
sore hari, Arga dan Lista baru akan pulang, saat tanpa di duga sebuah sepeda motor datang dan berhenti di samping mobil milik Arga.
"ada apa pak Jamal datang kesini," kata Arga yang menggandeng istrinya dengan santai.
"aku tak ada urusannya dengan mu, Lista kenapa kamu begitu tega dengan Gita, kamu bahkan membuatnya kehilangan anaknya dan sekarang dia di tinggalkan di rumahnya," kata pak Jamal.
"kenapa anda selalu saja bertanya seperti ini, padahal aku sudah bilang jangan mengusikku dan keluargaku," kata Arga yang langsung berdiri di depan istrinya untuk melindungi wanita itu.
"kenapa kamu ini, kalian itu bersaudara tapi kenapa saling bermusuhan seperti ini," kata pak Jamal.
"apa anda lupa, sudah ku katakan aku dan pria itu tidak bersaudara karena dia sudah membunuh ku saat usiaku tujuh tahun, saat dia mendorong ku ke sungai dan membuat ku hampir mati tenggelam," kata Arga.
"cukup ayah, bukankah ayah juga memperlakukan aku dulu sama, jadi lebih baik aku tak mengatakan apapun, dan tolong biarkan kami hidup dengan baik sekarang," kata Lista.
"ingat ini aku bersumpah, lain berdua tak akan hidup tenang lihat saja nanti," kata pak Jamal yang kemudian pergi.
Arga ingin rasanya membunuh pria itu jika bisa, karena pak Jamal terus saja menganggunya dan istrinya.
__ADS_1
Lista yang sadar akan suaminya yang terlihat kesal pun hanya bisa tersenyum saja.
"sudah mas, jangan di pikirkan,ayah ku memang seperti itu," kata Lista.
Arga hanya mengangguk dan memilih pulang, dia sekarang hanya hari fokus pada pekerjaan, Lista dan juga calon anaknya.
terlebih dia yang selalu sangat sibuk jarang bisa menemani Lista duduk di rumah, untuk menyiasatinya dia sering memboyong Lista pergi kemanapun.
tak terasa kandungan lita sudah menginjak tujuh bulan, di rumah Arga ayang baru di adakan acara tingkepan.
terlihat banyak tamu yang datang untuk mengucapkan selamat tak terkecuali keluarga Lista.
bahkan setiap tamu yang datang harus menunjukkan undangan, dan jika tak bawa maka mereka akan di usir.
terlihat Lista dan arga sangat menikmati setiap tata cara dan tradisi.
Romo Jalal tau jika Arga mengadakan pesta ini karena putranya itu sudah meina izin padanya.
__ADS_1
tapi yang kecewa adalah nyonya Naina yang tak bisa menyiapkan semua untuk calon cucunya.
jika dulu Dewi melakukan di rumah keluarga Rahmat tapi tidak dengan Arga dan Lista.
mereka memilih melakukan acara ini di ruang milik mereka sendiri, "kenapa bunda begitu terlihat kecewa dan sedih, bunda lupa kenapa dia memilih pergi bersama istrinya, ayolah bunda berhenti membuat drama," kata Dewi yang sedang memangku putri kecilnya yang baru berusia dua bulan.
"apa kata mu Dewi, bagaimana pun mereka itu juga putra putriku, seharusnya ini semua tanggungjawab bunda," kata nyonya Naina.
"kalau begitu seharusnya bunda sadar dan tidak melakukan pilih kasih, karena kami terlalu sering melihat bunda yang berpihak pada Dirga, seperti terakhir kali, dan itu membuat ayah kehilangan pewarisnya yabgd sangat kompeten seperti Arga," kata Dewi yang tak bisa di bantah.
tapi Niat dari nyonya Naina tak seperti itu, dia hanya ingin membantu Dirga, meski pria itu sangat membuatnya kecewa.
tapi bagaimana pun Dirga, dia tetap putra pertama keluarga itu, di sisi lain di kota besar, Dirga malah terlilit hutang.
dia mengunakan uang yang di berikan oleh nyonya Naina untuk bermain judi dan membuatnya kalah telak.
tak hanya itu, bahkan dengan tega dia menjual istrinya Siska sebagai penebus hutang.
__ADS_1
hari ini dia ingin lari dari penagih hutang itu, tapi sayangnya dia malah mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol.
sebab dia mengemudi ugal-ugalan dalam kondisi hujan turun lebat, dan mobil yang di kendarai Dirga ringsek parah.