apa kamu tak cemburu mendengar ucapan suamimu," tanya Dewi pada mantan muridnya itu.
"Kenapa harus cemburu, aku bisa memiliki Suamiku karena mbak Dewi, dan sumpah itu di buat sebelum aku ada dalam hidupnya, aku bangga punya suami yang bisa menepati janji dan sumpahnya," kata Lista yang ikut bergabung memeluk Dewi.
Dewi tak menyangka akan mendapatkan orang yang begitu menyayanginya selain Nanang suaminya, bahkan Lista juga.
Akhirnya Arga berangkat ke kota di lepas oleh kedua wanita yang begitu dia sayangi, istri dan kakak perempuannya.
"Mau ke tempat singgah?" tanya Dewi pada adik iparnya itu
"Tidak mbak, aku meliburkan selama dua hari agar semua istirahat, sekarang aku ingin ke tempat beberapa orang yang mas Arga minta untuk membantunya," jawab Lista.
"Boleh aku ikut, karena hati ini libur aku juga bingung mau apa, terlebih mas Nanang sedang ada rapat di rumah sakit," kata Dewi.
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Lista.
Keduanya pun berangkat ke tempat yang di tuju bersama pak Jul dan Joko.
Sesampainya di warung Bu Neneng, pak Jul dan Joko turun bersama Lista dan Dewi.
"Permisi Bu Neneng, ada yang ingin bertemu dengan anda," kata Joko yang memanggil pemilik warung itu.
Dewi yang tak mengerti pun mengikuti alurnya saja, "permisi Bu Neneng, saya selaku perwakilan dari keluarga Romo Jalal dan tuan Arga, kami ingin menghaturkan bantuan dana untuk perbaikan warung dan pengobatan suami anda," kata pak Jul.
"Ini beneran kan pak," kata wanita itu yang terlihat kaget dan tak percaya.
"Selaku perwakilan keluarga ada putri kedua Romo Jalal, yaitu nyonya Dewi dan istri dari tuan Arga, nyonya Lista," kata pak Jul.
"Terima kasih.... ibu tak mengira jika non Lista tak bohong..." tangis wanita itu berjalan ke hadapan Lista.
Dan saat ingin bersujud, Lista menahannya dan langsung memeluk wanita itu.
"Ibu sudah sangat baik padaku dulu, suamiku mengucapkan terima kasih, jika dulu ibu tak memberikan roti gratis mungkin aku akan jadi bodoh karena tak pernah sarapan saat ke sekolah," kata Lista yang begitu sedih
Mereka mendatangi setidaknya tiga pemilik usaha yang kondisinya memang sedikit memprihatinkan.
Mereka benar-benar menjadi ujung tombak untuk Romo Jalal dan Arga, bahkan Lista selalu membawa nama suaminya yang perlahan citranya berubah.
Arga sampai di rumah tinggal di kota, meski rumah itu tak besar, rumah itu sudah cukup untuk tinggal beberapa hari di kota.
"Mas, ada rapat yang harus kita datangi, tapi kemungkinan anda akan bertemu dengan tuan Dirga," kata Satrio yang menyiapkan jas milik Arga
"Memang aku peduli, aku sekarang pemilik perusahaan itu,jadi apa hubungannya dengan pria busuk itu," jawab Arga yang memakai jas miliknya.
Dia ingat jika istrinya bilang untuk mengikat rambutnya agar rapi, dan sekarang dia tak harus malu karena wajahnya sudah terlihat tampan.
"Kita pergi, dan temui para pria yang berani ingin menendang ku yang sudah membuat perusahaan itu bangkit lagi," kata Arga dingin.
Londo mengemudikan mobil menuju ke perusahaan properti yang dulu di pegang Bu Lastri.
__ADS_1
Perusahaan itu memang perusahaan paling besar, tapi itu hancur di tangan Dirga.
Tentu saja Arga tak tinggal diam, setelah membeli saham dengan mengunakan nama orang lain,sekarang perusahaan itu sudah jadi miliknya.
Beberapa orang menunggu kedatangan dari Arga, tapi sayang mobil Dirga datang duluan, "wah lihatlah, aku tak sangka jika ketiga pria yang mengkhianati ku kini menyambut kedatangan ku," kata pria itu sombong.
"Mau apa kamu kesini, kamu sudah tak punya hak untuk datang, karena kamu sudah menjual semua saham milik mu," kata pak Krisna.
"Kamu lupa, aku mewakili bunda," kata pria itu.
Sebuah mobil mewah lain datang, turun lah Satrio yang membukakan pintu belakang mobil, dan membuat kaget semua orang.
Pasalnya yang turun adalah seorang pria tampan yang terlihat gagah dengan proporsi tubuh yang tinggi dan kekar.
"Bunda sudah menjual sahamnya padaku, dan sekarang aku pemilik sah perusahaan ini, dan kamu tak di izinkan datang dan menginjakkan kaki mu di sini, usir dia," kata Arga
"Siapa kamu sialan!!" maki Dirga.
"Sepertinya kamu lupa wajah ini, wajah pemuda yang harus mengalami luka bakar selama bertahun-tahun karena ulah mu yang bodoh itu, kamu lup adik ketiga mu kakak ku yang sombong," kata Arga yang membuat Dirga terdiam.
Londo menarik dan melemparkannya keluar dari lobi perusahaan, "maaf sesuai perintah dari tuan Arga, anda tak di izinkan masuk kedalam,"
Dirga pun merasa di hina, dan bagaimana wajah buruk rupa milik adiknya itu sudah sembuh padahal terakhir kali wajah pria masih jelek.
Semua orang menyapa pria itu dengan sangat sopan, dan para pegawai wanita terkejut karena melihat pria tampan berjalan melewati mereka.
Sedang di desa semua orang tak menyangka jika Lista bisa secantik itu setelah masuk kedalam keluarga Romo Jalal.
Padahal mereka mengira akan mendengar tentang kematian gadis itu yang berani menikah dengan putra buruk rupa milik keluarga itu.
Kalista...
yang tadi itu Arga ya
__ADS_1